Banner Uhamka
Jumat, September 25, 2020
Banner Uhamka

Amien Rais Bilang Malaikat Tolak Rizieq Shihab Nyapres, Nah Ini Satire Loh!

Masihkah Indonesia Menjadi Contoh Demokrasi di Asia Tenggara?

Pemilihan Presiden (Pilpres) bersamaan dengan pemilihan anggota legislatif yang akan berlangsung pada 2019 sudah di depan mata. Perhatian seluruh rakyat Indonesia tertuju ke sana...

Kopi Lanang

Saat ini para netizen sedang ribut dengan persoalan pemboikotan perusahaan kopi terkemuka, Starbucks. Rupanya kegaduhan di dunia maya ini muncul, lantaran dipicu oleh statemen...

Komitmen Politik untuk Keberadaban Tanah Papua

Hari peringatan Kemerdekaan Republik Indoneisa ke 74 bulan Agustus saat ini tidak selegowo tahun-tahun sebelumnya dikarenakan ada kasus pelecehan rasialisme kepada sesama anak bangsa. Sangat...

Meredam Hoaks ala Negeri Hitler

Perkembangan hoaks melalui dunia siber saat ini dinilai sebagai ancaman baru bagi stabilitas keamanan negara. Bahkan belakangan muncul wacana untuk menjerat penyebar hoaks dengan...
Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

Kamis pagi lalu, saya menghubungi Amien Rais via telepon imajiner. Saya mau tahu komentar mas Amien soal diusungnya Rizieq Shihab dalam Pilpres 2019 mendatang oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212 (hasil Rakornas 29 Mei 2018 lalu). Berikut ini petikan pembicaraan telepon saya dengan Amien Rais.

“Mas Amien, apa komentar Anda soal PA 212 yang mengusung Rizieq Shihab nyapres,” kata saya memulai percakapan.

“Sebagai Ketua Dewan Penasihat PA 212, saya sih oke-oke saja. Tapi…, sepertinya habib Rizieq ngak bakalan bisa nyapres. Orangnya aja masih di Arab Saudi. Khan, PA 212 juga bukan parpol. Malaikat juga sudah menolak Rizieq Shihab nyapres. Habib Rizieq lebih pas ngurusin umat, jadi ngak mungkinlah… Kalau saya sih…, siap jadi presiden. Malaikat sudah setuju, tinggal tunggu dukungan parpol aja,” tandas Amien yakin.

“Mas Amien sudah kordinasi dengan wakil ketua advokat Cinta Tanah Air, Novel Bamukmin. Menurut Novel, pencapresan Rizieq Shihab akan memakai kendaraan politik Partai Allah yaitu Gerindra, PKS, PAN dan PBB,” ungkap saya.

“Saya ngak perlu kordinasi. Novel itu jabatannya di PA 212 di bawah saya. Justru, Novel yang harus silaturrahim ke saya kalau mau mengusung Habib Rizieq. Gerindra, PKS, PAN dan PBB ngak dukung habib Rizieq kok. Mereka justru mengusung saya,” tandas Amien.

“Setahu saya Gerindra dan PKS masih mengusung Prabowo. 

Kalau PBB dan PAN masih belum deklarasi. Gimana tuh…?” Tanya saya.

“Masa sih…? Itu khan statemen politik untuk publik. Malaikat bakal membantu pencapresan saya kok. Silahkan, Anda boleh percaya, boleh juga tidak,” tukas Amien datar.

“Pokoknya… habib Rizieq sulit nyapres. Massa pengikut FPI memang cukup lumayan. Tapi yang loyal terhadap habib Rizieq sedikit sekali. Lantas kalau habib Rizieq jadi presiden, apa dia mampu? Dari sejumlah lembaga survei capres, saya ngak pernah lihat tuh ada nama habib Rizieq masuk dalam bursa capres. Khan Anda juga tahu, habib Rizieq diduga masih tersandung sejumlah kasus pidana dan kasusnya masih dalam penyelidikan polisi. Itu yang membuat dia nolak pulang. Padahal, di Arab dia sudah ngak betah tuh,” ujar Amien.

“Dari sejumlah dokumen berita yang saya tahu, nama Mas Amien juga pernah disebut-sebut diduga terlibat kasus pengadaan alat kesehatan (alkes) untuk mengatasi KLB pada tahun 2005 lalu. Waktu itu, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang Rabu 31 Mei 2017, menyebutkan nama Anda beberapa kali. Katanya, Anda menerima enam kali pengiriman uang yang nilai totalnya mencapai Rp600 juta, apa betul begitu?” Tanya saya.

“Oh…itu sih kasus basi. Buktinya, saya masih aman-aman aja khan… Kalau saya memang terbukti korup, mungkin saya sudah ada di rumah tahanan KPK dan memakai rompi orange…hahaha..,” kata Amien tertawa lepas.

“Oh ya mas Amien, …. keberadaan partai Allah maupun ormas Islam seperti FPI khan, bukan jadi acuan mutlak bagi rakyat dalam suksesi kepemimpinan nasional 2019 mendatang,” kata saya.

“Anda benar, memilih presiden merupakan hak politik seluruh rakyat Indonesia. Tapi khan massa muslim banyak lho. Ini peluang yang harus saya manfaatkan. Entah mereka sebagai ormas berbasis islam atau kelompok non parpol. Yang penting mereka Islam, titik,” sergahnya tegas.

“Ada yang bilang pencapresan Anda merupakan wujud frustasi politik. Banyak kalangan yang justru ingin Anda istirahat dan menikmati hidup bersama cucu, menurut Anda?” Tanya saya berikutnya.

“Semua orang punya hak bicara dan itu sah-sah saja. Tapi yang pasti, saya tidak pernah mengalami yang namanya frustasi politik. Saat ini justru saya sedang menikmati hidup bersama cucu-cucu saya. Cuma sayangnya tidak diekspos media, hahaha…,” tutup Amien sambil tertawa nyantai. Obrolan di ujung telepon berakhir.

Alhamdulillah hari itu, referensi saya tentang sosok pribadi Amien Rais semakin bertambah lengkap. Bravo mas Amien.

Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.