Sabtu, Oktober 24, 2020

Big Data dan Manfaatnya bagi E-Commerce

Kegagalan Melki Membaca Made Supriatma

Malam ini agenda saya untuk istrahat sejenak memeras otak untuk berpikir dan menjauhkan sejenak mata saya yang mulai rabun akibat terlalu lama terpapar layar...

E-KTP, Lintah di Senayan, dan Alarm Keindonesiaan

Sebuah kabar buruk berhembus dari kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 6 Maret 2017, KPK mengumumkan sebuah dokumen dakwaan yang merincikan bahwa uang negara sebesar...

Nostalgia Dinasti Politik Pemimpin Negara

Pasca bergulirnya reformasi 1998, khususnya dengan terbitmya UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah serta peraturan-peraturan pemerintah yang...

Game of Thrones dalam Pidato Jokowi, Ironi!

Dalam forum IMF-WB di Bali, baru-baru ini, Jokowi berpidato dengan menggunakan analogi serial Game of Thrones atas fenomena perang dagang yang terjadi di dunia...
Indah Mustikasari
An observer-thinker.

Konsep big data semakin santer digaungkan seiring dengan perkembangan teknologi. Kini data bukan lagi hal yang eksklusif bagi pihak yang terbiasa menangani bidang eksakta, tapi juga mulai dipelajari oleh mereka yang bekerja di bidang non-teknis.

Seiring tumbuhnya ekosistem bisnis berbasis online seperti e-commerce, pengolahan big data yang layak menjadi salah satu sorotan utama untuk menganalisis kebutuhan dan keputusan yang tepat. Diyakini pengolahan yang tepat akan memberikan akurasi yang tinggi untuk memprediksi tren pasar dan bagaimana cara untuk mencari peluang untuk mengembangkan bisnis.

Di dunia e-commerce sendiri, big data memegang peran penting untuk menganalisa konsumen, operasional, potensi pasar, hingga inovasi produk. Analisa data ini dapat memberikan framework secara keseluruhan mengenai profil konsumen dan potensi apa yang dapat digali sebagai strategi pengembangan bisnis.

Salah satu implementasinya, data konsumen dikumpulkan dari interaksi mereka di dalam website e-commerce yang kemudian dianalisa untuk memaksimalkan strategi konversi penjualan.

Tidak hanya strategi yang semakin inovatif, investasi dalam pengolahan data ini juga menjanjikan efisiensi, meningkatkan profit, dan juga loyalitas konsumen.

Berikut beberapa analisa data yang dapat menunjang strategi e-commerce:

Meningkatkan Pengalaman Belanja Konsumen

Salah satu hal krusial untuk meningkatkan loyalitas konsumen adalah dengan memberikan pengalaman belanja yang memuaskan.

Contohnya, saat konsumen mengunjungi sebuah website, mereka tidak hanya berniat untuk langsung berbelanja, tapi juga mencari-cari insight produk apa yang kira-kira mereka butuhkan. Dengan data, pelaku e-commerce dapat memberikan rekomendasi produk yang sesuai dengan minat konsumen berdasarkan histori pencariannya.

Tidak hanya itu, analisa data juga berguna untuk mengevaluasi alur belanja konsumen dari mereka datang hingga keluar dari website. Contohnya adalah mengavluasi testing yang dilakukan untuk mengetahui mana fitur yang paling nyaman digunakan oleh konsumen. Misal interaksi filter yang seperti apa yang paling digunakan, apakah navigasi halaman sudah cukup jelas bagi mereka, dan sebagainya.

Kepuasan pengalaman belanja konsumen tentu sangat berpengaruh bagi keputusan mereka untuk kembali ke e-commerce tersebut atau tidak.

Personalisasi Belanja Berdasarkan Minat Konsumen

Sejalan dengan meningkatkan pengalaman belanja, data yang terkumpul di dalam platform e-commerce juga bisa memberikan strategi promosi yang lebih baik dengan melakukan personalisasi belanja.

Misal, data histori konsumen yang sudah terdaftar pada analisis kategori produk apa yang paling diminati. Ketika sedang ada promosi belanja online seperti 11/11 atau Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional), pelaku e-commerce bisa melakukan personalisasi untuk hanya memberikan diskon-diskon yang relevan bagi konsumen terdaftar.

Channel yang paling umum untuk mendistribusikan personalisasi diskon/promosi ini adalah melalui EDM, sosial media, dan notifikasi mobile app. Dengan memberikan promosi yang relevan kepada target sasaran yang tepat tentu menjadi strategi yang paling efektif untuk memaksimalkan konversi pembelian.

Meningkatkan Inovasi E-commerce

Inovasi merupakan harga mati di dalam bisnis untuk tetap fleksibel terhadap perubahan tren yang ada. Inovasi juga bertindak untuk meramalkan kondisi pasar ke depannya dan menjaga konsumen agar tetap loyal.

Dengan analisa big data, bisnis e-commerce dapat melihat kecenderungan konsumen di waktu-waktu tertentu. Kecenderungan perilaku inilah yang dimanfaatkan untuk menggagas inovasi yang lebih tepat sasaran.

Misalnya, jika dulu diskon konvensional hanya berupa potongan harga, sekarang promosi menjelma menjadi bentuk-bentuk yang inovatif dan engaging, seperti promo cashback, flash sale, kuis di sosial media, hingga games di dalam aplikasi.

Terbukti, berdasarkan studi Snapcart di bulan Ramadan lalu menemukan bahwa 33 persen konsumen menyukai promo cashback, 22 persen menyukai flash sale, 21 persen games di dalam aplikasi (contoh: shake-shake), dan 17 persen diskon konvensional.

Data Snapchart tersebut menunjukkan bahwa inovasi sangat penting dilakukan untuk menjaga engagement konsumen. Perilaku belanja konsumen pun tidak serta merta stagnan tapi akan terus berubah seiring dengan perkembangan jaman. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah pelaku e-commerce untuk tetap relevan.

Perang Strategi E-commerce yang Kian Sengit

Indonesia adalah negara dengan pasar online terbesar di Asia Tenggara. Tidak heran banyak pemain e-commerce yang begitu agresif untuk menarik pelanggan.

Tren belanja online semakin meningkat tiap tahunnya, tidak hanya dipengaruhi oleh kemelekan pengguna terhadap teknologi dan pembayaran online, tapi juga eksposur promosi besar-besaran dari pelaku e-commerce.

Kemajuan e-commerce ini memang diprediksi akan terus naik dari tahun ketahun. Bahkan Chief Marketing Officer Lazada, Achmad Alkatiri, kepada Okezone.com memperkirakan kejayaan toko online akan berlangsung 2-3 tahun mendatang.

Perang strategi pun kian sengit mengingat banyaknya pesta belanja online akhir tahun seperti 11/11 atau Single’s Day, 12/12 atau Harbolnas, dan juga promo Natal dan Tahun Baru. Setidaknya, bagi Lazada yang kerap berada di urutan lima besar Peta E-commerce Indonesia, pasti sudah menyiapkan amunisinya untuk menarik pengunjung sebanyak-banyaknya.

Kreatifitas memang penting untuk menciptakan strategi marketing dan promosi yang wow dan booming. Namun dengan mengadopsi peran big data, pelaku e-commerce dapat memutuskan lebih akurat mana strategi yang paling efektif dari segi cost untuk memaksimalkan potensi keuntungan setinggi-tingginya.

Bagi pelaku e-commerce besar, pemanfaatan big data mungkin bukanlah hal yang baru. Namun ini menjadi tantangan besar bagi pemain kecil dan para pemula, karena dibutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur dalam mengumpulkan data dan menganalisanya.

CEO Blibli, Kusumo Martanto, menjelaskan kepada Dailysocial, bahwa infrastruktur dan SDM adalah tantangan utama bagi pelaku e-commerce untuk mengadopsi big data. Konsistensi dan kedisplinan pemanfaatan big data menjadi tantangan yang patut diberi perhatian lebih.

Selain itu investasi terhadap pengolahan data tentu dapat berbenturan dengan prioritas lainnya terutama bagi pemain kecil. Namun mengingat return yang menjanjikan untuk strategi bisnis yang lebih matang, tidak ada salahnya bila para pemain kecil untuk mulai mempelajarinya.

Meningkatnya awareness dalam pemanfaatan data pun diprediksi membuat setiap pelaku bisnis online tertarik untuk menguasainya, terutama untuk memprediksi tren pasar dan mengambil keputusan tepat untuk memenangi market share lebih banyak.

Peran big data ini juga merangsang inovasi layanan e-commerce yang lebih berkualitas dan meningkatkan competitive advantage. Persaingan e-commerce yang semakin bergengsi juga menumbuhkan ekosistem bisnis yang sehat dan mengurangi potensi monopoli pasar.

Pihak yang paling diuntungkan tentu tidak lain dan tidak bukan konsumen itu sendiri, karena memiliki banyak pilihan layanan berkualitas dengan kepuasan belanja online yang maksimal.

Indah Mustikasari
An observer-thinker.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Digitalisasi Bisnis Saat Pandemi

Pandemi Covid-19 telah mengubah secara drastis dunia usaha. Dari pasar, proses bisnis, sumber pendanaan, konsumen, tenaga kerja, tempat kerja, hingga cara bekerja, semuanya berubah...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor Bisnis di Indonesia

Sejak COVID-19 memasuki wilayah Indonesia pada Maret 2020, pemerintah mencanangkan regulasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) alih-alih menerapkan lockdown. PSBB itu sendiri berlangsung selama...

Disrupsi Perbankan Perspektif Ekonomi Islam

Disrupsi berasal dari bahasa inggris disruption yang memiliki arti sebagai: gangguan, kekacauan atau permasalahan yang kemudian mengganggu aktivitas, peristiwa ataupun proses. Sedangkan inovasi disruptif yaitu...

Pesan untuk Para Pemimpin dari Imam Al Ghazali

Dalam Islam, pemimpin mempunyai banyak istilah, di antaranya, rain, syekh, imam, umara’, kaum, wali, dan khalifah. Istilah rain merupakan arti pemimpin yang merujuk pada...

Gerakan Mahasiswa, Belum Beranjak dari Utopia?

Sampai hari ini retorika gerakan mahasiswa agaknya belum beranjak dari utopia yang meyakini perannya sebagai agen revolusioner yang mendorong perubahan. Sering kali retorika tersebut...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Gerakan Mahasiswa, Belum Beranjak dari Utopia?

Sampai hari ini retorika gerakan mahasiswa agaknya belum beranjak dari utopia yang meyakini perannya sebagai agen revolusioner yang mendorong perubahan. Sering kali retorika tersebut...

10 Profesi Keren di Sektor Pertanian

Saudara saya tinggal di sebuah desa lereng Gunung Sindoro. Dari hasil pertanian, dia sukses menyekolahkan salah satu anaknya hingga lulus paska-sarjana (S2) dalam bidang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.