Jumat, Desember 4, 2020

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

Habib Pulanglah, Kami Merindukanmu!

Kasus yang sedang dihadapi Imam besar FPI Habib Raziek Syihab begitu menyita perhatian publik. Banyak kalangan yang beranggapan bahwa Habib takut pulang karena kasus...

Gajah Mada: Si Dewa Mabuk?

Dari namanya saja Gajah Mada bisa diartikan sebagai seorang yang jagoan minum-minuman keras. Mada dalam  bahasa Jawa Kuno berarti mabuk.  Gajah Mada karena itu...

Pasang Surut Kerja Sama IJEPA

Suatu negara harus mempunyai penghasilan dan tabungan yang besar untuk menunjang perekonomian negaranya. Sebuah investasi suatu negara bergantung pada besarnya tabungan negara itu sendiri,...

Menggali Kembali Manifes Kebudayaan

Kami para seniman dan cendekiawan Indonesia dengan ini mengumumkan sebuah Manifes Kebudayaan yang menyatakan pendirian, cita-cita dan politik Kebudayaan Nasional kami.Bagi kami kebudayaan adalah...
Khalqinus Taaddin
Pengarang. Menulis 3 buah buku yang berjudul Kegelisahan Dalam Kesendirian, Serba Serbi, dan Glapisme.

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan didominasi oleh konflik antar-bangsa dengan peradaban yang berbeda, lebih lanjut Huntington menegaskan, sumber konflik dunia di masa depan datang tidak lagi berupa ideologi atau ekonomi, akan tetapi budaya.

Konflik tersebut pada gilirannya akan menjadi gejala terkuat yang menggantikan polarisasi ideologi dunia ke dalam komunisme dan kapitalisme, bersamaan dengan runtuhnya struktur politik mayoritas Negara-negara Eropa Tilmur.

Samuel Phillips Huntington merupakan seorang ilmuan politik Amerika Serikat. Huntington ialah guru besar sekaligus ketua jurusan ilmu politik di Universitas Harvard dan ketua Harvard Academy untuk kajian Internasional dan Regional di Weatherhead Center International Affairs.

Alasan Huntington menegaskan mengapa politik dunia di masa depan akan berbenturan antar peradaban ialah dengan alasan, 1). Adanya perbedaan di antara peradaban tidak saja nyata, tetapi sangat mendasar, dalam artian hal yang mendasari perbedaan itu ialah masyarakat dengan pandangan hidup yang berbeda tentang relasi baik antara Tuhan dan Manusia, dan juga termasuk perbedaan budaya, tradisi dan etnis.

2). Dunia semakin mengecil. Dalam hal ini dimana interaksi di antara masyarakat dan peradaban yang berbeda terus meningkat, semakin interaksi itu berlangusng intensif, semakin menguat kesadaran akan peradaban sendiri dan semakin sensitif terhadap perbedaan yang ada antara peradabannya dengan peradaban lainnya.

3). Proses modernisasi ekonomi dan perubahan sosial di seluruh dunia telah mengakibatkan tercrabutnya masyarakat dari akar-akar identitas lokal yang telah berlangsung sangat lama. 4). Semakin berkembangnya kesadaran-peradaban (Civilization Consciousness) akibat peran ganda dunia Barat, dalam artian semakin kuat rasa cinta terhadap suatu keyakinan atas identitas peradaban yang telah lama berlangsung. 5).

Karakteristik dan perbedaan kultur antar peradaban non-Barat dan peradaban Barat semakin mengeras. Hal ini menyebabkan semakin sulitnya kompromi dan upaya-upaya perbaikan hubungan-hubungan di dalam peradaban dalam kerangka kultural di bandingankan dengan mengkompromikan karakteristik dan perbedaan politik serta ekonomi. 6). Regionalisme ekonomi semakin meningkat, dimana kerjasama antar negara-negara regional semakin meningkat.

Peradaban ialah suatu kehidupan yang di dalamnya Budaya, Sosial-politik, Ekonomi beserta elemen yang lainnya yang terus bertransformasi dan berkembang. Huntington menyebutkan ada delapan peradaban besar yaitu :Barat, Konfusius(Konfusianisme), Jepang, Islam, Hindu, Slavik, Amerika Latin dan Afrika.

Setelah Perang Dingin yang di menangkan oleh Amerika Serikat (Blok Barat), Peradaban Islam berkoalisi dengan Konfusius (China) untuk melawan Barat, Huntington menyebut ini ialah Perang Dingin Babak II. Peradaban Islam yang di hegemoni oleh Barat sehingga akan berkoalisi untuk melawan Barat sehingga terjadinya Benturan Peradaban.

Kemudian muncul sebuah pertanyaan, vis a vis yang mana nanti akan saling berbenturan ?, Huntington menjawab pertanyaan ini, mereka meramalkan bahwa potensi konflik yang akan mendominasi dunia masa datang bukan di antara kedelapan peradaban tersebut, tetapi antara Barat dan Peradaban lainnya. Sedangkan potensi konflik paling besar yang akan terjadi adalah antara Barat dan koalisi Islam-Konfusius.

Dengan paparan ilmiah yang lumayan berbobot, Huntington meyakinkan bahwa pada dasarnya benturan antar peradaban masa depan akan terjadi karena tiga hal pokok: Hegemoni-Arogansi Barat, Intoleransi Islam, dan Fanatisme Konfusionis. Dengan hal ini wajar jika Huntington di anggap sebagai “Provokator Peradaban”, dan di hadiahi “Nobel Peperangan”.

Khalqinus Taaddin
Pengarang. Menulis 3 buah buku yang berjudul Kegelisahan Dalam Kesendirian, Serba Serbi, dan Glapisme.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pilkada yang Demokratis

Tidak terasa pergelaran pemilihan kepada daerah yang akan dilaksankan pada 9 Desember mendatang sebentar lagi akan dijalankan. Pilkada serentak dilaksanakan di 270 daerah di...

DPRD DKI; Kembalilah Menjadi Wakil Rakyat!

Saya terhenyak ketika mendapat informasi perihal naiknya pendapatan langsung dan tidak langsung anggota DPRD DKI Jakarta tahun anggaran 2021. Berdasarkan dokumen Rencana Kerja Tahunan...

Meneguhkan Keindonesiaan di Tengah Pandemi

Sejak diumumkannya kasus pertama covid 19 di Indonesia pada bulan Maret 2019 silam, perjalanan kasus ini tidak pernah surut. Memasuki bulan Oktober 2020 justru...

Upah Minimum atau Upah Maksimum?

Belakangan ini demo buruh tentang upah minimum mulai sering terdengar. Kenaikan upah minimum memang selalu menjadi topik panas di akhir tahun. Kini menjadi semakin...

Menjatuhkan Ganjar-Jokowi dengan Satu Batu

Saya sebenarnya kasihan dengan Jokowi. Sejak beberapa hari yang lalu organ di bawahnya terlihat tidak bisa kerja. Misalnya soal kasus teroris di Sigi, tim...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Luasnya Kekuasaan Eksekutif Menurut Undang-Undang

Proses demokrasi di Indonesia telah memasuki tahap perkembangan yang sangat penting. Perkembangan itu ditandai dengan berbagai perubahan dan pembentukan institusi atau lembaga baru dalam...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

“Pilkada Pandemi” dan Pertanyaan Soal Substansi Demokrasi

Pilkada sebagai sebuah proses politik di negara demokrasi adalah salah satu wujud terpenuhinya hak politik warga negara, selain terjadinya sirkulasi elite penguasa. Namun di...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.