Sabtu, Maret 6, 2021

Asian Games Sarana Pemersatu Bangsa

Kapitalis dan Monopoli Perdagangan

“Perdagangan membikin orang terbebas dari pangkat-pangkat, tak membeda-bedakan sesama manusia, apakah dia pembesar atau bawahan, bahkan budak pun. Pedagang berpikiran cepat. Mereka menghidupkan yang...

Sastra dan Jalan Lain Filsafat

Persinggungan eksistensial manusia dengan beragam realitas peradaban tidak mengherankan melahirkan berbagai pertanyaan fundamental – filosofis. Mempertanyakan, membandingkan, dan memperdebatkan beragam produk peradaban, salah satunya...

Perusahaan Terbesar di Indonesia Menurut Foucault

“Jika ingin membuat manusia menjadi berguna, maka kontrol mereka”, ujar Michel Foucault, seorang sejarawan berkebangsaan Prancis yang kondang di tahun 1970-1980an. Ia menuliskan kalimat tersebut...

Importing Djarot di Pilgub Sumut

Menapak awal tahun 2018 suhu politik kian memanas dan dinamis, genderang tahun politik pun telah ditabuh, tanda dimulainya pilkada serentak yang akan diselenggarakan di...
Nono Yarno
Bekerja Kerja dan Selalu Bahagia

Olahraga merupakan sarana yang multiguna. Dengan olahraga badan bisa lebih sehat, menciptakan lapangan kerja, menyuguhkan hiburan, mengharumkan nama bangsa, bahkan menjadi sarana pemersatu bangsa.

Pesta olah raga Asia atau yang lebih dikenal dengan Asian Games pada tahun 2018 ini diadakan di Indonesia, Asian Games 2018 menjadi pembuktian bagi negara-negara kawasan Asia siapa yang terhebat dalam cabang olahraga setelah pembinaan selama empat tahun di negara masing-masing.

Asian Games 2018 yang secara resmi akan digelar pada tanggal 18 Agustus – 2 September 2018, di dua kota yaitu Jakarta dan Palembang menjadi moment bersejarah tidak hanya bagi negara kawasan Asia saja namun bersejarah bagi bangsa Indonesia.

Bersejarah bagi negara di kawasan Asia sebab Asian Games 2018 diperkirakan menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah diadakannya Asian Games, jumlah atlet dan ofisial peserta Asian Games 2018 sebanyak 16 ribu orang.

Asian Games yang selama dua kali berturut – turut diadakan di negara-negara yang memiliki empat musin Guangzhou China 2010 dan Incheon Korea Selatan 2014, Asian Games kali ini juga terbanyak cabang olah raga yang dipertandingkan, dengan 465 nomor pertandingan namun Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan 40 cabang terbanyak masih Asian Games Guangzhou, China 2010 sebanyak 42 cabang olahraga.

Bersejarah bagi bangsa Indonesia sebab Asian Games 2018 tepat diadakan pada bulan Agustus, sehari setelah upacara Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-73 tahun, Asian Games 2018 menjadi kado terindah dan sekaligus secara tidak langsung dirayakan oleh peserta dari 45 negara.

Ada yang unik Asian Games yang diselanggarakan di Indonesia, Asian Games kali ini diadakan pada tahun 2018, dibuka pada tanggal 18 Agustus, serta Asian Games kali ini ke-18. Asian Games 2018 menjadi pembuktian bagi atlet untuk Indonesia selama 56 tahun, Indonesia pernah menduduki posisi kedua dalam Asian Games 1962 di Jakarta dengan perolehan mendali emas 11, 12 perak dan 28 perunggu, jumlah total 51 mendali, yang diikuti oleh 17 negara peserta. Namun setelah itu posisi Indonesia jauh merosot ke peringkat 17 dari jumlah peserta 45 negara pada Asian Games 2014 diIncheon, Korea Selatan.

Asian Games 2018 tidak hanya menjadi pembuktian para atlet dalam bidang olah raga namun lebih dari itu menjadi pembuktian bagi kemajemukan dimiliki bangsa Indonesia mulai dari Suku, Agama dan Ras. Mereka yang selama ini mendengar Indonesia hanya dari informasi melalui berita elektronik, koran dana para buzzer menjadi jelas setelah menyaksikan sendiri kehidupan masyarakat Indonesia yang aman, tenteram, damai dan saling menghargai satu sama lain tanpa melihat status sosial, suku, agama dan ras.

Keragaman bangsa Indonesia disatukan dalam idiologi Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda beda namun tetap satu Indonesia. Bhineka Tunggal Ika menjadi alat pemersatu yang ampuh di tengah kemajemukan bangsa-bangsa di Dunia kawasan Asia dan mereka menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat Indonesia mempraktekan dalam kehidupan sehari-hari tanpa ada alasan untuk perpecahan dalam banyak perbedaan, semua mampu menghormati.

Bhineka Tunggal Ika menjadi contoh nyata bukan sekadar slogan yang hanya dipelajari dari teks dan tersimpan dalam pembahasan formal dalam lingkungan pendidikan. Namun dibuktikan dengan terselenggaranya Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang tentu menjadi pertimbangan pihak Panitia PenyelenggaraAsian Games 2018 (Inasgoc) menjamin bahwa Indonesia menjadi tempat aman untuk menyelenggarakan pesta olahraga kawasan Asia disamping itu Negara peserta sebanyak 45 negara percaya bahwa Indonesia mampu.

Kedatangan atlet dan ofisial peserta Asian Games 2018 sebanyak 16 ribu orang dari 45 negara tidak bisa dipandang sebelah mata, mereka mampu menjadi agen penularan Bhineka Tunggal Ika ke negara masing-masing setelah mereka kembali, diharapkan ke negara masing-masing akan bercerita bahwa Indonesia mampu mempersatukan masyarakatnya hidup di tengah kemajemukan tanpa mempersoalkan perbedaan dengan satu semboyan Bhineka tunggal Ika.

Sebab, negara di kawasan Asia tidak mudah menyatukan perbedaan masyarakatnya yang komplek, misal dari 45 negara peserta Asian Games 2018 seperti Afghanistan, Iran, Iraq, Pakistan, Palestina, Korea Utara, Korea Selatan, masih adanya konflik peperangan antar suku, permasalahan mensejahterakan masyarakatnya seperti negara berkembang Bangladesh, Bhutan, Sri Lanka, Maladewa, Timor Leste. Negara maju seperti China, Taipei, Hong Kong, Japan, Jordan, Qatar, Arab Saudi, Singapura, Uni Emirat Arab tidak memiliki persoalan yang berarti sebab mereka tidak dihadapkan pada kemajemukan persoalan sara.

Diharapkan dengan terselenggaranya Asian Games 2018, Bhineka Tunggal Ika menjadi virus perdamaian dan persatuan negara di kawasan Asia sehingga Indonesia akan menjadi kiblat perdamaian dunia, Negara di dunia khususnya kawasan Asia akan meniru bila ingin berhasil menyatukan masyarakatnya yang majemuk belajarlah dari Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, berbeda beda namun tetap satu Indonesia.

Penyelenggaraan Asian Game yang bertepatan pada bulan Agustus, sebagai Hari Ulang Tahun Republik Indonesia semoga menjadi tambahan motivasi bagi para atlet yang berlaga sebagai wakil bangsa. Kesuksesan tidak hanya diukur perolehan medali sebanyak-banyaknya tapi juga kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah.

Untuk itu walaupun di tahun politik yang panas dan rentan terjadinya perselisihan, semoga Asian Games bisa menjadi alat dan sarana pemersatu bangsa. Dunia bisa melihat dan meyakini bahwa bangsa Indonesia walaupun majemuk tapi bisa bersatu yang mewujudkan perdamaian dan prestasi.

Sumber :

https://kumparan.com/@kumparannews/pesan-persatuan-jokowi-jelang-asian-games-di-harmoni-indonesia-2018-1533295225512257760

Nono Yarno
Bekerja Kerja dan Selalu Bahagia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Ranking Kampus Dunia: Jangan Salah Kaprah

Baru-baru ini dunia pendidikan tinggi kita mendapatkan gabar gembira. Lima perguruan tinggi (PT) asal Indonesia menempati 10 universitas Islam terbaik dunia. Bahkan salah satunya...

Rock and Roll, Budaya yang Terusir

Penyebaran virus Rock and roll tidak hanya datang dari radio luar negeri, tapi juga dari rekaman piringan hitam yang dibawa dari luar negeri dan...

Cantik Hemat dari Dapur

Cantik adalah impian bagi setiap perempuan. Sejak umat manusia tercipta, kecantikan menjadi sebuah patok keindahan. Terbukti dari kisah dua orang putra nabi Adam yang...

Apa Hubungannya Toleransi dan Kearifan Lokal?

“Hai seluruh manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya...

Lubang Hitam Narasi Teroris Selama Pandemi

Sudah lima hari sejak saya terkonfirmasi positif Covid-19. Rasanya begitu berat, alih-alih sekedar menyerang fisik, rupanya virus ini juga menyerang mental. Untuk itu, saya...

ARTIKEL TERPOPULER

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Serial Non-Muslim Bisa Masuk Surga. Siapa Mereka?

Apa pendapat para ulama dan cendekiawan dulu dan sekarang tentang keselamatan penganut agama-agama selain syariat Nabi Muhammad Saw? Apakah orang yang biasa disebut “non-Muslim”...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.