Minggu, Februari 28, 2021

Budaya Pengetahuan dan Enigma Dahlan dalam Spirit Muhammadiyah

Agama Antara Eksploitasi dan Eksplorasi

Agama merupakan realitas sosial sarat nilai dengan potensi motorik sangat kuat, yang karenanya selalu menarik minat banyak pihak memanfaatkannya untuk kepentingan-kepentingan di luar kerangka...

Hati Indonesia

Jika anda jalan-jalan di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan banyak lainya, terdapat sangat bangat objek mata yang membanggakan. Gedung-gedung tinggi nan menawan,...

Eksil, Eks Tapol dan Usaha Merawat Kewarasan

Surat dari Praha yang menceritakan tentang eksil dengan segala cinta serta tetap Indonesia walaupun terbuang dari negerinya. Dalam film yang diproduseri oleh Glenn Fredly,...

Memerangi COVID-19 dengan Ashobiyah Ibnu Khaldun

Ibnu Khaldun merupakan salah satu filsuf Islam, mempunyai konsep kajian sosiologi tentang solidaritas dalam magnum opusnya, Muqaddimah. Salah satu sumbangan orisinal karya Khaldun adalah...
Hari Naredi
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UHAMKA

Dahlan, hanya ia yang tahu pasti apa dan mengapa ia mendirikan Muhammadiyah. Setelah itu yang tersisa hanyalah enigma bagi siapa saja yang hendak memahaminya.Setelah Dahlan tiada, enigma ide-idenya itu terus dirajut membentuk pola-pola dari proses reproduksi makna hingga kini.

Pengembaraan ide Dahlan adalah proses pencarian hakikat dan jati diri. Ia tidak sedang asyik bergelayut di dahan, ranting dan dedaunan surga dalam dunia spiritual atau metafisika sendirian saja, Dahlan yang sesungguhnya adalah Dahlan sebagai ide hidup, ide tentang mengapa, bagaimana, hendak kemana hidup itu sesungguhnya.

Jika hidup itu tentang mengada dan hidup yang mengada hadir bersamaan dengan hadirnya kecemasan terhadap hidup itu sendiri, maka Ide Dahlan hidup dalam dialektika itu, ia pembawa pesan di tengah kecemasan.

Ide Dahlan membuka jalan berisi makna hakikat kehidupan bukan untuk di ambil dan di telan mentah-mentah lantas berhenti di kerongkongan hingga tersedak.

Dahlan membuka jalan agar ide itu terus maju menuju hakikat hidup yang sesungguhnya terus memanjang dalam waktu dan meluas dalam ruang. Berita tentang idenya masih ditafsirkan dan terus di tafsirkan hingga kini, walau Dahlan hidup di zamannya dengan idenya, dalam lintasan sejarah adalah sebatas pada usianya.

Dahlan sebagai ide, ia hidup dan menghidupkan, memberi inspirasi, memancing imajinasi. Dahlan sebagai individu dengan maha karya ciptaannya, yaitu Muhammadiyah yang kini berusia 107 tahun memang menjadi kebanggaan tersendiri namun demikian hendaknya jangan terjebak di masa silam yang bersifat romantik belaka.

Sesungguhnya bukan itu yang mungkin Dahlan kehendaki, Ide Dahlan ide tentang mengada dalam hidup. Ia bisa hinggap kepada siapa saja, dimana saja, kapan saja oleh siapa saja.

Biarkanlah ide Dahlan itu bebas menembus batas, meretas, kemana saja. Ide Dahlan sesungguhnya adalah spirit utama, eksistensi itu sendiri, ia bukan lembaga, la bukan hak yang harus dimiliki, ia bukan suatu sosok kongkret.

Ide Dahlan itu adalah enigma wajah eksistensial yang hidup didalamnya tentang diri yang tercerahkan, tersimpan cahaya, ia bisa hadir hadir dalam sosok manusia, mengada dalam lembaga, ada dalam setiap gerak dan langkah zaman.

Refleksi 107 tahun adalah sebuah teks kehidupan, didalamnya berisi rajutan-rajutan, jaringan-jaringan makna eksistensi umat manusia yang tercerahkan dan Dahlan dengan idenya memasukkan ruh Muhammadiyah ke dalam enigma kehidupan. Ijinkan Saya menamainya dengan “Ide kebudayaan yang tercerahkan.”

Pandangannya Dahlan luas tetapi terkadang tafsir-tafsir yang muncul menyempitkannya, sikapnya penuh kasih dan penghayatan yang dalam akan dunia yang terisi dan diisi oleh keniscayaan perbedaan dan keragaman kadang ditafsirkan sempit dalam dikotomi hitam putih. Ide Dahlan itu hidup dan menghidupi, tetapi banyak  tafsir mencoba membekukannya.

Semoga di 107 milad Muhammadiyah  ini umat manusia merasakan kehangatan dalam cahaya Muhammad yang sejiwa dengan spirit jamannya menembus dalam akal budi sehingga mampu hidup kembali membaca teks enigma kehidupan dengan sudut pandangan baru lebih sehat, lebih bermutu, lebih luas, terasa dan dirasakan keteduhannya, kedamaiannya, muncul dalam dialektika etika, estetika, inilah moderasi ide Dahlan, membangun peradaban dengan akal budi yang tercerahkan.

Akal budi, ide universal dalam budaya pengetahuan umat manusia yang tercerahkan akan membawa kesadaran diri bahwa pengetahuan adalah spirit utama. Pengetahuan adalah sebuah budaya eksistensial. Kesadaran itulah sesungguhnya spirit Muhammadiyah.

Kebaikan, kebenaran dan keindahan adalah berkah pengetahuan yang sesungguhnya diterangi cayaha Illahi inilah sumber dari spirit Muhammadiyah. Semoga muncul Dahlan-Dahlan baru pembawa pesan ide pencerahan bagi seluruh umat manusia di setiap zaman dan disetiap masa.

Hari Naredi
Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UHAMKA
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Terlalu Jauh Menjadikan 4 Nakes Penista Agama

Kasus Pemantang Siantar sungguh membuat kita semua kaget. Empat petugas kesehatan (Nakes) digugat oleh seorang suami yang istrinya meninggal karena Covid-19. Empat petugas kesehatan...

Jurnalisme Copy-Paste

Jurnalisme copy-paste adalah pekerjaan mengumpulkan, mencari dan menulis berita dengan menggunakan teknik salin menyalin saja. Seperti ambil berita di media lain atau dapat dari...

Robert Morey dan Orientalisme yang Melapuk

Orientalisme adalah satu diskursus ketimuran, yang bercokol pada kajian-kajian Barat dalam menginterpretasikan khazanah Timur—khususnya Islam. Pada kajian ini Islam dipandangan dalam objektifikasi Barat, namun...

Generasi Muda di Antara Agama dan Budaya

Oleh: Bernadien Pramudita Tantya K, SMA Santa Ursula Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Indonesia adalah negara yang kaya akan bahasa, budaya,...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Perempuan dalam Isi Kepala Mo Yan

Tubuh perempuan adalah pemanis bagi dunia fiksi. Kadang diperlakukan bermoral, kadang sebaliknya, tanpa moral. Naluri bebas dari perempuan yang manusiawi, memendam dengki dan membunuh...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Antara Kecerdasan Buatan, Politik, dan Teknokrasi

Di masa lalu, politik dan teologi memiliki keterkaitan erat. Para pemimpin politik sering mengklaim bahwa politik juga merupakan bentuk lain dari ketaatan kepada Tuhan;...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.