Banner Uhamka
Kamis, Oktober 1, 2020
Banner Uhamka

Yang Menyatukan

Debat Kandidat untuk Rakyat

Terus terang, saya salah seorang yang sampai detik ini belum memiliki kemantapan hati untuk mengunggulkan dan menentukan pilihan kepada salah satu dari kedua pasangan...

Ibn Khaldun Bapak Sosiologi Modern

Al-Muqaddimah adalah karya monumental yang ditulis oleh seorang filosof muslim abad XIV, ia adalah Ibn Khaldun. Al-Muqaddimah adalah karya klasik yang dapat ditengok dari...

Pasang Surut Kerja Sama IJEPA

Suatu negara harus mempunyai penghasilan dan tabungan yang besar untuk menunjang perekonomian negaranya. Sebuah investasi suatu negara bergantung pada besarnya tabungan negara itu sendiri,...

Sambut Pesta Demokrasi Nelayan Harus Bersatu

Tak bisa dielakan lagi bahwa saat ini kelompok besar lebih diperhitungkan dari pada kelompok kecil, sekalipun secara kualitas kelompok kecil tersebut jauh lebih baik....
Herlambang Dwi Prasetyo
Seorang Mahasiswa, Aktivis, dan Sociopreneur.

Perbedaan dalam beribadah adalah hal yang lumrah di Negara majemuk seperti Indonesia ini dan asas kita Pancasila telah berhasil menyatukan seluruh suku yang ada di Indonesia dengan 1 (satu) ideologi yaitu pancasila.

Di Indonesia sendiri terdapat beragam agama yang pastinya ibadahnya berbeda-beda bahkan dalam 1 (satu) agama pun terdapat juga perebedaan dalam cara melaksanakan ibadah, Bahkan menurut para peneliti Indonesia mengatakan bahwa Indonesia sangat kuat menampung keberagaman ini.

Seperti di Muhammadiyah dalam pelaksanaan ibadah memakai Himpunan Putusan Tarjih (HPT) yang dikeluarkan oleh Majlis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dan di Nahdatul Ulama pun memakai rujukan dari Bahtsul Masail.

Dengan adanya perbedaan ini jangan sampai membuat kita men-judge di luar golongan ibadah yang kita pahami itu salah. Bahkan dari zaman imam madzhab pun banyak perbedaan akan tetapi diantara mereka saling hormat dan tidak saling mencela apalagi zaman sekarang ini banyak kelompok yang suka mengkafir-kafirkan kelompok lain dan tidak bisa menerima perbedaan yang ada di Indonesia. Bahkan perbedaan ini adalah salah satu ciri khas di Indonesia.

Ibadah shalat, sesungguhnya shalat mencegah keburukan dan kemungkaran, akan tetapi sholat malah menjadi pemicu konflik. Hanya karena perbedaan sedikit seperti qunut atau tidak qunut, mengeraskan bacaan bismillah atau tidak, harus celana cingkrang atau tidak, dan masih banyak lagi permasalahan yang malah membuat orang-orang bermusuhan dan tidak jarang hingga melakukan pertumpahan darah karena masalah ini.

Padahal kita tahu bahwa, selama ada dalil yang memperbolehkan otomatis tidak masalah. Akan tetapi kurang kedewasaan dan pemaknaan membuat kita lupa akan hakikat sebuah ibadah.

Kemudian tujuan ibadah itu apa? Mari kita mengkaji maqosid dari ibadah. Ibadah itu adalah rahmat, di al-qur’an dikatakan bahwa islam itu adalah rahmattan lil alamin akan tetapi apakah sudah terasa rahmatnya atau orang-orangnya yang membuat Islam menjadi tidak rahmat? Rahmat sendiri adalah cinta dan kasih sayang dalam bentuk nyata, sesuai dengan kebutuhan, dan akan terbentuklah kehidupan toyiban. Toyib: Baik di indra, di jiwa, di dengar, dan lain-lain.

Jika ibadah dikaji melalui fiqih semata memang rentan menimbulkan perbedaan kemudian memunculkan konflik kecil maupun besar, Coba islam dikaji melalui berbagai macam cabang ilmu, jangan hanya syariah bersifat hukum karena hukum itu hanya membahas benar dan salah.

Bahkan pada awal Islam masuk ke Jawa, dikatakan bahwa belajar jadi manusia dulu baru belajar agama, yang artinya kemanusiaan adalah hal yang penting. Bahkan banyak yang beragama tapi tidak memiliki sifat manusiawi.

Pancasila adalah wadah, apakah NKRI selamanya akan terus menjadi bentuk negara seperti ini? Apakah NKRI akan kuat menampung keberagaman ini. Menurut saya akan kuat, selama masyarakat Indonesia tetap menjaga nilai-nilai Pancasila.

Di Al-qur’an negara disebut baldah bukan daulah, baldah adalah peradaban sedangkan daulah adalah pergantian kepemimpinan dan paham Indonesia adalah pancasila bukan khilafah yang digembor-gemborkan kelompok yang ingin memecah belah Indonesia.

Mari bersama-sama kita rakyat Indonesia menjaga persatuan Indonesia dan melawan segala bentuk perbuatan yang ingin memecah belah dan merugikan Negara Indonesia seperti terorisme, separatism, korupsi, kolusi, nepotisme, dan kejahatan-kejahatan lain yang tidak mencerminkan nilai-nilai yang ada di pancasila.

Herlambang Dwi Prasetyo
Seorang Mahasiswa, Aktivis, dan Sociopreneur.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Dua Perwira di Bawah Pohon Pisang (Kenangan Kekejaman PKI di Yogya)

Yogya menangis. Langit di atas Kentungan muram. Nyanyian burung kutilang di sepanjang selokan Mataram terdengar sedih. What's wrong? Ono opo kui? Rakyat Ngayogyakarta risau, karena sudah...

Pilkada dan Pergulatan Idealisme

Invasi Covid-19 memang tak henti-hentinya memborbardir aspek kehidupan manusia secara komprehensif. Belum usai kegamangan pemerintah terkait preferensi mitigasi utama yang harus didahulukan antara keselamatan...

Menimbang Demokrasi di Tengah Pandemi

Dibukanya pendaftaran peserta pilkada dari tanggal 4 – 6 September lalu diwarnai oleh pelbagai pelanggaran yang dilakukan oleh bakal calon peserta pilkada. Pelanggaran yang...

The Social Dilemma, Algoritma Media Sosial Manipulasi Pengguna

Di masa pandemi virus corona, kita sangat bergantung pada perangkat-perangkat lunak agar kita tetap bisa berhubungan dengan teman, keluarga dan rekan kerja yang tidak...

ARTIKEL TERPOPULER

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Narasi – Narasi Seputar G-30S 1965

Hingga hari ini, masih banyak masyarakat awam yang percaya bahwa dalang utama dibalik peristiwa G30S adalah PKI. Kepercayaan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kampanye...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

PKI, HMI, dan NU

Saya pernah membuka kliping koran Kedaulatan Rakyat (KR) tahun 1965-an, dari Januari sampai 30 September di Perpus DIY, Malioboro, tahun 2018. Waktu itu saya...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.