OUR NETWORK

Budak Smartphone

Smartphone dapat membuat kecanduan.

Smartphone sudah menjadi barang yang dibawa kemana-mana. Ketika pergi, smartphone ketinggalan maka akan berupaya mengambilnya. Dirilis dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, masyarakat mengakses internet dengan perangkat smartphone sebesar 44, 16 %, dengan smartphone dan laptop 39,28 %, laptop saja 4,49 % dan perangkat lainnya 12,07 %. Berarti smartphone digunakan 83,44 % untuk akses internet.

Smartphone sebagai senjata menyelesaian banyak aktivitas. Smartphone memenuhi banyak kebutuhan kita seperti memesan makanan, ngobrol, membeli tiket, internet bangking, media sosial, cari kerja, main game, edit foto dan lain-lain. Jumlah smartphone yang dimiliki orang sebagai berikut 1 smartphone 95,75 %, 2 smartphone 3,69 %, 3 smartphone 0,48 % dan lebih dari 3 smartphone 0,08 %. Jadi ada 4,25 % orang memiliki smartphone lebih dari satu.

Menurut Leslie Perlow, Ph.D dari Harvard Business School 70 % pengguna smartphone ketika bangun tidur pertama yang dilakukan adalah memeriksa smartphone. Begitu menarikkah smartphone?

Smartphone dapat membuat kecanduan. Smartphone dapat mengubah suasana hati dan menimbulkan perasaan bahagia. Naluri manusia yang selalu ingin tahu juga mempergaruhi. Sehingga setiap saat, setiap waktu manusia akan membuka smartphone yang dimiliki.

Aktivitas fisik akan mengalami penurunan jika asyik dengan smartphone. Ini membuat kurang baik bagi kesehatan khususnya jantung. Pola makan juga akan memperparah gangguan kesehatan. Risiko menjadi bertambah dengan stroke dan peluang serangan jantung lebih besar. Efek kurang aktivitas fisik lainnya adalah kegemukan atau obesitas.

Menurut Dr. Dicky Armenin Hanafy, SpJp (K) FIHA dari Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, gaya hidup dengan aktivitas fisik yang kurang juga bisa menjadi salah satu pencetus aritmia (gangguan irama jantung). Dan akan muncul penyakit-penyakit lain seperti diabetes, hipertensi dan paling parah aritmia.

Ciri-ciri kecanduan smartphone

  • Merasa kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari tanpa smartphone di genggaman.
  • Bersemangat ketika membawa smartphone
  • Smartphone sebagai hiburan
  • Tidak dapat lepas dari dunia maya atau sosial media yang dimiliki
  • Berusaha mengurangi membuka smartphone tetapi gagal terus.

Dari segi sosial kecanduan smartphone akan mengakibatkan penurunan empati (memahami dan merasakan yang dialami orang lain). Kecanduan smartphone juga mengurangi interaksi sosial dan mengurangi keakraban bersama keluarga. Smartphone seperti pisau bermata dua, dapat memberikan manfaat dan dapat berdampak negatif.

Dengan smartphone membuat orang menjadi malas untuk berkomunikasi langsung atau tatap muka. Komunikasi menjadi lebih menyenangkan dengan teman secara online. Maka sebaiknya kita harus bijaksana dalam menggunakan smartphone.

Sehingga tidak mengganggu kehidupan sosial kita. Sadar tempat dan kondisi yang tepat menggunakan smartphone. Mulai mengurangi pemakaian smartphone secara bertahap. Misalnya menonaktifkan smartphone ketika libur kerja.

Memperbanyak olahraga atau menekuni hobi untuk menghindari membuka smartphone. Berinteraksi dengan komunitas-komunitas yang sesuai hobi kita. Lebih seru bertemu dengan teman-teman secara langsung.

Berkumpul dengan keluarga secara langsung. Istri, anak-anak, orang tua membutuhkan interaksi dengan kita secara langsung. Simpan smartphone anda, saatnya menumbuhkan kehidupan nyata. Mulai dari sekarang kurangi penggunaan smartphone demi kesehatan dan interaksi sosial dengan lingkungan sekitar.

Staf Badan Penjaminan Mutu

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…