Rabu, April 14, 2021

Bradley Lowery dan pelajaran bagi para pecundang

Makna Spiritual dan Sosial Idhul Adha

Hari Raya Idul Adha merupakan momentum pengorbanan personal seorang muslim kepada Allah SWT, seperti dicontohkan Nabi Ibrahim AS terhadap putranya Ismail. Allah SWT mengabadikan...

Scholar-Activist Sebagai Paradigma, Sebuah Refleksi

Peran akademisi di masyarakat selalu menjadi objek yang diperdebatkan. Banyak yang mengkritik Universitas sebagai menara gading dengan ilmu pengetahuan yang bergerak lamban dalam pusaran...

Perempuan dan Politik: Pentingkah Perempuan di Parlemen?

Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia telah menetapkan Daftar Caleg Tetap (DCT) DPR, pada tanggal 20 september 2018. Tercatat sebanyak 7968 calon dalam keputusan KPU...

Pilgub Sumatera Utara Memanas, Djarot Muncul Dalam Gelanggang

Genderang Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2018 telah ditabuh, membuat situasi kian dinamis dan suhu politik meningkat di tingkat grassroot. Bahkan beberapa pengamat meyakini bahwa...

Seniman kesohor di tanah Inggris bernama Banksy sempat berkata begini. “Percaya pada takdir hanya untuk pecundang. Itu adalah cara bagi pecundang untuk mencari alasan untuk menunggu, alih-alih membuat inginnya menjadi nyata.” Meski terdengar kontroversial, ia benar. Berapa banyak manusia yang pasrah saat ditimpa musibah? Atau menyerah begitu saja di kala ada rintangan menghalanginya mencapai inginnya? Para pecundang, bisa anda temukan di mana saja.

Akan tetapi, yang jelas Bradley Lowery bukanlah seorang pecundang. Bayangkan di usia anda yang baru 18 bulan anda sudah harus bergulat melawan kanker neuroblastoma. Sebuah penyakit langka di mana paling memungkinkan terjadi pada bayi dan balita. Setiap tahunnya, ada 100 orang pengidap penyakit ini di Inggris. Serta penyebabnya masih tidak diketahui hingga saat ini begitupula pengobatan paling tepatnya harus bagaimana.

Bayangkan sejak kecil, anda sudah harus menikmati perihnya menyaksikan orang tua anda sendiri berusaha sangat keras menipu anda dengan senyum palsu di wajahnya. Bayangkan wajah dokter yang mendiagnosis anda, dan bualan-bualannya dengan berkata anda akan baik-baik saja. Bayangkan tetangga anda, lingkungan anda, dan wajah iba mereka saat melihat wajah anda. Bayangkan anda di usia muda sudah harus berurusan dengan itu semua.

Bradley memiliki alasan untuk menyerah pada hidupnya sendiri. Saya bahkan tidak bisa membayangkan apa yang saya lakukan jika saya berada di posisi Bradley. Tapi Bradley… ia tidak lakukan cara itu. Ia menunjukkan kualitasnya yang berbeda dengan yang lain.
Lalu apa yang dilakukan Bradley sehingga ia menginspirasi? Ia… ia menolak untuk dikasihani.
Mungkin ada momen di mana Bradley sendiri memikirkan ia hadir di kehidupan ini sebagai suatu kesalahan. Tapi ia adalah contoh nyata mengapa kita tidak harus menerima nasib kita begitu saja selama kita pikir masih ada yang bisa kita upayakan. Apakah Bradley, selama hidupnya, tahu bahwa kemungkinan besar ia takkan berumur panjang? Saya rasa, ia tahu soal ini.

Namun Bradley, saat ia muncul di kamera dan diliput oleh berbagai media Inggris, menunjukkan semangatnya untuk bertahan hidup. Semangatnya untuk menikmati hidup ini selagi sempat. Dan semangatnya untuk bisa membuat orang-orang Inggris sayang padanya.
Atas kualitas dirinya ini, BBC Sport menyematkan dirinya sebagai Personality of The Year. Juga para penggemar sepak bola di seluruh dunia mengirimkan ia 250 ribu kartu ucapan natal agar ia tetap menginspirasi. Sempat menjadi maskot dalam pertandingan Everton. Di Timnas Inggris.

Hingga tim kesayangannya, Sunderland. Bertemu pemain bintang di Premier League. Serta menjadi sahabat karib dari idolanya Jermain Defoe. Orang-orang juga suka berada di sekelilingnya. Mereka mendonasikan uangnya dalam kampanye Bradley’s Fight.
Bradley adalah wujud nyata bahwa dalam hidup usaha kita bisa berhasil, bisa pula gagal. Tapi bukan pada hasil menjadi poinnya. Karena mau sekecil apapun usaha kita, kita selalu temukan alasan untuk menyerah dan gagal. Hidup, lagipula, selalu berusaha menerjang kita. Anda kira di saat kita sudah jatuh hidup usai menerjang? Tidak, kawan… Hidup akan menerjang anda sehingga anda merasa sangat sakit seperti habis berkelahi dengan Brock Lesnar.

Tapi sebagai manusia, kita harus selalu mau mencoba. Karena seperti kata Buya Hamka, “jika hidup hanya sekedar hidup, kerbau juga bisa begitu.” Manusia selalu memiliki kapabilitas untuk melawan rasa ragunya sendiri. Menantang nasib (dalam artian, berani untuk berikhtiar sehingga pada akhirnya Tuhan memberikan apa yang kita inginkan). Karena dalam jiwa manusia selalu ada jiwa pertarung.

Itulah sebabnya mengapa manusia bisa sampai ke bulan. Menciptakan teknologi mutakhir. Hingga menemukan hal-hal yang menjadi tren tapi tidak penting seperti Fidget Spinner. Semuanya adalah hasil melawan keraguan. Keberanian melawan keraguan tidak selalu dibayar dengan kesuksesan. Bradley tahu itu. Tapi ia bertarung dan berjuang mendapatkan apa yang anda inginkan karena ia ingin berdamai dengan dirinya sendiri. Ia ingin berdamai dengan perandaian-perandaian atas hal-hal yang seharusnya ia lakukan tapi ia tidak lakukan. Ia ingin berdamai atas pikiran buruk yang mengganggu kepalanya.

Ia ingin menikmati hidupnya, tanpa keraguan. Dan sekarang ia menikmati itu. Ia tenang di surga, dan surga memang tempat untuk para pemenang. Beruntunglah ia.

Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.