OUR NETWORK

Bermain Harga Tiket Pesawat

Namun sekarang tak ada lagi maskapai di bawah satu juta, rata-rata di atas satu juta.

Kebetulan saudaraku melakukan di pernikahan di Kalimantan Timur. Langsung cek harga tiket pesawat disebuah situs ternama. Keningku langsung berkerut melihat harga tiket pesawat yang lansung bikin menguras isi ATM. Harga biasa saya dapa 800- 00 ribuan paling murah. Namun sekarang tak ada lagi maskapai di bawa satu juta, rata-rata di atas satu juta.

Mungkin bagi kalangan menengah ke atas itu hal biasa kalau bedanya hanya 400 ribu atau 300 ribu, tapi karena kelasku hanya kelas menengah ke bawah, yang sukanya nogkrong di kopi sampai kemalaman hanya numpan wifi gratis, makanya penuh pertimbangan keras persoalan harga tiket pesawat yang naik beberapa persen.

Cek beberapa link berita dan berita ditelivisi, memang ini menjadi perbincangan hangat, baik kalangan yang rajin naik pesawat bahkan yang tak pernah naik pesawat pun ikut menanggapi kelonjakan harga tiket pesawat. Tanggapan para pengamat ekonomi dan politikus ikut menanggapi kelonjakan harga tiket, dengan berbagai tanggapan.

Sampai President angkat bicara soal kelonjakan harga tiket pesawat, kalau dipikir-pikir permasalahan ini hanya di alami oleh kalangan yang berekonomi kelas menengah ke atas, kalau orang yang takut ketinggian atau orang kampung kayak saya yang tinggal di daerah pedalaman tak begitu pusing persolan kelonjakan harga tiket pesawat, soalnya kalangan kami suka yang berombak asal sampai tujuan, naik kapal laut kendaraannya.

Presiden Joko Widodo memberikan inisiatif untuk memasukkan maskapai penerbangan Asing masuk ke Indonesia. Tak lama mengeluarkan statement tersebut, lansung reaksi sosial media langsung memberikan tanggapan miring, katanya pak President melakukan keberpihakan terhadap maskapai luar Negeri. Tanggapan mereka pun kebanyakan tidak didasari oleh analisis, tentang rencana kebijakan presiden mendatangkan maskapai asing masuk bersaing ditanah air.

Kenaikan harga tiket pesawat disebabkan permasalahan harga bahan bakar pesawat yaitu avtur, menurut ketua INACA IGN Akhsara Danadiputra sebagai ketua umum. Memang Avtur menjadi kompenen sampai 40% dari beberapa kompenen utama pada maskapai pernebangan, sehingga itulah yang menyebabkan harga tiket pesawat naik.

Bukah hanya bahan avtur saja yang jadi permasalahan kenaikan harga tiket pesawat, melainkan biaya operasional juga naik seperti leasing pesawat, maintenance dan lain lain memang menjadi lebih tinggi di tengah meningkatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat.  Itulah penyebab utama kelonjakan harga tiket pesawat menurut ketua INACA ( Indonesian National Air Carries Association) atau Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional.

Pesawat bukanlah peminat warga masyarakat Indonesia kebanyakan, lebih banyak memilih kapal laut untuk tujuan perjalanan menyebran pulau, seperti para TKI contohnya rata – rata menggunakan kapal laut karna harganya yang murah.

Data dari kementerian perhubungan tentang pengguna maskapai penerbangan 42 persen itu tujuannya keperluan dinas, 32 persen untuk kepentingan keluarga, 12 persen kegiatan binis dan 4 persen kepentingan lainnya. Keperluan dinaslah yang banyak menggunakan maskapai penerbangan, sementara keperluan dinas tersebut tidak dibayar secara pribadi, melainkan uang instansi.

Memang harga pesawat menggelisahkan, karna keperluan dinas lagi jadi pengguna utama kendaraan besi terbang ini. Sementara bila harga tiket pesawat naik dan sementara instasi naungan kepemerintahan sering melakukan dinas luar kota maka yang jadi beban anggaran negara, akan ditambahkan pada perjalanan dinas dan tentu siapa lagi akan menanggun itu semua, tentunya adalah kita sebagai warga masyarakat Indonesia, dan untuk teman-temanku dikampung cukup bermimpi sajalah menaiki besi terbang ini (pesawat).

Dibalik naiknya harga pesawat bukan hanya, didasari oleh biaya operasional, namun perlu juga dilihat persaingan maskapai pernebangan hanya ada dua perusahaan Lion Air dan Garuda. Bukankah dengan begini bisa jadi ada permainan yang cukup apik memainkan harga tiket pesawat.

Itulah sebabnya President Jokowi menginisiasi memasukkan maskapai asing masuk kedalam negeri demi untuk persaingan sehat, dalam lingkup usaha maskapai penerbangan. Harapannya, jika semakin banyak persaingan maka harga tiket pesawat pun akan turun.

Namun satu hal perlu di ingat bahwa persaingan maskapai asing masuk ke Indonesia tidaklah berjalan mulus bukan hanya dari segi prosedur, akan tetapi ketertarikan maskapai Asing masuk ke Indonesia.

Salah satu maskapai Asing yang sudah lama beroperasi yaitu Air Asia belum menjadi prioritas unggulan dalam persaingan maskapai di Indonesia. Sebaiknya kita harus cermat, melihat kondisi kenapa maskapai penerbangan harga tiketnya dinaikkan dengan alasan harga bahan bakar, sementara harga minyak dunia mengalami penurunan, sementara pajak disatukan, pajak bandara dan pajak harga tiket pesawat. Mungkin pembaca bisa menduga kenaikan harga tiket pesawat bisa dinalarkan sendiri.

Nama : Ikhlasul amal Musli alamat : Jl. Andi Mappijjalan, No.28 Kelurahan Loka, Kecamatan Ujung bulu, Kab. Bulukumba, provinsi sulawesi selatan hoby : lebih suka menulis, membaca buku, berita, dan opini public

TINGGALKAN KOMENTAR

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

    Processing files…