Rabu, Maret 3, 2021

PENDAMPING IDAMAN ZAMAN NOW

Pandemi, Ramalan Engels, dan Evolusi Kapitalisme

Extreme problems require extreme measures. Dikarenakan belum ditemukannya obat untuk menghentikan penetrasi Pandemi Covid-19 hingga tulisan ini dibuat (23 April 2020), masyarakat dan pemerintah...

Mencari Suksesor Buya Syafi'i Ma'arif

Mari kita semua, yang tidak ikut mengurusi masalah konflik kekinian berpikir tentang hal lain. Hal lain itu ialah mencari suksesor Buya Ahmad Syafi’i Ma’arif....

Amerika Serikat Pasca Trump

Membayangkan sebuah negara ketika beralih kekuasaan politik memang sangat menarik. Manuver, Gaya, dan Arah haluan pun bisa 180 derajat berbeda. Haluan ini menjelaskan bahwa...

Revolusi Industri 4.0 dan TKDN

Menteri Perindustrian RI, pada Selasa, 25 September 2018 menyampaikan guna menindaklanjuti peta jalan Industri 4.0 (Making Indonesia 4.0) Kementerian Perindustrian RI, menetapkan lima sektor...
munir
Pengamat politik amatiran, tukang ngopi sana-sini, gak suka rasan-rasan

Ahmad Munir Hamid, kamis 16 November 2017

Organization for Economic Corporation and Development (OECD) dalam mendefinisikan Good Corporate Governance adalah sistem yang dipergunakan untuk mengarahkan dan mengendalikan kegiatan perusahaan. Corporate Governance mengatur pembagian tugas hak dan kewajiban mereka yang berkepentingan terhadap kehidupan perusahaan termasuk para pemegang saham, dewan pengurus, para manajer, dan semua anggota stakeholder nonpemegang saham. Center for European Policy Study (CEPS) memformulasikan Good Corporate Governance sebagai seluruh sistem yang dibentuk mulai dari hak (right), proses, dan pengendalian, baik yang ada di dalam maupun di luar manajemen perusahaan (Sutedi, 2011: 1)

Implementasi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance-GCG) meyangkut pengembangan dua aspek yang saling berkaitan satu dengan yang lain, yaitu perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (software). Hardware lebih bersifat teknis mencakup pembentukkan atau perubahan struktur dan sistem organisasi. Sementara itu, software yang lebih bersifat psikososial mencakup perubahan paradigma, visi, misi,nilai (value), sikap (attitude), dan etika keperilakuan (behavioral ethic). Dalam praktik nyata di dunia bisnis, sebagian besar perusahaan ternyata lebih menekankan pada aspek hardware, seperti penyusunan sistem dan prosedur serta pembentukkan struktur organisasi.

Entah apa jadinya pasutri tanpa pasangannya, apa jadinya anak tanpa orang tua, apa jadinya rakyat tanpa pemimpin, bahkan kadang dalam istilah kuliner pun kita kerap mendengar makanan pendamping juga, hal ini memberi sebuah gambaran bahwa posisi pendamping sangat penting bagi semmua elemen.

Filosofi pendamping bukan bercerita tentang sosok saja, tapi bagaimana peran, manfaat itu bisa kita rasakan dalam bentuk memudahkan, meringankan, menyelesaikan bahkan meningkatkan kesejahteraan keluarga yang lebih layak. Oleh sebab itu pendamping adalah pilihan, panggilan jiwa dalam memaknai hidup yang lebih bermaslahah.

Pendamping adalah pilihan, jadi tidak semua orang akan terpilih sebab butuh kualifikasi, keahlian dan skill khusus dalam melaksanakan tugas. Kesalahan dan keteledoran yang dilakukan oleh seorang pendamping akan berdampak secara sistemik bagi instansi terkait, mulai dari individu, petugas kecamatan, petugas kabupaten bahkan sampai ke pusat.

Untuk menghindari praktik-praktik moral hazard tersebut, perlu adanya beberapa prinsip tata kelola islam (islamic governance) yang menyangkut antara lain :

1. Prinsip Ketauhidan

Hakikat tauhid berarti penyerahan diri yang bulat kepada kehendak Allah, baik menyangkut ibadah maupun muamalah, sehingga semua aktivitas yang dilakukan adalah dalam rangka menciptakan pola kehidupan yang sesuai kehendak Allah.

Rasulullah dalam memerintahkan hal yang wajib, akan memberikan motivasi-motivasi berupa keuntungan bagi yang menjalankannya, agar seseorang dapat mengamalkan perintah wajib tersebut dengan tanpa paksaan, seperti hadis dibawah ini:

من يرد الله به خيرا يفقه فى الدين

Artinya: “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan Agama-Nya” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Prinsip Taqwa

Dampak positif atas taqwa dan ridha ini dalam peningkatan daya saing pendamping profesional menjadi alat yang sangat tangguh, karena nilai-nilai dari taqwa dan ridha diantaranya adalah mensegerakan apa yang diperintahkan Allah, dan menjauhi apa yang dilarang Allah. Pendamping bila sukses menerapkan hal ini baik dalam ibadah ataupun muamalah (pelayanan) akan mampu memberikan gambaran yang positif kepada masyarakat sehingga pertumbuhan dan perkembangan kesejahteraan sosial akan terus meningkat, kepercayaan juga akan membaik sehingga daya saingnya cukup bisa diandalkan.

3. Prinsip Maslahah

Rasulullah SAW bersabda :

خير الناس أنفعهم للناس

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain”. H.R Bukhori Muslim

Hadis diatas memberikan sebuah pengetahuan bahwa manusia yang bisa bermanfaat buat orang lain adalah sebaik-baik manusia, jika kita qiyaskan pada kelompok seperti dinas sosial, maka pendamping yang mampu memberikan manfaat kepada semua umat, jadi pendamping yang paling utama adalah berlomba-lomba dalam kebaikan (kemaslahatan). Umat yang merasakan manfaat dari perbankan biasanya selalu patuh terhadap regulasi yang mau jalankan perbankan sehingga akan lahir apa yang disebut pelanggan atau masyarakat yang patuh (customer compliance). Meskipun begitu bukan berarti upaya dalam penggunaan aplikasi atau sarana teknologi tidak dilakukan, karena hasil pengamatan beberapa manfaat yang cukup besar dari sosialisasi adalah diperoleh dari pemakaian aplikasi on line.

4. Prinsip Equblirium

Dalam konteks keadilan ( sosial ), para pihak yang melakukan perikatan dituntut untuk berlaku benar dalam pengungkapan kehendak dan keadaan, memenuhi perjanjian yang telah mereka buat, dan memenuhi segala kewajibannya. Allah telah mengatur segalanya dengan baik melalui firman-Nya, dalam praktiknya asas keseimbangan dan keadilan bukan hanya sekedar soal prosedur dan administrasi saja, melainkan juga pemberlakuan tentang subtansi nilai keseimbangan dan keadilan antara kedua belah pihak yakni dinas sosial sebagai lembaga penyelenggara dan masyarakat sebagai obyek (tidak boleh ada yang merasa dirugikan atau intimidasi).

5. Prinsip Transparansi

Keakuratan juga menjadi prinsip penting dalam pelaksanaan Corporate Governance yang Islami. Informasi yang akurat dapat diperoleh jika sistem yang ada di perusahaan dapat menjamin terciptanya keadilan dan kejujuran semua pihak. Kondisi ini dapat dicapai jika setiap perusahaan menjalankan etika usaha yang Islami dan didukung dengan sistem tata kelola yang baik dalam pengungkapan yang wajar dan transparan atas semua kegiatan bisnis.

6. Prinsip akuntabilitas

Akuntabilitas tidak hanya terbatas pada pelaporan keuangan yang jujur dan wajar, tetapi yang lebih mengedapankan esensi hidup manusia yang yaitu merupakan bentuk pertanggungjawaban manusia kepada Allah sebagai Dzat pemilik seluruh alam semesta. Konsep Islam yang fundametal meyakini bahwa alam dan seluruh isinya sepenuhnya milik Allah dan manusia dipercaya untuk mengelola sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat.

7. Prinsip Keadilan

Prinsip Keadilan menekankan bahwa pencatatan atas laporan keuangan yang disajikan harus dilakukan dengan baik dan benar. Orang yang bertanggungjawab dalam aktivitas pencatatan harus dipilih mereka yang jujur dan adil. Sekali lagi, ini menunjukkan Islam menghendaki diselenggarakannya bisnis secara adil dan jujur bagi semua pihak.

Dengan penerapan prinsip-prinsip tersebut dalam kelembagaan atau instansi dan individu maka tidak menutup kemungkinan, pendamping sosial PKH akan menjadi magnet dan pusat perubahan peradaban yang sangat diperhitungkan dalam upaya kemakmuran dan peningkatan pendapatan masyarakat yang berkeadilan dan merata. Sebagaimana beberapa negara dan instansi lainnya yang telah sukses membawa perubahan yang lebih baik dengan penggunaan prinsip islamic governance.

Sudah saatnya Indonesia bangkit, untuk sejajar dengan beberapa negara maju lainnya melalui pemberdayaan dan pendampingan yang tepat sasaran, tepat guna dan manfaat sehingga apa yang telah menjadi cita-cita bangsa dalam butir pancasila bisa terealisasi dengan sempurna.

Jayalah masyarakat kecil, jayalah Indonesian.

https://geotimes.co.id/opini/bekal-pendamping-zaman-now/

munir
Pengamat politik amatiran, tukang ngopi sana-sini, gak suka rasan-rasan
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Polwan Yuni Purwanti yang Terjebak Mafia Narkoba

Publik terkejut. Jagad maya pun ribut. Ini gegara Kapolsek Astana Anyar, Kota Bandung, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terciduk tim reserse antinarkoba Polda Jabar....

Stop Provokasi, Pelegalan Miras? Mbahmu!

Lampiran Perpres yang memuat izin investasi miras di daerah tertentu, baru saja dicabut oleh Presiden. Ini disebabkan karena banyak pihak merasa keberatan. Daripada ribut...

Beragama di Era Google, Mencermati Kontradiksi dan Ironi

Review Buku Denny JA, 11 Fakta Era Google: Bergesernya Pemahaman Agama, dari Kebenaran Mutlak Menuju Kekayaan Kultural Milik Bersama, 2021 Fenomena, gejala, dan ekspresi...

Artijo dan Nurhadi di Mahkamah Agung

In Memoriam Artijo Alkostar Di Mahkamah Agung (MA) ada dua tokoh terkenal. Artijo Alkostar, Hakim Agung di Kamar Pidana dan Nurhadi, Sekjen MA. Dua tokoh MA...

Gangguan Jiwa Skizofrenia

Kesehatan jiwa adalah kondisi dimana individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan social sehingga individu tersebut menyadari kemampuan diri sendiri. Dapat mengatasi tekanan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.