Rabu, Januari 27, 2021

Bukankah Allah Menegaskan Dunia Ini Tak Akan Pernah Sama?

Tren Plesir Setelah Wabah Berakhir

Siapa yang bisa mengelak kalau pandemi virus Corona telah mengubah banyak hal termasuk dalam hal plesiran. Sektor pariwisata termasuk yang paling awal terkena dampak,...

Teknologi Dalam Kontestasi Berdemokrasi

Perkembangan demokrasi bangsa tidak luput dari perkembangan teknologi yang semakin canggih, informasi dapat diakses oleh setiap masyarakat di seluruh pelosok negeri. Hiruk pikuk model...

Bunga Terakhir Seperempat Abad

Bersyukurlah menjadi orang-orang baik. Sepertinya hanya mereka yang pantas menderaskan narasi tentang kebaikan. Mereka pun seolah berhak menentukan nasib dan celaka kawan-kawannya. Yang paling...

Lemah Dalil Perppu Ormas

Legislation can neither be wise nor just which seeks the welfare of a single interest at the expense and to the injury of many...
Abidin Ghozali
Pembelajar Seumur Hidup Merindukan Indramayu Beradab.

Kenapa ada orang yang bersikeras mengharuskan umat manusia berada di bawah satu panji atau berprilaku dengan satu cara (manhaj). Apakah demikian yang diajarkan Al-Quran? Bukankah Allah Swt telah menegaskan bahwa dunia ini tidak akan pernah sama?

Namun, nyatanya masih banyak manusia yang masih dangkal dalam cara berpikirnya sehingg memaksakan kehendak untuk memaksa manusia berkeyakinan sama.

Grand Syaikh Al-Azhar, Dr. Ahmad Thayiib menjelaskan adanya kemungkinan yang memiliki pandangan semacam ini ia tidak memahami Islam, itu yang pertama atau kemungkinan keduanya, Islam digunakan sebagai kepentingan politik yang tidak ada sama sekali kaitanya dengan Islam.

Ada banyak sekali firman Allah Swt yang menegaskan bahwa perbedaan agama dan keyakinan sudah menjadi kehendak-Nya sehingga siapa pun selain-Nya tidak berhak memaksa orang lain dengan cara apapun untuk menganut dan meyakini agama atau keyakinannya.

Meskipun telah datang sebulum Nabi Muhammad pembawa petunjuk Tuhan, namun kenyataan sejarah membuktikan mereka yang zalim seperti Fir’aun, Jalut, sampai masuk era Nabi Muhammad seperti Abu Lahab itu mengingkari ayat-ayat Allah. “Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk.” (Al-An’am : 35) Namun, mereka telah mati (hatinya).

Kemudian dalam surat (Yunus : 99) Allah Swt berfirman; “Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya”. Hanya dengan ijin Allah Swt manusia dapat beriman, namun dengan segala indra yang telah dianugrahkan-Nya masih belum beriman saja. Apakah pantas manusai semacam ini dianggap sudah menggunakan akalnya.

Seruan Allah Swt melaluai firman-Nya yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw sangat jelas seperti jelasnya matahari. Kalau Allah berkehendak bisa saja manusia dijadikan ummatan wahidatan (“satu umat” [saja]).  “Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikanmu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan”. (QS. An-Nahl : 93).

Petunjuk Al-Qur’an yang demikian jelas, bahkan dahsyatnya Al-Qur’an mampu mengguncangkan gunung, dapat membelah bumi dan menjadikan orang mati bisa berbicara namun mengapa masih ada orang musyrik yang tetap tidak beriman Allah Swt menginatkan “Maka apakah orang-orang yang beriman itu tidak mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya”. (QS. ar-Ra’du: 31).

Begitulah ketetapan-Nya, “Dialah yang menciptakan kamu maka di antara kamu ada yang kafir dan di antaramu ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan”. (QS: At-Taghabun : 2).

Al-Qur’an dengan membawa kebenaran, jangan ikuti hanafsu karena Allah Swt berfirman : “Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kalian terhadap pemberian-Nya kepada kalian, maka berlomba-lomba­lah berbuat kebajikan”. (QS. al-Maidah : 48).

Jangan dangkalkan pikiran, sehingga mengikuti hawa nafsu untuk menyamakan umat manusia. Karena itu bertentangan dengan ajaran Islam. Allah Swt berfirman; “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui”. (QS. ar-Rum : 22).

Dr. Ahmad Thayiib sudah mengira bahwa semua umat mengetahui aturan-aturan Ilahi yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an Al-Karim. Siapa pun baik Muslim atau non muslim.

Jika seorang Muslim berkata, misalnya, “Saya ingin menyebarkan Islam sehingga seluruh semua orang di dunia ini menjadi Muslim (Beragama Islam),” Maka ini pemikiran yang dangkal.

Selain pemikiran yang dangkal, dan pemikiran ini bertentangan dengan Islam. Karena Islam mengatakan bahwa manusia berhak berbeda-beda.

Menurut Dr. Ahmad Thayiib ada hikmah dari keberagaman adalah sebagai ujian, agar muncul orang baik dari orang-orang jahat, Jika semua manusia ditetapkan untuk beragama sama, maka sia-sia semua. Akan gugur makna kewajiban, gugur makna pahala dan siksa, akan gugur bahkan makna adanya surga dan neraka. Demikian juga akan sia-sia arti kebajikan dan kejahatan, Padahal pemahaman tentang ini semua ada di antara manusia.

Dan Kebajikan dan kejahatan tidak akan dipahami kecuali jika ada perbedaan, baik perbedaan potensi, kecederungan, bahkan perbedaan upaya. Ada orang yang mampu melawan upaya setan ada yang tidak mampu.

Jadi, dasar dalam penciptaan adalah keberagaman, terutama keberagaman dalam agama dan keyakinan.

Untuk itu, jangan takut dan jangan khawatir akan perbedaan, karena itu semua pemicu untuk berlomba dalam kebaikan, dalam meningkatkan Iman. Hanya orang yang kurang percaya diri dan lemah keyakinan saja menganggap perbedaan sebagai ancaman. seperti statemen Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia Yayan Sopyani Al Hadi ia mengatakan “Kekhawatiran muncul dari kelemahan diri. Ketakutan lahir dari ketidak percayaan diri. Kalau Iman lemah, Kalau tauhid gak kokoh, maka semua yang berbeda dianggap ancaman”.

Abidin Ghozali
Pembelajar Seumur Hidup Merindukan Indramayu Beradab.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Roman Abramovich, Alexei Navalny, dan Premier League

Industri olahraga, khususnya sepakbola, telah mengalami perkembangan pesat. Mulai dari segi teknis maupun non-teknis. Mulai dari aktor dalam lapangan hingga pemain-pemain di belakang layar....

Perempuan dan Politik

Politik selalu identik dengan dunia laki-laki, dengan dunia kotor, tidak pantas untuk perempuan masuk kedalam ranah tersebut. Politik selalu identik dengan sesuatu yang aneh...

Karakteristik Milenial di Era Disrupsi

Dewasa ini, pemakaian istilah Disrupsi masih terdengar asing oleh kaum muda atau generasi milenial sekarang. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan disrupsi?. Jika kita...

Hak Cipta dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan terjemahan dari Intellectual Property Right (IPR), sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan Agreement Establishing...

Pengalaman Mantan Pasien Wisma Atlet

Ibu Mawar ingin memberi cerita pengalamannya yang dialami ia dan keluarga dalam menghadapi karena mengidap Covid 19 yang sempat dirawat di Wisma Atlet serta...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Hukum Tata Cara Mengendus Kuasa, Kuliah Gratis untuk Refly Harun

Semoga Saudara Refly Harun dalam keadan sehat akal wal afiat!! Awalnya saya merasa tidak begitu penting untuk memberi tanggapan akademis terhadap saudara Refly Harun. Kendati...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.