Senin, Januari 18, 2021

Berwisata di Era New Normal

LSI Offside Survei Pemilih yang Jarang Salat

LSI sudah kebablasan dengan melakukan dan mempublikasikan hasil survei pemilih Muslim berdasar frekuensi salat, mereka offside. Ini sudah tidak benar. Tidak sopan. Melanggar privasi...

Karya Sastra dan Pengaruhnya dalam Hidup Manusia

Banyak orang lebih mengenal Wiji Tukul sebagai sastrawan revolusioner dengan karya-karyanya yang mengangkat isu-isu sosial, tetapi, hanya sedikit yang mengenal dia dengan membaca, mengilhami,...

Renungan Idul Adha 1441 Hijriah

Allahuakbar Allahuakbar Wa Lillahilaham Gema takbir meraimaikan langit-langit bumi, sebuah tanda akan perayaan akbar Idul Adha 1441 Hijriah. Tepat pada tanggal 31 Agustus 2020 umat...

Gilang ‘Bungkus’: Hukum vs Pelaku Kejahatan Seksual

Kasus kejahatan seksual yang masih terus eksis di Indonesia membuat pemerintah terutama aparatur hukum seharusnya lebih fokus secara legal membuat suatu undang-undang khusus kejahatan...
Putri Nashada
Penulis critical thinking text, novel online, & pemula (penulis muda) Instagram: @putrixnasha_

Pada saat ini kasus Covid-19 selalu naik setiap harinya. Ya, semua aktivitas atau kegiatan kita lakukan se-maximal mungkin di rumah saja. Mulai dari Sekolah, sampai kegiatan yang telah terencanakan sebelumnya mau tidak mau harus dilakukan di rumah saja.

Namun, sulitnya perekonomian Indonesia di tengah-tengah Pandemi ini membuat pemerintah kewalahan untuk menanganinya. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk berkegiatan kembali seperti semula dengan tajuk “New-Normal”yang mana seluruh masyarakat indonesia diperbolehkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan penting dengan catatan harus mengikuti protokol kesehatan.

“Apa saja sih protokol kesehatan yang harus kita patuhi di era New-Normal ini?”

Well, disaat melakukan kegiatan diluar rumah masyarakat wajib menggunakan masker yang higienis dan terjaga kebersihannya dan membawa hand-sanitizer kemana pun mereka pergi serta sering mencuci tangan agar tidak membawa virus kembali ke rumah. Selain itu, masyarakat wajib menjaga jarak dengan lawan bicara atau mengurangi interaksi dengan orang-orang yang ada diluar.

Maraknya era New-Normal ini membuat sebagian masyarakat Indonesia salah tanggap dalam menjalankannya. Padahal, kalau bisa dibilang era New-Normal ini dibuka untuk meningkatkan perekonomian Indonesia setidaknya 50% saja. Maka dari itu, Pusat Pembelanjaan mulai dibuka, Kantor Umum, Bank, dll.

“Bagaimana dengan Tempat Wisata?” 

Yup, sebagian Tempat Wisata pun mulai dibuka kembali seperti Kolam Renang, Pantai, Hotel, bahkan tempat-tempat transportasi yang mendukung seperti Bandara Udara, Stasiun KRL mulai dibuka kembali sejak beberapa bulan yang lalu.

Bedasarkan info yang saya cari tahu, setiap orang yang ingin berwisata keluar kota atau daerah wajib membawa hasil rapid dan swab test yang bersignifikat “Negative” dengan tubuh yang sehat atau tidak membawa sumber penyakit/virus datang.

Banyaknya masyarakat yang pergi berwisata atau liburan di tengah-tengah New Normal ini tidak sedikit meningkatkan kasus orang yang terpapar virus Covid-19 lho.

“Tapi bukannya dengan berwisata ke tempat yang telah dibuka selama New-Normal ini akan membantu perekonomian Indonesia juga ya?”

Memang sih, akan meningkatkan setidaknya sedikit perekonomian di negara kita. Tapi coba dipikir lagi deh, ribuan tenaga medis di luar sana sudah kewalahan menangani pasien yang terpapar virus Covid-19 ini, dan orang-orang diluar sana tetap pergi berwisata dengan tetap mematuhi protokol kesehatan

Menurut saya, New-Normal ini dilakukan karena untuk meningkatkan sedikit perekonomian Indonesia dengan se-minim mungkin. Jika jumlah masyarakat yang berwisata di era New-Normal ini melampaui batas atau bisa dibilang agak berlebihan, kapan selesainya virus Covid-19 ini?

“Tapi untuk sebagian artis atau influencer, mereka memang pergi berwisata karena pekerjaan mereka yang mengharuskan berwisata atau mengunjungi suatu tempat dan tentu saja membantu keuangan tempat wisata tersebut. ”

Wah, kalau boleh jujur hal-hal seperti ini sering saya dapatkan dari media dan sedang marak menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat Indonesia. Menurut saya, menaikkan ekonomi tidak mesti dengan beramai-ramai berwisata ke tempat dengan segrombolan banyak orang. Dari padangan saya sendiri banyaknya masyarakat yang menyalah gunakan kalimat “Berwisata untuk bekerja” atau “Berwisata untuk membantu ekonomi masyarakat” kadang agak sedikit melenceng. Kenapa? Karena sampai sekarang kasus orang yang terpapar Covid-19 semakin tinggi, dan bepergian di tengah-tengah New-Normal ini sudah agak berlebihan.

Maka dari itu, untuk siapapun yang membaca opini saya ini, saya harap kalian semua berada di situasi yang sehat dan baik-baik saja. Ayo sama-sama kita hilangkan ego kita untuk menurunkan kasus Covid-19 dengan cara mengurangi aktivitas diluar rumah dan lebih menjaga kesehatan pada diri kita sendiri. Bayangkan berapa orang yang mengurangi aktivitas atau kegiatan diluar rumah akan membantu banyaknya penambahan kasus Covid-19 ini, terima kasih.

Putri Nashada
Penulis critical thinking text, novel online, & pemula (penulis muda) Instagram: @putrixnasha_
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.