Minggu, Januari 24, 2021

Antara Ulama dan Mahar Politik 1 T

Meneropong ‘Kemalasan’ Para Akademisi Indonesia

  “Para dosen di Indonesia malas,” begitu kesimpulan yang dirumuskan akibat minimnya jumlah penelitian para dosen di Indonesia yang terpublikasi di jurnal internasional bereputasi. Diantara...

Liga Inggris: Leicester Perkasa, United Menang Susah

Liga sepakbola Inggris telah memasuki pertandingan ke-5 dengan menyajikan beberapa kejutan bagi tim ‘big six’. Liverpool yang merupakan jawara liga Inggris tahun lalu mengawali...

Anda Tahu, Mengapa Kita Malas?

Salah satu hal yang paling sulit dalam berkarya adalah “memulai”. Tak peduli seberapa banyak niat yang sudah dikumpulkan dalam kepala. Sering sekali terjadi saya...

Tragedi Rohingya dan penerimaan pada pengungsi lintas batas

Tragedi kekerasan yang menimpa suku minoritas Rohingya menyentak kemanusiaan kita. Banyak pihak mengecam tindakan brutal yang dilakukan junta militer Myanmar maupun diskriminasi yang dialami...
Nono Yarno
Bekerja Kerja dan Selalu Bahagia

Ulama merupakan tempat kita bertanya tentang agama bahkan tentang kehidupan ini. Ulama sosok yang dihargai, dihormati oleh masyarakat apalagi oleh para santri-santrinya.

Apa yang dikatakan ulama, itu adalah perintah bagi santri dan masyarakat yang mengaguminya. Apabila ulama dan pemimpin ada dalam diri satu orang, harapan masyarakat tentu orang tersebut akan memerintah sesuai dengan tuntunan agama.

Untuk menjadi pemimpin di negeri ini harus melalui politik, tepatnya kendaraan politik berupa partai politik. Syarat ambang batas PT sebesar 20% mengharuskan partai politik berkoalisi untuk bisa mengajukan Capres dan Cawapresnya.

Untuk mengikuti kontestasi Pilpres membutuhkan uang. Dalam politik uang tersebut disebut sebagai mahar politik. Beredar kabar bahwa uang 1 T menjadi mahar politik Sandiaga Uno. Hal ini disampaikan oleh politikus Partai Demokrat, Andi Arief.

Pernyataan Mahfud MD di acara ILC selasa (14/8) cukup menghebohkan dan mengguncang perpolitikan tanah air. Kekaguman Mahfud MD kepada seorang Jokowi lebih meyakinkan masyarakat bahwa memang Jokowi adalah orang yang tepat sebagai Presiden Republik Indonesia. Mahfud MD adalah orang yang integritasnya tidak diragukan lagi. Untuk itu pendapatnya tentang seseorang tentu layak kita yakini.

Ada satu pernyataan Mahfud MD yang mendapat perhatikan khusus dari kubu oposisi. Selama ini oposisi seolah mencari celah untuk menjadi bahan, alasan menyerang kubu Jokowi. Mahfud MD menyampaikan bahwa ada ancaman NU ke Jokowi yang membuat Mahfud MD terjungkal dari kandidat Cawapres Jokowi.

NU menyatakan kalau Cawapres Jokowi bukan dari NU, maka NU akan tidur dan meninggalkan Jokowi. Hal ini yang menjadi salah satu alasan Jokowi memilih Maruf Amin sebagai Cawapresnya. Ancaman NU terhadap Jokowi ini menjadi area empuk bagi oposisi, digoreng dan menjadi serangan ganas kepada kubu Jokowi.

Apa sebenarnya kebijakan Jokowi yang dipandang anti Islam? Saya kira tidak ada. Yang ada hanyalah tuduhan-tuduhan salah alamat atau tuduhan yang asal jeplak saja. Salah satu isu yang sering digaungkan untuk menyudutkan Jokowi adalah masalah penanganan terorisme. Padahal tidak ada kebijakan khusus masalah terorisme. Penanganan terorisme era Jokowi sama saja dengan era SBY. Pada jaman SBY banyak teroris yang ditangkap tapi SBY toh tidak disebut anti atau musuh Islam.

Lalu tentang kriminalisasi ulama. Apakah benar Jokowi mengkriminalisasi ulama? Saya kira kalau Jokowi melakukannya sama saja dengan blunder, menjelekkan citra diri sendiri. Di era SBY justru 2 kali memenjarakan Rizieq, tapi tidak disebut melakukan kriminalisasi ulama. Membela Ahok? Kita saksikan bahwa Jokowi membiarkan proses hukum terhadap Ahok berlangsung independen, sampai jatuhnya vonis pengadilan. Para pendukung Ahok justru kecewa, karena Jokowi tidak intervensi, padahal menurut mereka Ahok tidak salah.

Justri Jokowi menjawab semua tuduhan itu dengan cara begitu elegan dan sangat sederhana. Ia memilih K.H. Ma’ruf Amin, Ketua MUI sekaligus tokoh NU sebagai calon Wakil Presiden. Jokowi jelas tidak mengkriminalisasi ulama, bahkan ia justru menariknya ke tengah arena, dan ulama mendapat kedudukan yang tinggi sebagai pemimpin bangsa.

Sementara itu Prabowo juga tidak memilih calon yang disodorkan oleh kelompok yang tempo hari melakukan ijtima. Kini, mereka yang anti Jokowi, tapi tidak digubris juga oleh Prabowo. Mereka terpinggirkan, justru oleh orang yang selama ini mereka dukung.

Kalau diperhatikan justru kubu seberang yang melakukan berbagai blunder yang berpotensi menurunkan citranya sendiri. Pertama mengabaikan ijtimak ulama. Di kubu Prabowo ada Habib Riziq dengan PA 212 yang begitu ngotot, penuh semangat mendukung Prabowo. Untuk itulah diadakan Ijtimak ulama untuk membantu Prabowo menentukan Cawapresnya.

Hasil Ijtimak Ulama GNPF-Ulama adalah merekomendasikan Ustad Abdul Somad dan Al Jufri sebagai Cawapres Prabowo. Mereka menginginkan agar Cawapres Prabowo adalah seorang ulama. Tetapi sampai detik terakhir Prabowo seolah tidak mengindahkan rekomendasi itu. Dan kita tahu akhirnya Prabowo memilih Sandiaga Uno yang bukan seorang ulama melainkan seorang pengusaha.

Prabowo walaupun didesak melalui rekomendasi Ijtimak Ulama GNPF-Ulama, agar mengambil Cawapres dari kalangan ulama tetapi tidak dilaksanakan. Ternyata Jokowi yang selama ini sering dikritik, malah mengambil Cawapres dari kalangan ulama. Oleh karena itu sudah sepantasnya PA 212 menjadi gamang dalam menentukan arah politik. Dan menurut kabar akan mengadakan Ijtimak Ulama Jilid II untuk memutuskan arah politik selanjutnya.

Kedua, di kubu oposisi terjadi gonjang ganjing mahar politik. Adalah Andi Arief yang merupakan pengurus Partai Demokrat mengeluarkan pernyataan menghebohkan. Dia menyatakan bahwa Sandiaga Uno bisa terpilih menjadi Cawapres Prabowo dan disetujui oleh PAN serta PKS karena telah memberikan mahar politik masing-masing untuk PAN dan PKS 500 milyar. Mengabaikan Ijtimak ulama dan memilih 1 T tentu bukanlah pilihan yang positif. Masyarakat sudah cerdas dalam memilih dan menentukan pilihanya.

Sumber:

http://wow.tribunnews.com/2018/08/15/mahfud-md-sebut-ada-ancaman-dari-nu-untuk-jokowi-ratna-sarumpaet-dan-tamrin-tamagola-beri-tanggapan?page=2

Nono Yarno
Bekerja Kerja dan Selalu Bahagia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Upaya Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan

Kasus KDRT khususnya terhadap perempuan masih banyak terdengar di wilayah Indonesia. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (6/03/20) juga meluncurkan catatan tahunan (CATAHU) yang...

Capitol, Trump, dan Biden

Menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS, 20 Januari ini (Rabu malam waktu Indonesia), Washington kembali tegang. Penyerbuan gedung Capitol, Washington -- simbol demokrasi...

Pelantikan Joe Biden dan Pembangkangan Trump

Pelajaran Demokrasi untuk Dunia yang Terus Berubah Washington tegang menjelang pelantikan Presiden Joe Biden dan Kemala Harris, 20 Januari 2021. Kondisi ini terbentuk akibat pembangkangan...

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.