Banner Uhamka
Selasa, September 29, 2020
Banner Uhamka

Buku Menjerat Gus Dur, Perlawanan Merawat Ingatan

Keistimewaan Sebuah Buku

Bagiku, buku adalah sesuatu yang istimewa. Terlebih buku tersebut memang bacaan yang aku sukai dan sebagai gizi isi kepala. Beberapa kali aku sering kalap...

Prabowo Sebut Elite Pendukungnya Diancam, Hoaks atau Fakta?

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebutkan bahwa sejumlah elite pendukungnya diancam oleh pihak-pihak tertentu. "Saya sering kedatangan elite entah pakai gelar ini,...

Manfaatkan Halaman Kosong

Kita adalah makhluk yang boros terhadap penggunaan kertas. Seringkali kita tanpa sadar menyia-nyiakan kertas yang sebenarnya masih bisa kita gunakan, akan tetapi karena tiadanya...

Menjaga Muruah Diri di Tahun Politik

Awal tahun 2019 menjadi awal tahun yang begitu riak dengan hiruk pikuk aktifitas politik. Tahun ini akan menjadi tahun yang terasa begitu "bising" dengan...
Fahmi Karim
Mahasiswa pascasarjana program studi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Buku Menjerat Gus Dur, penelitian dokumen sejarah oleh Virdika Rizky Utama yang sontak meramaikan publik. Pasalnya, selain buku itu ditulis oleh anak muda yang kira-kira pada masa Gus Dur masih duduk di Sekolah Dasar, buku itu berisi dokumen super rahasia yang tidak boleh diketahui oleh banyak orang.

Yang lebih bikin geger lagi nama-nama yang tertulis dalam dokumen Skenario Semut Merah (SEMER) itu masih eksis dan beberapa wajahnya ada di barisan pemerintahan. Ada juga beberapa nama dalam dokumen tersebut sangat susah diminta penjelasannya. Jika tidak mengancam dirinya, tentu akan disingkap sejarah itu.

Buku ini laris dalam cetakan pertama. Tapi saya belum membeli buku ini, saya hanya membaca poin-poin pentingnya di situs alif.id yang ditulis langsung oleh Mas Virdika. Di wilayah saya, Manado, buku ini belum sempat sampai. Youtube memberi saya gambaran singkat bagian-bagian buku ini.

Saya kira dalam buku ini hanya bagian tentang dokumen terkait pemakzulan Gus Dur yang menohok. Entah karena Gus Dur merupakan orang baik sehingga kebanyakan orang merasa tergores hatinya ketika disingkap konspirasi dibelakang itu dan di blow up, atau memang karena bukan Gus Dur yang dibela namun memang sudah ada dendam pada nama-nama yang berkonspirasi itu.

Entah ini merupakan skenario Tuhan, namun data yang menjadi rujukan awal penelitian buku Menjerat Gus Dur adalah dokumen yang telah dibuang. Tapi di sini saya tidak akan fokus pada penulis buku yang muda, berani, dan gondrong itu serta hasil risetnya.

Saya akan mencoba menulis ingatan-ingatan saya tentang cerita-cerita tentang Gus Dur yang melekat di ketidak-sadaran saya. Sehingga kesimpulannya: meski dokumen itu mencoba kembali membicarakan “kasus” yang menurunkan Gus Dur dari jabatan presiden, tapi saya akan sulit percaya karena yang tertanam di kepala selama ini adalah kemanusiaan Gus Dur.

Bagaimana cara merawat ingatan? 

Dalam sejarah, salah satunya dengan terus membaca sebanyak mungkin tentang peristiwa lampau. Dari sini kita akan membandingkan peristiwa satu dengan peristiwa lain. Dari literasi sejarah, ingatan akan masa lalu akan terus bertalian sampai mungkin kita akan memberinya batasan.

Yang menguatkan sejarah, selain pelaku sejarah, adalah dokumen. Sejarah biasanya adalah pertarungan kevalidan dokumen. Meskipun, mungkin, dokumen lain juga belum terungkap.

Karena pelaku-pelaku dalam dokumen SEMER itu masih hidup maka sangat mudah diklarifikasi kebenarannya. Beruntung: mendapatkan dokumen dan kebanyakan dari nama-nama dalam dokumen itu orangnya masih hidup.

Literasi tentang sejarah juga mudah mempengaruhi setiap orang. Maklum, karena tidak semua orang mau meneliti tentang masa lalu. Biasanya apa yang dia ketahui hanyalah dari apa yang telah dia baca. Itu juga bisa berubah jika menemukan fakta-fakta sejarah yang baru.

Sejarah memang dahulu ditulis oleh pemenang. Yang kalah juga menulisnya tapi disingkirkan pemenang. Tapi untuk sekarang, di zaman yang canggihnya minta ampun, segala informasi sejarah bisa diakses. Pikiran kita lebih muda melakukan uji kebenaran sejarah dengan meninjau sumber-sumber yang lain.

Soal ingatan-ingatan sejarah yang terawat, saya akan memulai dengan selipan ingatan tentang beberapa presiden Indonesia. Misalnya Soekarno, ayah dari Megawati. Saya terhubung dengan Soekarno karena pernah bermalam-malam dengan tulisannya. Juga tulisan-tulisan tentangnya. Mungkin Anda demikian. Ide-idenya membuat saya merasa dekat denganya.

Meski ada beberapa buku yang mengulas sisi lain dari Soekarno, tapi itu akan tertutup dengan banyaknya buku yang menceritakan betapa Soekarno sangat berperan dibalik kemerdekaan Indonesia. Apakah karena lebih banyak dia mengabdi pada rakyat atau bagaimana, namun sedikit kesulitan menemukan nada negatif tentang Soekarno. Bukan tidak ada.

Maksud saya begini: di samping ada banyak pemberitaan baik tentang Soekarno, ada juga pemberitaan buruk tentangnya. Dari situ kita mudah menerima fakta sejarah tentangnya sekalipun dari yang tidak suka dengannya atau dari pengagumnya.

Contoh lain dari memori tentang Soeharto. Di kalangan aktivis, sosok Pak Harto jangan ditanya lagi. Jika bukan kritikan pedas, bisa-bisa makian. Itu terasa di angkatan saya yang lahir tahun 90an. Ketika ada pemberitaan yang baik-baik tentangnya, setidaknya pikiran saya sulit memverifikasi kebenarannya, atau bahkan tertolak.

Meski beberapa wadah ideologisasi telah dibekuk dan ikut berpartisipasi pada rezim Orde Baru (orba), seperti pendidikan formal dan media massa, tapi tetap tidak menutup tindakannya selama memerintah. Sebut saja peristiwa-peristiwa dalam ingatan Anda. Tidak bisa tertutupi meskipun bahkan di ranah kebudayaan telah digunakannya untuk menutup itu.

Sekalipun ada fakta sejarah yang membuat kita harus menerima itu sebagai kebenaran tindakannya, tapi tetap saja yang terselip diingatan adalah pelanggaran-pelanggaran HAM. Setelah lalu-lalang di masa lalu, film Penumpasan Penghianatan G 30 S PKI, sebagai propaganda ingatan, hanyalah suatu opera yang dalangnya sudah jelas.

Bagaimana dengan Gus Dur?

Kasus yang menjerat Gus Dur masih tetap kabur sampai dokumen rahasia itu dipublis. Kasus yang kabur itu ditelan oleh kemuliaan Gus Dur.

Ingatan kita tentang Gus Dur ada beragam jenis. Melintasi batas-batas identitas. Seperti ucap Gus Dur, sejarah telah membuktikan itu.

Buku yang memaparkan dokumen rahasia, bagi saya, malah justru bukan untuk dendam kepada nama-nama itu–tidak juga melupakan nama-nama itu–tapi lebih memperkuat apa yang selama ini kita yakin sebagai Gus Dur.

Fahmi Karim
Mahasiswa pascasarjana program studi Ekonomi Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Miskonsepsi Seks dengan Persetujuan

Pada 13 September 2020 lalu, terunggah sebuah kiriman di Instagram yang berjudul “Kupas Tuntas Pakta Integritas UI dan Pendidikan Sex dengan Persetujuan” yang di...

Jika Cantik Hanya Mengikuti Standar Industri

Belakangan ini perbincangan mengenai bagaimana diri kita maupun bagaimana industri mendefinisikan standart kecantikan kembali ramai diperdebatkan. Mulai dari gerakan perempuan dukung perempuan yang dianggap...

Civil Society, Pariwisata Nasional, dan Dikotomi Ekonomi Vs Kesehatan

Dalam beberapa tahun terakhir, pariwisata telah menjadi sumber pendapatan devisa terbesar nomor dua (280 triliun Rupiah pada 2019) di Indonesia untuk kategori non-migas. Ini...

PKI dan Narasi Sejarah Indonesia

Bagaimanakah kita menyikapi narasi PKI dalam sejarah Indonesia? Sejarah resmi mencatat PKI adalah organisasi politik yang telah menorehkan “tinta hitam” dalam lembaran sejarah nasional,...

Janji Manis Penyelesaian HAM

Setiap memasuki bulan September, negeri ini selalu dibangkitkan dengan memori tentang sebuah tragedi kelam yang terjadi sekiranya 55 tahun silam. Peristiwa diawali dengan terbunuhnya enam...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.