OUR NETWORK

Apa Itu Gastro Diplomasi?

Kuliner, dalam dunia pariwisata mungkin bukan lagi menjadi suatu yang asing. Bahkan, kuliner telah menjadi media diplomasi untuk  memikat para wisatawan lokal ataupun asing agar dapat berkunjung ke suatu daerah yang disebabkan oleh daya tarik kulinernya. Hal tesebut juga tak lepas dari adanya pengaruh perkembangan sarana media informasi yang banyak digunakan publik untuk berbagi informasi seperti Instagram, Twitter, Facebook dan lain sebagainya.

Seiring dengan tren perkembangan pariwisata di Indonesia, wisata alam  sebenarnya bukan lagi menjadi media utama bagi para wisatawan untuk berkunjung, tetapi meliputi beragam unsur seperti kuliner, nilai-nilai kebudayaan serta sejarah kini telah menjadi alasan para wisatawan untuk berkujung dan berwisata.

Belajar dari negara-negara seperti Malaysia, Jepang, dan Thailand. Di mana negara-negara tersebut  sangat sering mempromosikan kulinernya sebagai nilai daya tarik agar warga Internasional untuk mengenal negaranya melalui kuliner. Yang kemudian pratek mempromosikan kuliner tersebut dikenal dengan istilah Gastro Diplomacy “

Gastro Diplomacy sebenarnya diadopsi dari kata Gastronomi, jika diartikan kedalam bahasa Indonesia bermakna upboga dan tidak memiliki pengertian yang serupa dengan istilah kuliner. Sebagaimana diutarakan oleh Indra Kataren, Presiden, Indonesia Gastronomy Association (Senayanpost 27/10/2016), bahwa kuliner merupakan Art of Cooking atau penyajian masakan oleh seorang chef, sementara Gastronomi sebagai the art of eating yakni perjamuan makanan yang dihubungkan dengan nilai-nilai kebudayaan. Sehingga penikmat kuliner bisa memahami bahwa kuliner juga memiliki unsur sejarah, nilai serta kebudayaan.

Di ASEAN, Thailand merupakan negara yang mempelopori kuliner menjadi media diplomasi bagi negaranya. Melalui “Global Thai” program yang digagas pada tahun 2002, Thailand telah berhasil mengekspansi rumah makan Thailand ke berbagai negara.misalnya dari  data (Travel.kompas.com, 2/4/2016) kemenpar menyebutkan ada 6.000 restoran Thailand di berbagai negera sementara restoran Indonesia hanya berjumlah 50 restoran.

Sehingga dari upaya yang dilakukan tersebut kemudian membuat masakan Thailand banyak dikenal dan dinikmati banyak orang diberbagai negara. Seiring dengan kesusksesan Thailand mempromosikan identitas negaranya melalui kuliner dan tidak lama kemudian langkah Thailand tersebut diikuti oleh Jepang. Pada tahun 2005, melalui program yang diberi nama “Shoku-bunka kenkyū suishin kondankai, Jepang dengan gencar memperkenalkan Sushi sebagai makanan khas Jepang ke kencah Internasional.

Dan begitu juga dengan Malaysia di tahun 2010, Malaysia melalui “Kitchen For The World’, telah mempromosikan makanan halal Malaysia sekaligus memperkenalkan kepada dunia bahwa Malaysia adalah negara multikultur yang aman untuk di kunjungi. Upaya Gastro Diplomsi yang dilakukan oleh Jepang, Malaysia dan Thailand kemudian berdampak prestise bagi negara-negara tersebut untuk dikenal di kancah Internasional.

Bahkan di ASIA ketiganya menjadi favorit para wisatawan Asing untuk berwisata dan merasakan langsung kuliner asli negara tersebut. Kemudian, bagaimana dengan Indonesia? Apakah Indonesia sudah melakukan Gastro Diplomasi untuk memperkenalkan identitas negaranya melalui kuliner ke kancah Internasional?

Dari pertanyaan tersebut tentu kita telah memahami bahwa Indonesia sendiri merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya, bahkan dengan julukan sebagai negara kepulauan terntunya Indonesia juga memiliki beragam jenis kuliner yang dapat dijadikan sebagai ikon ke-Indonesiaan untuk dikenal masyarakat Internasional.

Berbicara mengenai Gastro Diplomasi, Indonesia sebenarnya juga telah melakukan hal yang serupa seperti yang dilakukan oleh Jepang, Malaysia dan Thailand. Misalnya pada tahun 2016 lalu, Indonesia memperkenalkan kulinernya di Denmark  melalui acara Asian Culture Festival (ACF) yang diselenggarakan selama 1 bulan di tiga kota yang berbeda seperti  Havneparken-Kopenhagen, Bispetorvet-Aarhus dan Brandts Klædefabrik-Odense. (tirto,id).  Selain itu, sebenarnya masih banyak lagi berbagai jenis upaya lainnya yang telah dilakukan pemerintah Indonesia dalam melakukan Gastro Diplomasi.

Praktek Gastro Diplomasi di Daerah

Di Indonesia sendiri, berkat upaya Gatro Diplomasi  ada beberapa daerah yang telah sukses meperkenalkan daerahnya ke kancah internasional seperti misalnya Padang yang terkenal dengan kuliner rendangnya  dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal dengan Gudeg Jogja.

Berkat Peran pemerintah daerah bersama dengan Publik yang aktif memperkenalkan cita rasa, mendesign brand kulinernya, serta memperkenalkannya ke wisatawan Internasional kedua jenis kuliner tersebut pun di kenal di kancah Internasional. Bahkan CNN travel merilis di bulan Juli 2017, Rendang menjadi makanan terlezat di dunia (detikfood 14/7/17). Selain itu juga melalui CNN travel  yang bertajuk “40 Indonesian Foods we can’t live without “ menyebutkan bahwa Gudeg menjadi makanan khas Yogyakarta yang perlu untuk di coba masarakat Internasional jika berkunjung ke daerah tersebut.

Yang kemudian berkat gencarnya peranan pemerintah serta peran publik dalam mempromosikan makanan tersebut berdampak pada jumlah peningkatan wisatawan asing untuk berberkunjung menikmati kuliner didaerah tersebut. Misalnya saja di Padang seperti yang dilansir di media lokal sumatara Kabarnagari.com Mahyeldi Ansharullah, walikota Padang, mengatakan kinjungan wisatawan asing ke padang meningkat dari tahun ke tahun daimana tahun 2016 sebesar 3,6 juta meningkat menjadi 3,75 juta pengunjung di tahun 2017.Padang dan Yogyakarta mungkin dapat menjadi salah satu contoh bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia untuk memikat wisatawan Asing melalui praktek Gastro Diplomasi.

Ada beberapa metode sebenarnya yang dapat dilakuan untuk mempraktekan Gastro Diplomasi bagi berbagai daerah di Indonesia  seperti, melalui pariwisata misalnya dengan menyediakan wisata gastronomi atau akrab di kenal yang wisata kuliner  dapat di lakukan dengan menggelar festival kuliner, kemudian  Pemerintah Daerah juga perlu mmberikan dukungan kepada pelaku UMKM di daerah yang bergerak di bidang kuliner agar terus berinovasi dukungan yang dapat di berikan misalnya membuka channel promosi melalui media TV, youtube atau media soasial lainya serta memberikan pendampingan berupa berbagai pelatihan yang mampu menunjang usaha kuliner di daerah.

Melalui tulisan ini penulis berharap sebagaimana Kesuksesn Daerah Istimewa Yogyakarta dan Padang dalam mempraktekan Gastro Diplomasi tentunya dapat menjadi contoh serta motivasi bagi berbagai daerah lainnya di Indonesia guna meningkatkan identitas daerahnya di kancah Internasional.

Magister Ilmu Hubungan Internasional, UMY, Penggiat Literasi Kajian Diplomasi dan Politik Internasional

TINGGALKAN KOMENTAR

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.