Jumat, Februari 26, 2021

Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia

H.M. Yunus, Bapak Administrasi Muhammadiyah

H.M. Yunus Anis terlahir dengan nama Muhammad Yunus Anis, di kampung Kauman Yogyakarta pada tanggal 3 Mei 1903. Ayahnya bernama Haji Muhammad Anis, seorang...

Corona Mengintai, Polisi Beraksi

Beberapa hari terakhir, arus media dipenuhi oleh pemberitaan tentang virus corona (Covid-19). Semua hal yang berkaitan dengan virus corona tidak luput dari radar media,...

Mengenal Robert Merrihew Adams dan Karya-Karya Tulisnya

Robert Merrihew Adams lahir pada 8 September 1937, merupakan seorang filsuf asal Pennsylvania yang ahli dalam bidang metafisika, agama, etika, dan filsafat modern. Adams telah...

Komitmen Pemerintah dalam Kasus Korban Area Tambang

Lubang bekas galian tambang menyisakan pilu bagi masyarakat yang dekat dengan area tersebut. Selain area persawahan, kehutanan tempat mereka mencari penghidupan dan pemukiman tempat...
Khalqinus Taaddin
Pengarang. Menulis 3 buah buku yang berjudul Kegelisahan Dalam Kesendirian, Serba Serbi, dan Glapisme.

Di dalam buku Huntington yang 600-an halaman yang berjudul Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia mengatakan bahwasanya masa depan politik dunia akan didominasi oleh konflik antar-bangsa dengan peradaban yang berbeda, lebih lanjut Huntington menegaskan, sumber konflik dunia di masa depan datang tidak lagi berupa ideologi atau ekonomi, akan tetapi budaya.

Konflik tersebut pada gilirannya akan menjadi gejala terkuat yang menggantikan polarisasi ideologi dunia ke dalam komunisme dan kapitalisme, bersamaan dengan runtuhnya struktur politik mayoritas Negara-negara Eropa Tilmur.

Samuel Phillips Huntington merupakan seorang ilmuan politik Amerika Serikat. Huntington ialah guru besar sekaligus ketua jurusan ilmu politik di Universitas Harvard dan ketua Harvard Academy untuk kajian Internasional dan Regional di Weatherhead Center International Affairs.

Alasan Huntington menegaskan mengapa politik dunia di masa depan akan berbenturan antar peradaban ialah dengan alasan, 1). Adanya perbedaan di antara peradaban tidak saja nyata, tetapi sangat mendasar, dalam artian hal yang mendasari perbedaan itu ialah masyarakat dengan pandangan hidup yang berbeda tentang relasi baik antara Tuhan dan Manusia, dan juga termasuk perbedaan budaya, tradisi dan etnis.

2). Dunia semakin mengecil. Dalam hal ini dimana interaksi di antara masyarakat dan peradaban yang berbeda terus meningkat, semakin interaksi itu berlangusng intensif, semakin menguat kesadaran akan peradaban sendiri dan semakin sensitif terhadap perbedaan yang ada antara peradabannya dengan peradaban lainnya.

3). Proses modernisasi ekonomi dan perubahan sosial di seluruh dunia telah mengakibatkan tercrabutnya masyarakat dari akar-akar identitas lokal yang telah berlangsung sangat lama. 4). Semakin berkembangnya kesadaran-peradaban (Civilization Consciousness) akibat peran ganda dunia Barat, dalam artian semakin kuat rasa cinta terhadap suatu keyakinan atas identitas peradaban yang telah lama berlangsung. 5).

Karakteristik dan perbedaan kultur antar peradaban non-Barat dan peradaban Barat semakin mengeras. Hal ini menyebabkan semakin sulitnya kompromi dan upaya-upaya perbaikan hubungan-hubungan di dalam peradaban dalam kerangka kultural di bandingankan dengan mengkompromikan karakteristik dan perbedaan politik serta ekonomi. 6). Regionalisme ekonomi semakin meningkat, dimana kerjasama antar negara-negara regional semakin meningkat.

Peradaban ialah suatu kehidupan yang di dalamnya Budaya, Sosial-politik, Ekonomi beserta elemen yang lainnya yang terus bertransformasi dan berkembang. Huntington menyebutkan ada delapan peradaban besar yaitu :Barat, Konfusius(Konfusianisme), Jepang, Islam, Hindu, Slavik, Amerika Latin dan Afrika.

Setelah Perang Dingin yang di menangkan oleh Amerika Serikat (Blok Barat), Peradaban Islam berkoalisi dengan Konfusius (China) untuk melawan Barat, Huntington menyebut ini ialah Perang Dingin Babak II. Peradaban Islam yang di hegemoni oleh Barat sehingga akan berkoalisi untuk melawan Barat sehingga terjadinya Benturan Peradaban.

Kemudian muncul sebuah pertanyaan, vis a vis yang mana nanti akan saling berbenturan ?, Huntington menjawab pertanyaan ini, mereka meramalkan bahwa potensi konflik yang akan mendominasi dunia masa datang bukan di antara kedelapan peradaban tersebut, tetapi antara Barat dan Peradaban lainnya. Sedangkan potensi konflik paling besar yang akan terjadi adalah antara Barat dan koalisi Islam-Konfusius.

Dengan paparan ilmiah yang lumayan berbobot, Huntington meyakinkan bahwa pada dasarnya benturan antar peradaban masa depan akan terjadi karena tiga hal pokok: Hegemoni-Arogansi Barat, Intoleransi Islam, dan Fanatisme Konfusionis. Dengan hal ini wajar jika Huntington di anggap sebagai “Provokator Peradaban”, dan di hadiahi “Nobel Peperangan”.

Khalqinus Taaddin
Pengarang. Menulis 3 buah buku yang berjudul Kegelisahan Dalam Kesendirian, Serba Serbi, dan Glapisme.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.