Banner Uhamka
Jumat, September 18, 2020
Banner Uhamka

Asian Games dan Dramaturgi Politik Jokowi

Mengapa Banyak PNS Tidak Produktif dalam Bekerja?

Di masyarakat umum, jika orang-orang mendengar singkatan PNS, beberapa hal yang terbersit di pikiran mereka adalah PNS itu mendapat gaji yang layak, mendapat dana...

Sukseskan Gerakan Sadar Arsip

Kearsipan adalah sebuah ruang yang sunyi. Sepi. Dalam kesendiriannya, Arsiparis, merasakan ada keramaian dalam mengamankan sebuah warisan kebudayaan dari sebuah bangsa. Sebuah memori kolektif...

Kritik terhadap Media Massa

Sejak reformasi bergulir tahun 1998 lalu, pers telah mengalami suatu tahapan metamorphosis yang luar biasa. Institusi ini telah menemukan wahana kebebasan, terutama setelah diluncurkannya...

Memupuk Peradaban Milenial

Mungkin bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, bermedia sosial sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, bahkan kebiasaan yang tak bisa dilepaskan. Pasalnya, media sosial memang...
David F. Butar Butar
Mahasiswa Magister Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Parapat - Medan

Tahun politik akan segera datang, waktu yang sedang berlangsung kini menjadi waktu yang tepat munculnya berbagai polemik. Bermacam bentuk kritik maupun dukungan muncul secara sporadis. Namun hal ini jelas merupakan bagian dari kalkulasi politik Jokowi.

Aksi Jokowi pada opening  ceremony dengan sebuah sepeda motor dari vendor Jepang ini Yamaha FZ1 menjadi salah satu dramaturgi terbaik. Jokowi diplot menjadi figur bintang oleh konsep Creative Director pada perhelatan Asian Games tersebut. Peran yang artifisial ini pun secara tidak langsung meletakkan Jokowi sebagai salah satu pemimpin dari benua Asia yang muda dan dinamis.

Menjelang tahun 2019, upaya-upaya menarik perhatian masyarakat Indonesia merupakan hal yang mutlak dilakukan oleh Jokowi sebagai petahana yang akan bertarung dalam kontestasi Pilpres mendatang.

Pesatnya perkembangan teknologi membawa perubahan segar dalam langgam politik nasional. Figur pemimpin yang bertajuk E-Leadership, dinamis, bersih, muda dan merakyat pun menjadi sosok yang dinanti oleh generasi milenial dewasa ini. Tantangan demikian yang akan dilalui oleh Jokowi maupun Prabowo untuk mewujudkan hasrat menuju RI-1.

Representatif Milenial

Panggung merupakan tempat bertemunya berbagai kepentingan dan tujuan, hingga kepada karakter dan watak. Terlepas dari upaya mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia dalam perhelatan Asian Games ini, panggung ini justru “ladang” untuk memupuk eksistensi seorang figur pemimpin yang peduli akan kemajuan dalam bidang olahraga dan tentunya seorang yang merupakan bagian dari kaum milenial.

Tentu Jokowi, peran yang ditampilkan dalam setiap kegiatannya mulai dari aksi bermotor, gestur, hingga kepada busana yang dikenakan pun mewakili generasi muda Indonesia.

Aksi Jokowi justru mampu mengontrol kesan-kesan yang didapatkan oleh para penonton. Tidak hanya didalam negeri, kesan ini pun terdengar hingga ke beberapa media luar negeri. Jelas bahwa panggung Asian Games juga merupakan satu dari ratusan strategi investasi politik Jokowi untuk self branding sebagai figur pemimpin yang ideal yang sesuai jaman.

Namun tidak sedikit juga mengkritik Jokowi karena aksi bermotornya menggunakan jasa stuntman. Mungkin Jokowi tidak belajar dari Jackie Chan yang tidak pernah menggunakan jasa stuntman dan atau mungkin jokowi bukan aktor pemeran yang baik. Namun yang jelas Jokowi berperan baik sebagai aktor diatas panggung politik yang mampu menggontrol kesan yang didapat dari sebuah situasi, kesan milenial.

Investasi Politik

Serangkaian peran Jokowi dalam perhelatan Asian Games ini tidak lain dan tidak bukan merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai pemimpin negara yang dimana negranya menjadi tuan rumah perhelatan pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.

Namun dalam kaca mata politik, acara ini menjadi panggung memerankan seorang pemimpin yang merupakan bagian dari masyarakat yang sudah maju dan kreatif. Tentu saja ini akan menambah score credit Jokowi, tidak hanya dimata publik internasional pun pada kelompok milenial di Indonesia.

Pada panggung Asian Games ini bagian dari terget investasi politik Jokowi sangat tepat sasaran. Berbagai kalangan mendapat dan mampu mengartikan kesan yang disampaikan dari peran yang dimainkan. Terlepas itu sebagai bentuk dukungan atau nyinyiran karena dianggap sebagai suatu pencitraan.

Namun Jokowi berhasil menyampaikan tujuannya bahwa Ia merupakan representatif dari masyarakat Indonesia yang milenial. Berbagai upaya Jokowi ini sama halnya seperti menabung. Jika secara umum ada ungkapan “rajin menabung pangkal kaya”, bagi Jokowi mungkin berbunyi seperti ini: “rajin berinvestasi politik pangkal dua periode”.

David F. Butar Butar
Mahasiswa Magister Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Parapat - Medan
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kita Lengah Karena Syariatisasi Ternyata Masih Berjalan

Kebijakan Bupati Gowa yang akan memecat ASN (Aparatus Sipil Negara) yang bekerja di lingkungannya yang buta aksara al-Qur’an membuat kita sadar jika syariatisasi di...

Sepak Bola, Cara Gus Dur Menyederhanakan Politik

Tahun 1998 adalah masa pertama penulis mulai gemar menonton sepak bola. Kala itu, bersamaan dengan momentum Piala Dunia (World Cup) di Prancis. Ketika opening...

Pers Masa Pergerakan: Sinar Djawa dan Sinar Hindia

Surat kabar Bumiputera pertama adalah Soenda Berita yang didirikan oleh R.M Tirtoadisuryo tahun 1903. Namun, surat kabar ini tak bertahan lama. Pada 1905-1906, Soenda...

Hukum Adat, Kewajiban atau Hak?

Mengenai definisi hukum adat dan proporsi hak dan kewajiban dalam hukum adat, Daud Ali dalam Buku Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum...

Tulisan Muhidin M Dahlan Soal Minang itu Tidak Lucu Sama Sekali

Sejak kanak-kanak sampai menjelang dewasa, saya sangat dekat dengan nenek. Sementara ibu dan bapak yang bekerja sebagi pegawai negeri sudah berangkat kerja setiap pagi....

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.