Kamis, Januari 28, 2021

Buah Hati Ahok dan Kisah Hukuman Arjuna

Generasi Selektif Tangkal Hoax

Dewasa ini, banyak penyebaran berita-berita hoax tidak bertanggungjawab yang diterima dengan mudahnya oleh masyarakat Indonesia. Kenapa berita hoax ini dapat menyebar begitu mudahnya? Tentu saja,...

Merdeka dari Kebencian

Akhir Desember 2015, BBC melaporkan, di tahun yang sama adalah tahun kebencian bagi Inggris. 2015: The Year that Angry Won The Internet, begitu bunyi judulnya. Laporan...

Dehumanisasi Pendidikan Indonesia

Perlu kita refleksikan kembali bahwa tujuan awal pendidikan di Indonesia digambarkan oleh Bapak Pendidikan kita yaitu Ki Hajar Dewantara, bahwa “Pendidikan adalah untuk memanusiakan...

Suka Baperan di Facebook

Diantara cara membahagiakan orang lain yang tak butuh modal materi adalah senyum, bahkan katanya senyum itu sedekah. Dalam dunia bermedia sosial yang tak membutuhkan perjumpaan...
Damar Senoaji
Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya

Kabar baik datang dari keluarga Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa Ahok. Mantan Gubernur DKI Jakarta yang sekarang menjabat sebagai salah satu komisaris di Pertamina tersebut dikaruniai seorang anak laki-laki dari pernikahannya dengan Puput Nastiti Devi. Bayi laki-laki tersebut sekaligus menjadi putra keempat Basuki setelah sebelumnya sudah mempunyai tiga orang buah hati.

Putra Basuki yang baru saja lahir diberi nama Yosafat Abimanyu Purnama, yang menarik adalah pemberian nama ‘Abimanyu’ pada anak tersebut. Abimanyu sendiri adalah putra dari tokoh epik tenar India, Mahabharata, yakni Arjuna dengan salah satu istrinya, Subadra.

Dalam foto yang viral beredar di jejaring sosial, tampak hadir menjenguk, Djarot Saiful Hidayat yang menjadi tandem Basuki tatkala menjalankan tugas sebagai Gubernur DKI Jakarta periode tahun 2015 hingga 2017.

Ketika diwawancarai oleh liputan6.com, Djarot turut menjelaskan arti nama Abimanyu yang diberikan pada putra Basuki yang baru lahir, “Diberi nama Abimanyu. Itu anaknya Arjuna dengan Subadra.

Artinya, Abi itu berani. Maka diharapkan dia menjadi anak yang berani tapi tutur katanya santun, tenang dan membela kebenaran. Itu (arti) nama Abimanyu,” tutur Djarot.

Kisah cinta Arjuna dengan Subadra tidak berjalan mulus layaknya perjodohan antar keluarga bangsawan, Arjuna sendiri sebelum menikahi Subadra terlebih dahulu menjalani hukuman bertapa mengasingkan diri sebagai pertapa selama bertahun-tahun. Tradisi menyebutkan bahwa Arjuna mempunyai senjata busur panah sakti pemberian Dewa Agni yang bernama Busur Gandiwa.

Busur Gandiwa tersebut diletakkan Arjuna di kamar Drupadi, istri Arjuna dan keempat saudaranya yang lain. Mahabharata menceritakan bahwa Drupadi menjalankan pernikahan poliandri dengan lima Pandawa karena sebelumnya mematuhi dawuh Ibu Ratu Kunti (ibu para Pandawa), yang tidak sengaja memerintahkan kelima putranya untuk membagi rata Drupadi.

Untuk menjaga kesucian Drupadi, para Pandawa membuat kesepakatan bahwa selama satu tahun, hanya satu orang saja di antara mereka yang boleh masuk ke kamar Drupadi di Kerajaan Indraprastha (versi Jawa: Amarta). Jika ada yang melanggar, maka anggota Pandawa tersebut harus mengasingkan diri bertapa selama bertahun-tahun.

Pada suatu saat, ada versi yang mengatakan bahwa Arjuna mendapatkan laporan dari para pendeta bahwa perguruan mereka diserang oleh raksasa. Versi lain mengatakan bahwa sapi persembahan untuk upacara Rajasuya Indraprastha diganggu oleh Raja Ular, Taksaka. Di Indraprastha, hanya Arjuna yang mempunyai kemampuan untuk mengusir raksasa maupun siluman.

Arjuna terpaksa nekat masuk ke kamar Drupadi untuk mengambil Gandiwa. Padahal pada tahun tersebut, hanya Yudhistira yang mempunyai hak untuk masuk ke kamar Drupadi. Arjuna memasuki kamar permaisuri saat Yudistira dan Drupadi tengah berduaan bermain dadu.

Setelah mengusir raksasa, Arjuna kembali ke Indraprastha dan memohon maaf kepada kakaknya, Yudhistira, dan pada Drupadi. Yudhistira dan Drupadi memaafkan tindakan Arjuna, namun kedua pihak berkomitmen bahwa hukuman akan tetap dijalankan demi memberikan contoh bagi masyarakat.

Arjuna menjalani hukuman mengelilingi daratan India Kuno dan singgah di tempat-tempat suci untuk membersihkan jiwa, menyempurnakan hukuman sebagai perjalanan spiritual. Dalam perjalanan tersebut, Arjuna menikahi dua orang putri, yakni Ulupi dan Citrangada.

Di akhir masa hukumannya, Arjuna memutuskan untuk singgah di Dwaraka, yang menjadi kerajaan tempat sepupu dari pihak ibu sekaligus sahabat dari Arjuna, yakni Krisna.

Krisna menyarankan Arjuna untuk menikahi adik tirinya, Subadra. Subadra sendiri sudah dijodohkan dengan Duryudana, sepupu Arjuna dari pihak ayah. Krisna lebih menginginkan Subadra menikah dengan Arjuna.

Akhirnya dengan saran dari Krisna, Arjuna menculik Subadra dan kemudian menikahinya. Setelah menjalani hukuman dan berkelana melaksanakan perjalanan spiritual. dari pernikahan Arjuna dengan Subadra lahir seorang putra yang diberi nama Abhimanyu.

Basuki Tjahaja Purnama sendiri belum lama ini bebas dari tahanan setelah menjalani hukuman pidana akibat kasus penodaan agama yang menjeratnya pada tahun 2017 lalu. Karena statusnya sebagai narapidana berkekuatan hukum tetap, Basuki harus rela jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta dicopot.

Ahok divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara akibat ucapannya yang dinilai menyudutkan agama tertentu tempo hari dalam pidatonya di Kepulauan Seribu.

Kasus penodaan agama oleh Basuki sendiri sempat menyita perhatian publik untuk waktu yang cukup lama dan mengakibatkan polarisasi kuat pada situasi dan kondisi sosial di masyarakat.

Setelah menjalani masa-masa hidup yang berat dan balada perceraian, kini senyuman kembali terpapar di bibir pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur tersebut.

Setelah menyelesaikan masa hukumannya, Basuki menikahi Puput Nastiti Devi, dan pagi ini seorang putra lahir dari buah cinta keduanya. Pemberian nama ‘Abimanyu’ pada putra Basuki dan Puput menyiratkan bahwa Basuki menyamakan dirinya dengan Arjuna yang akhirnya memperoleh kebahagiaan dan kedamaian jiwa kembali setelah menjalani hukuman dan masa-masa sulit.

Basuki seperti menganggap bahwa selama mendekam di tahanan, ia juga mengalami pembersihan jiwa dan perenungan spiritual seperti yang dilakoni Arjuna dalam masa pengasingan ke tempat-tempat suci di India Kuno dan pada akhir masa hukumannya menikah dengan Putri Subadra dan mempunyai anak dengan nama Abimanyu.

Amat mungkin Basuki merasa bahwa nuraninya telah dibersihkan serta disucikan dan menyejajarkan hukuman yang dialaminya dengan perjalanan spiritual Arjuna yang juga dilakoni dalam rangka melaksanakan hukuman dari Yudhistira, kakaknya sendiri.

Perjalanan hidup memang sukar diduga, hari kemarin menyuapkan sepotong daging ke dalam mulut, hari ini menelan remahan biji-bijian. Sekali lagi, selamat kepada keluarga BTP atas kelahiran putra yang diharapkan dapat mengharumkan nama ayahnya seperti Abimanyu yang mengguncang padang Kurusetra dengan hempasan panah-panah yang melesat dengan diiringi doa dan harapan.

Damar Senoaji
Alumni Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Roman Abramovich, Alexei Navalny, dan Premier League

Industri olahraga, khususnya sepakbola, telah mengalami perkembangan pesat. Mulai dari segi teknis maupun non-teknis. Mulai dari aktor dalam lapangan hingga pemain-pemain di belakang layar....

Perempuan dan Politik

Politik selalu identik dengan dunia laki-laki, dengan dunia kotor, tidak pantas untuk perempuan masuk kedalam ranah tersebut. Politik selalu identik dengan sesuatu yang aneh...

Karakteristik Milenial di Era Disrupsi

Dewasa ini, pemakaian istilah Disrupsi masih terdengar asing oleh kaum muda atau generasi milenial sekarang. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan disrupsi?. Jika kita...

Hak Cipta dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan terjemahan dari Intellectual Property Right (IPR), sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan Agreement Establishing...

Pengalaman Mantan Pasien Wisma Atlet

Ibu Mawar ingin memberi cerita pengalamannya yang dialami ia dan keluarga dalam menghadapi karena mengidap Covid 19 yang sempat dirawat di Wisma Atlet serta...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.