Senin, Januari 25, 2021

Belajar dari Pendukung Jepang di Piala Dunia 2018

Merindukan Keterlibatan Sosial

Kita masih mengingat aksi-aksi voluntarisme selama Pemilu Presiden 2014 yang mengesankan. Selain menunjukkan bekerjanya keterlibatan sosial, hal serupa juga menandakan bahwa kita memiliki modal...

Merambah Bisnis Ekonomi Kreatif di Tengah Tren Digitalisasi

Tahun 2018 merupakan tren era industri kreatif berpeluang besar dalam menciptakan  lapangan kerja untuk meningkatkan perekonomian yang ada di Indonesia. Adanya big data dan...

Kepentingan Publik dalam Transportasi Umum

Masyarakat Jogja yang sering melewati beberapa titik pemberhentian bus seperti di wilayah Janti dan  terminal besar Giwangan pasti akan melihat spanduk-spanduk yang menuliskan “Ojek...

Quo Vadis Demokrasi

Kemunculan cara berpolitik baru di Indonesia menjadi signifier kemuakkan rakyat dengan politik gaya lama. Demokrasi pun dirasa terkunci sebatas prosedural tanpa diperankan secara substansial. Demokrasi...
Fabio Syadino
Mahasiswa ilmu hukum Universitas Andalas Padang

Sepakbola tidak hanya menampilkan pertandingan 90 menit di lapangan. Sisi lain sepakbola juga menampilkan emosional, drama, dan respect. Piala dunia menghadirkan banyak pendukung dari berbagai belahan dunia, berbeda negara, suku, budaya, warna kulit hadir di Rusia.

Selain mendukung tim kebanggaan, pendukung atau suporter juga mewakili masyarakat atau warga negaranya. Jika pendukung atau suporter melakukan hal yang positif maka masyarakat dunia menganggap negaranya merupakan negara yang berperilaku positif begitu pula sebaliknya jika menampilkan karakter yang tidak positif akan memunculkan stigma negatif yang mana akan dianggap melawan norma-norma yang ada.

Menurut Howard S. Becker tindakan perilaku negatif atau menyimpang sesungguhnya tidak ada. Setiap tindakan sebenarnya bersifat netral dan relatif tergantung dari sudut pandang mana orang menilainya. Pendukung atau suporter yang datang langsung dianggap sampel bagi karakter dan perilaku masyarakatnya, baik dalam jumlah yang banyak ataupun sedikit. Karakter dari pendukung yang hadir bisa dianggap mewakili dari kelompoknya.

Suatu kebanggan jika sebuah negara mengikuti piala bergengsi sekali empat tahunan itu. Jepang yang berasal dari Asia Timur dan merupakan wakil dari benua Asia untuk Piala dunia Rusia 2018. Walaupun terhenti dibabak 16 besar piala dunia Rusia 2018 ada banyak pelajaran yang didapat dari Jepang di Piala dunia.

Tidak hanya tim sepakbolanya yang menampilkan penampilan terbaik tetapi pendukungnya juga menampilkan karakter yang terbaik. Salah satu hal yang menarik tatkala pertandingan sudah selesai, para pendukung negara Matahari terbit memungut sampah yang berada disekitar stadion.

Sebenarnya ini simpel tapi tidak semua orang bisa memulai dan melakukannya. Kebersihan dan kedisiplinan menjadi salah satu karakter yang harus ditanamkan oleh pendukung sepakbola.

Dari hal kecil ini, akan menggambarkan kepedulian kita terhadap lingkungan. Pepatah Jepang mengatakan “datang dalam keadaan bersih, pergi dalam keadaan bersih” . Hal itulah yang mendorong para pendukung Jepang dalam melakukan aksi bersih-bersih di Piala Dunia Rusia 2018.

Suporter jepang di piala dunia 2018 membuktikan bahwa menonton sepakbola di stadion tidak harus menyisakan sampah apalagi kerusakan fasilitas umum. Bagi suporter sepakbola, banyak ragam dan kreatifitas yang ditunjukan selama pertandingan. Kedisiplinan dan Cultur budaya menjadi ciri khas dari masing-masing pendukungnya dalam mengekspresikan dukungannya.

Pentingnya menjaga kebersihan ditempat umum juga harus diterapkan oleh semua kalangan, hal ini sebagai bentuk kepedulian terhadapa lingkungan sekitar. Patut kita apresiasi para pendukung Jepang dan mereka layak menjadi calon suporter terbaik di Piala dunia Rusia 2018

Fabio Syadino
Mahasiswa ilmu hukum Universitas Andalas Padang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Warna, Nada, dan Keberagaman Bangsa

Rifa Rosydiana Ratal SMAN 24 Jakarta Pemenang Lomba Menulis Esai “Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita”. Sahabat Khatulistiwa. Desember 2020 Berbagai kontras yang dimiliki warna dan berbagai...

Kebiri Kimia Amputasi HAM

Pada 7 Desember 2020 lalu, Presiden Jokowi menandatangani Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi...

Sastra dan Jalan Lain Filsafat

Persinggungan eksistensial manusia dengan beragam realitas peradaban tidak mengherankan melahirkan berbagai pertanyaan fundamental – filosofis. Mempertanyakan, membandingkan, dan memperdebatkan beragam produk peradaban, salah satunya...

Ujian Konsistensi Penanganan Konsistensi Sengketa Hasil Pilkada

Jelang sengketa hasil pemilihan kepala daerah di Mahkamah Konstitusi kerap timbul bahasan atau persoalan klasik yang selalu terjadi. Sebagai lembaga peradilan penyelesai sengketa politik,...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.