Sabtu, Januari 16, 2021

Apa Kesuksesan Utama Orang Tua

Bullying dalam Perspektif Hukum, HAM, dan Ideologi

Indonesia memiliki ideologi dasar yang didalam nya terdapat nilai-nilai sebagai pijakan dalam berbangsa dan bernegara, Namun eksistensi nilai dalam pancasila tersebut sedang tidak berada...

Selamatkan Generasi Muda atau Tonton Negeri Ini Karam

Menurut catatan komnas perempuan pada tahun 2016, Indonesia memiliki 2399 kasus pemerkosaan dan terus meningkat sepanjang tahunnya. 66% diantaranya terjadi sebelum usia 18 tahun....

Salah Kaprah New Normal

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sudah dilonggarkan. Artinya Setiap hal-hal yang dilarang sudah kembali diperbolehkan seperti sudah mulai dibukanya tempat ibadah hingga beberapa lokasi...

Mengenal Robert Merrihew Adams dan Karya-Karya Tulisnya

Robert Merrihew Adams lahir pada 8 September 1937, merupakan seorang filsuf asal Pennsylvania yang ahli dalam bidang metafisika, agama, etika, dan filsafat modern. Adams telah...
Avatar
Rinto Simorangkir
Orang biasa yg bermukim di kaki Gunung Sinabung

najwa shihab fam

Sungguh menarik untuk membahas tentang Mata Nadjwa, yang sudah tayang lebih dari 7 tahun, dan yang sudah menghasilkan lebih dari 500 episode, menghiasi layar kaca kita. Nadjwa sendiri adalah seorang anak dari seorang cendekiawan muslim  yang terkenal sekaligus rendah hati, yakni  Muhammad Quraish Shihab.

Quraish shibab sendiri enggan menggunakan gelar Habib ataupun Kyai pada namanya. Meskipun layak untuk menyandang gelar itu, tapi tidak menggunakannya dalam deretan namanya. Gelar Habib sendiri adalah suatu gelar yang menunjukkan bahwa masih ada pertalian darah dengan Sang Nabi Muhammad sendiri. Secara harfiah, Habib sendiri berarti orang yang mencintai.

“Pengertiannya bukan hanya orang yang mencintai, tapi termasuk orang yang dicintai, alias jadi Al-Mahbub,” kata Habib Ahmad Muhammad bin Alatas, Ketua Maktab Nasab Rabithah Alawiyah –organisasi pencatat silsilah habib di Indonesia– kepada kumparan, Rabu (11/1).

Menjadi habib bukan perkara mudah. Ada kriteria dan mekanisme yang harus dipenuhi. Mereka mesti menyerahkan daftar silsilah turunan Rasul hingga tujuh tangga keluarga ke atas. Berbagai syarat administrasi pun wajib dipenuhi. Semua itu diatur oleh Rabithah Alawiyah.

Habib, di kalangan Arab-Indonesia, lebih menjadi titel kebangsawanan orang-orang Timur Tengah kerabat Nabi Muhammad SAW –dari keturunan putri Rasulullah, Fatimah, dengan Ali bin Abi Thalib. Menjadi habib di Indonesia menjamin derajat tersendiri di tengah masyarakat. Imej sebagai keturunan Nabi masih menjadi hal istimewa di negara berpenduduk muslim terbesar ini.

Jadi beliau hanya mau dipanggil Ustad, yang berarti seorang guru. Yakni yang mampu memberikan pencerahan. Sebab ayahnya Quraish Shibab, Habib Abdurrahman, telah mengajarkan kepada anak-anaknya untuk tidak terlalu menunjukkan gelar, apalagi yang ternyata memang benar bahwa ia adalah keturunan langsung dari sang Nabi sendiri.

Papanya ataupun kakek dari Najwa Shibab, menyematkan gelar Shibab kepadanya, sebab memang benar perlakukan sang kakek yang menunjukkan cinta kasih yang besar kepada semua cucu-cucunya.

http://peduli%20fakta.blogspot.co.id

Keluarga besar Shihab pun demikian. Alwi Shihab dan Umar Shihab, kedua adik Quraish Shihab, juga memilih untuk tidak menggunakan gelar habib. Alwi mengkhawatirkan adanya fenomena kemunculan habib-habib yang tidak sesuai dengan aturan dan tidak mencerminkan akhlak seorang yang pantas dipanggil habib. Alwi menyebutnya sebagai “inflasi habib,” di mana jumlah habib yang bertambah justru menjadikan nilai mereka turun.

Kembali ke Najwa Shihab. Seorang tokok jurnalis yang sangat kritis, yang mampu membawa Mata Nadjwa menjadi program unggulan dari Metro TV. Ketika dikabarkan bahwa Mata Nadjwa akan berhenti tayang, mengakibatkan banyak warga Indonesia menjadi baper dan merasa kehilangan.

Banyak tulisan-tulisan atau artikel yang muncul akibat berakhirnya tayangan Mata Nadjwa. Mulai dari tulisan yang pro maupun yang kontra. Yang kontra mengatakan bahwa Program Mata Najwa merupakan program settingan dari yang pro pemerintah. Artinya ketika yang diwawancarai itu adalah orang yang pro pemerintah,dipastikan segala pertanyaannya tidak sekritis kepada orang yang lagi kontra ke pemerintahan. Dan banyak tudingan-tudingan miring lainnya, seperti adanya dugaan bahwa Najwa sendiri akan beralih ke politik atau pemerintahan.

Tapi semua akhirnya terjawab, ketika catatan tanpa titik minggu lalu, Kamis (31/8), ketika host yang diundang adalah Gibran Rakabuming, menanyakan setelah Mata Najwa tidak tayang, Mbak Nana mau kemana? Dan pertanyaan serupa yang disampaikan oleh Bapak Jokowi via telepon juga menanyakan hal yang sama, mau kemana setelah Mata Najwa tidak hadir lagi di media televisi. Hal ini semakin mempertegas secara kuat, bahwa berakhirnya tayangan ini, bukan karena ada pihak istana yang hendak memanggil dia terlibat dalam pemerintahan sebagai menteri.  Sebab Bapak Jokowi sendiripun ternyata bertanya kemana setelah ini.

Hal yang menjadi sorotan saya adalah bahwa yang menjadi hal yang tak pernah dilupakan oleh Najwa sendiri adalah ketika dia akan mewancarai ayahnya sendiri. Dan memang sejak awal, dia tidak mau melibatkan keluarga besarnya menjadi narasumber pada acaranya. Tapi hal itu tidak bisa lagi dihindari, sebab, ternyata papa-nya adalah orang yang paling berkompeten saat itu, untuk menyampaikan pesan-pesan penyejuk. Dikarenakan kondisi bangsa kita yang begitu gampangnya tersulut emosi dan jiwa ketika suatu hal yang sedang terjadi. Seperti saat ini yang sedang terjadi juga, masalah kemanusiaan di Myanmar.

Kira-kira apa yah, anggapan sebagai orang tua, ketika bisa melihat anaknya beraksi dan berdiri bersama sepanggung dan disaksikan oleh dunia. Meskipun bagi kita tampaknya sepele, sebab memang pada kenyataannya seorang jurnalis yah pasti bisa mengeksplorasi seluruh narasumbernya. Tapi hampir bisa dipastikan, bahwa hal itu menjadi suatu peristiwa yang menggetarkan sang anak sendiri. Sebuah moment yang sangat indah, menegangkan, tapi harus menunjukkan keprofesionalannya sekaligus.

Orang tuanya pasti mendeklarasikan, bahwa ini-loh anakku, lihat dia, berdiri bersama dengan aku. Lihat keberhasilannya, lihat prestasinya. Meskipun hal itu tidak ditampilkan secara langsung oleh sang papa sendiri. Ada rasa bangga dan haru ketika kita sebagai orang tua bisa menyaksikan secara langsung prestasi dan keunggulan anak kita. Apalagi di satu moment atau satu panggung. Peristiwa itu menjadi suatu sejarah yang pastinya tidak akan bisa kita lupakan. Dan itulah yang menjadi kebanggaannya para orang tua.

Kemudian kebanggaannya yang lain adalah ketika bisa mengerjakan amanat dari orang tua kita. Seperti yang dilakukan oleh sang kakek Najwa sendiri, untuk tidak terlalu menggagahkan segala gelar ataupun atribut kepangkatan yang ada. Meskipun kita punyai tapi tidak perlu disombongkan.

Dan terakhir ketika orangtua bisa menurunkan spirit kerohanian yang sama kepada anaknya. Bukan hanya membekali dengan segudang ilmu dan pengetahuan, tapi mengabaikan aspek jiwa dan kerohaniannya. Selalu mengajarkan untuk tinggal dalam sprit lingkungan kerohanian yang baik dan mengusahakannya itu terealisasi dalam kehidupannya. Sehingga dia akan mencintai ataupun mengasihi Tuhan-nya, mengasihi orang tuanya, mengasihi sesamanya dan lingkungannya.

    

 Read more at https://kumparan.com/tio/quraish-shihab-sekeluarga-memilih-melepas-gelar-habib#jPC4pAUmeTZywjuW.99

Avatar
Rinto Simorangkir
Orang biasa yg bermukim di kaki Gunung Sinabung
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.