Sabtu, Maret 6, 2021

Becak Di Ujung Kayuh!

Syafii Maarif dan Bangkitnya Generasi Milineal yang Pluralis

Pada 21 Juli 2018 lalu, berkumpul anak-anak muda yang datang dari berbagai pelosok negeri, dari Aceh, Jawa, Sulawesi, hingga kawasan timur Indonesia. Kaum milineal...

Zero Waste Mencegah Panasnya Demokrasi

Tahun 2019 ini Indonesia disibukan dengan momentum pemilihan umum serentak, yaitu pemilihan presiden, legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota), sampai-sampai...

Mutu Guru, Wewenang Siapa?

Era disrupsi merupakan era di mana terjadi perubahan mendasar atau fundamental dalam berbagai aspek dan kegiatan. Sebuah era peralihan dari dunia nyata ke dunia...

Sang Pengubah Bantaeng itu Profesor Nurdin Abdullah

Sebelumnya, kita selalu mendengar ungkapan bahwa akademisi seringkali berdiri di suatu jarak yang jauh (menara gading) dari problem riil masyarakat. Barangkali ungkapan itu tak...
Fatony Darmawan
Rakyat biasa yang hobi menulis,seorang pelajar dan seorang penikmat opini publik.

Persoalan legalitas Bentor (becak motor) di Indonesia semakin pelik dan sukar dipecahkan. Di beberapa daerah khususnya di Yogyakarta, keberadaan Bentor kian menjamur. Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaannya saat ini akan terus memeras jeritan penyedia jasa becak onthel.

Disamping itu, pandangan tajam juga datang dari masyarakat yang menganggap bahwa kehadiran bentor akan merugikan aspek lingkungan dan keamanan berkendara. Bentor disangkakan melanggar Pasal 48 Ayat 1 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyatakan bahwa “Setiap Kendaraan Bermotor yang dioperasikan di Jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan”.

Menjamur dan berkembang pesatnya becak di Indonesia tidak mengindikasikan bahwa becak adalah moda transportasi asli tanah air. Pasalnya, sejarah mencatat lewat Lea Jellanik dalam Seperti Roda Berputar, mengatakan becak didatangkan ke Batavia dari Singapura dan Hongkong. Jepang digadang-gadang menjadi tempat asal-muasal becak.

Diperkuat lewat pernyataan John King Fairbank (1989) yang menuturkan bahwa ditemukan sebuah rancaman dari budaya barat dan timur yaitu becak yang dijumpai di Jepang pada 1869. Di sana menyebut kendaraan ini dengan nama jinrikisha yang berarti kendaraan bertenaga manusia.

Di negeri sakura becak sangat kondang digunakan untuk transportasi umum. Merujuk dari The Jinrikisha story (1996), By 1872, some 40,000 rickshaws were operating in Tokyo. They soon became the chief form of public transportation in Japan.

Semenjak napak tilas Jepang (1942) posisi becak di Indonesia semakin kuat. Erwiza Herman (2013) mengilhami penyebutan kata becak di Indonesia berlatar belakang dari bahasa Tionghoa yaitu Be dan Chia yang berarti kendaraan.

Diberlakukannya pelarangan terhadap penggunaan kendaraan bermotor serta sangat selektifnya kontrol Jepang terhadap penggunaan bensin mendorong eksistensi becak sebagai moda transportasi publik. Kenaikan jumlah operasi becak bertemali dengan meningkatnya angka kriminalitas, perampokan sepeda pada tahun-tahun pertama dan kedua masa pendudukan Jepang.(Sinar Hindia,4-7-1-42 dan 12/18-5-42).

Blasius Haryadi (2011) membukukan tentang bibit buwit betjak/becak/bechia bisa sampai di Yogyakarta. Beliau menuliskan permulaan becak terjadi pada awal 1950-an disaat para pedagang Tionghoa membawa contoh becak dari Semarang.

Bertemali dengan itu, bengkel-bengkel muncul dengan merintis bentuk becak dengan pengemudi dibelakang hingga saat ini. Dilihat dari segi etnik, banyak penarik becak adalah orang-orang China terutama suku Hok Cia yang kemudian mengimbit kepada orang-orang Jawa dan Sunda.

Dalam perspektif ekonomi, kemunculan bentor dapat membunuh pendapatan becak onthel. Padahal becak onthel sempat menjadi primadona kala depresi ekonomi dunia melanda.

Studi dari Susan Abeyasekere (1985) menginformasikan bahwa kemunduran perusahaan-perusahaan besar telah melahirkan pengangguran dan banyak sebagian diantara mereka memilih menjadi pengayuh becak.

Becak menjadi alternatif transportasi bersanding dengan sepeda,trem,saldo/delman,dan beberapa bus angkutan untuk melayani penduduk Kota Batavia yang berjumlah 530.000 orang berdasarkan sensus penduduk tahun 1930.

Pramoedya Ananta Toer (1957) menuliskan tentang sindiriannya berkenaan perubahan mencolok angkutan kota sejak periode pendudukan Jepang tentang posisi manusia yang rendah sebagai kuda dan sopir demi uang (penarik becak).

Meski hidup dalam bingkai sejarah yang asik,tampaknya becak kayuh menjadi moda transportasi yang rawan terpinggirkan ditengah arus perkembangan zaman.Walau sama-sama merupakan moda transportasi publik, namun terdapat kesenjangan sistem kerja diantara becak kayuh dengan bentor.

Bentor memiliki jangkauan lebih untuk mengantar dan mencari penumpang. Apalagi daya tariknya adalah embel-embel “tempuh waktu yang lebih singkat”. Sementara becak onthel masih bertahan dengan elemen-elemen seperti pedhal, ramah lingkungan dan handuk yang melingkar untuk sekadar menyeka keringat.

Sebagai alat transportasi lokal, becak onthel memang diminati masyarakat,khususnya bagi wong cilik. Selama ini,becak sangat berguna untuk media angkut-angkut yang tidak terlalu menguras isi dompet.

Misal saja untuk angkat hasil tani, belanjaan pasar atau sekadar berjalan-jalan. Selain itu, becak juga siap bertarung ditengah padatnya lalu lintas kota menerobos disela-sela roda empat dan ojol.

Namun becak onthel sedikit banyak keberedaanya lekas terdesak dengan kehadiran becak tenaga mesin atau bentor. Kaum milenial yang menuntut apa saja serba cepat tentu lebih memilih bentor untuk menunjang aktivitas hariannya. Di sisi lain wong cilik mengeluhkan, Yogyakarta yang semakin padat, semakin berasap dan panas.

Bentor dianggap lebih klop untuk digunakan sebagai moda transportasi zaman now.Dampaknya dalam roda persaingan, becak onthel akan dengan mudah tergeser.

Sebagai wong cilik, penarik becak onthel juga masih pikiran dengan anak istri di desa untuk kebutuhan papan, sandang, pangan. Demi mencukupi kebutuhan di rumah, penarik becak.

Karut marut becak onthel ditengah kendaraan pribadi yang membanjiri Yogyakarta, membuat mereka menggeser sasarannya. Becak onthel dipandang memiliki popularitas di bidang pariwasata.

Jauh di lubuk kacamata wisatawan,becak onthel dirasa memiliki kharisma tersendiri untuk menarik pelanggan. Istrumen beroda tiga ini seakan-akan dapat bercerita tentang hal-hal sederhana. Filosofi kesederhanaan yang disajikan bersamaan dengan representasi Malioboro sebagai daerah yang mengakui keberedaan becak onthel sebagai bagian dari aset budaya Yogyakarta.

Situasi ini lambat laun dapat menggugah kembali semangat tukang-tukang becak untuk terus mengayuh menyebarkan cerita bagi penumpang-penumpangnya. Eksistensi wisatawan domestik maupun tuan kulit putih menjadi ladang tersendiri bagi tukang becak untuk menggondol penghasilan.

Apa yang dilakukan Pemda DIY belakangan ini laik untuk diapresiasi. Demi melindungi keberadaan becak dan andong, Pemda DIY merespon dengan mengeluarkan Perda Nomor 5/2016 tentang Moda Transportasi Tradisional. Becak onthel sudah esensial sebagai bentuk ikon Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bagaimanapun juga bentor tidak dapat diklasifikasikan menjadi transportasi tradisional. Bentor mobilitasnya sangat bergantung dengan mesin bukan tenaga manusia. Alasan keamanan, kenyamanan dan keabsahan undang-undang membuat bentor urung dilegalkan menjadi moda transportasi publik.

Sudah saatnya rayap aspal (becak ontel) bangkit. Rayap aspal yang identik dengan sekelompok kaum marjinal yang secara ekonomi dan pendidikan di bawah rata-rata digugah dari tidurnya. Keberedaanya harus lebih ditenggakan.Implikasi pemerintah sangat diperlukan!

Fatony Darmawan
Rakyat biasa yang hobi menulis,seorang pelajar dan seorang penikmat opini publik.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Ranking Kampus Dunia: Jangan Salah Kaprah

Baru-baru ini dunia pendidikan tinggi kita mendapatkan gabar gembira. Lima perguruan tinggi (PT) asal Indonesia menempati 10 universitas Islam terbaik dunia. Bahkan salah satunya...

Rock and Roll, Budaya yang Terusir

Penyebaran virus Rock and roll tidak hanya datang dari radio luar negeri, tapi juga dari rekaman piringan hitam yang dibawa dari luar negeri dan...

Cantik Hemat dari Dapur

Cantik adalah impian bagi setiap perempuan. Sejak umat manusia tercipta, kecantikan menjadi sebuah patok keindahan. Terbukti dari kisah dua orang putra nabi Adam yang...

Apa Hubungannya Toleransi dan Kearifan Lokal?

“Hai seluruh manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya...

Lubang Hitam Narasi Teroris Selama Pandemi

Sudah lima hari sejak saya terkonfirmasi positif Covid-19. Rasanya begitu berat, alih-alih sekedar menyerang fisik, rupanya virus ini juga menyerang mental. Untuk itu, saya...

ARTIKEL TERPOPULER

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Serial Non-Muslim Bisa Masuk Surga. Siapa Mereka?

Apa pendapat para ulama dan cendekiawan dulu dan sekarang tentang keselamatan penganut agama-agama selain syariat Nabi Muhammad Saw? Apakah orang yang biasa disebut “non-Muslim”...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.