Banner Uhamka
Jumat, September 25, 2020
Banner Uhamka

Bencana Musiman Kabut Asap

Menyoal Revisi UU KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai ujung tombak pemberantasan korupsi memiliki posisi yang strategis dalam mengubah kebijakan maupun tata kelola negara. Ditambah dengan kewenangan penindakan...

Ramai-Ramai Tolak RUU Permusikan?

Cuitan Jerinks personil band SID di twitter pada 1 Februari 2019 terkait kritik terhadap RUU Permusikan kepada Anang Hermansyah anggota Komisi X DPR yang...

Anak Di Bawah Umur Bekerja, Apa Hukumnya?

Di zaman yang canggih ini, semua informasi dapat kita cari dengan hanya genggaman tangan saja. Semakin banyaknya pengguna teknologi, kini pemasaran pun ikut serta. Maraknya...

Fragmentasi Tanpa Fermentasi

Bak ejakulasi tanpa orgasme, fragmentasi suporter politik antara yang pro dan yang kontra dengan rezim berkuasa belakangan ini –baik yang terlibat langsung di dalam...
Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu

Kabut asap kembali menjadi bencana di Pulau Sumatera. Kebakaran ini bisa secara sengaja ataupun tidak sengaja. Kalau sengaja biasanya pembakaran lahan untuk membuka perkebunan baru.

Lahan hutan yang dibakar untuk menaikan ph tanah dan ini merupakan cara yang murah dan sangat mudah. Setelah dibakar kemudian ditanami sawit. Dan pembakaran ini hanya mengejar biaya murah. Tidak mempertimbangkan kerugian langsung ataupun tidak langsung.

Akibat kebakaran maka muncullah kabut asap. Kabut asap sangat mengganggu aktivitas. Dan secara langsung berhentinya aktivitas masyarakat, berpengaruh terhadap penghasilan masyarakat pula.

Masyarakat ketika pagi hari tidak dapat beraktivitas karena matahari sulit menembus dan udara penuh dengan asap. Asap sangat mengganggu aktivitas masyarakat di luar ruangan. Satwa-satwa dihutan juga musnah karena terperangkap asap dan kesulitan mencari jalan keluar dari api. Api mengepung satwa dari berbagai arah.

Pemerintah harusnya memetakan bencana musiman yang akan terjadi. Kabut asap masuk kategori bencana musiman. Di Pulau Sumatera selalu dan sering berulang-ulang bencana kabut asap ini. Dari tahun ke tahun selalu terjadi. Pemerintah harus meminimalkan dampak kabut asap bagi masyarakat. Kesehatan masyarakat terancam. Generasi penerus bangsa terancam kesehatannya akibat kabut asap.

Ada celah-celah dalam aturan yang telah dibuat pemerintah dalam upaya penanggulangan kabut asap. Seperti sudah ada undang-undang agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Tetapi ada di dalamnya pasal yang membolehkan dengan syarat mendapatkan izin dari pejabat yang berwenang untuk membakar lahan.

Sehingga kesan yang muncul adalah pemerintah hanya memiliki kebijakan setengah hati untuk menganggulangi dan mencegah kabut asap di Pulau Sumatera. Kerugian-kerugian kabut asap tidak hanya mengakibatkan kerugian ekonomi saja tetapi ada kerugian kerusakan ekosistem. Dan kabut asap ini sampai ke negara tetangga seperti Malaysia.

Kita bangsa Indonesia kadang dicap sebagai bangsa dan masyarakat yang tidak bisa memelihara anugrah kekayaan alam. Padahal Indonesia memiliki 10 % hutan tropis yang ada di dunia. Indonesia menjadi negara ketiga setelah Zaire dan Brasil. Kabut asap jika dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan kerusakan lingkungan secara global. Mari dukung pemerintah dalam mengatasi kabut asap di Pulau Sumatera.

Sumber foto https://www.bing.com/images/search?

Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.