Senin, April 12, 2021

Amerika Latin dalam Arus Modernisasi

Arah Baru Pendidikan

Sejak tahun 2015, Pemerintah telah mencanangkan wajib belajar dua belas tahun kepada warga negara dalam memperoleh pendidikan. Artinya, setiap anak yang lahir, yang akan...

Dicari: Pemimpin Kampungan

Sebelum saya ketik tulisan ini di handphone, seorang kawan mencegat saya dengan mengajukan pertanyaan kritis: "Menurutmu, memang masih ada pemimpin yang layak?""Layak? Maksudmu?" tanya...

Generasi Zaman Now: Krisis Ruang Privasi

Kasus Awkarin yang sempat menjadi viral beberapa tahun silam karena menangis tersedu-sedu dan videonya diunggah di Youtube menjadikannya terkenal dalam waktu singkat. Sekarang, kasus-kasus media...

Goyangan Trump di Timur Tengah

Niki Haley, Duta Besar AS untuk PBB mengatakan, apa yang kami saksikan hari ini di Dewan Keamanan adalah sebuah penghinaan, tidak akan kami lupakan....
Salma Syakira Widodo
Mahasiswi Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia 2016

Jika berbicara tentang Amerika Latin, negara-negara yang berada pada kawasan tersebut sangat lekat kaitannya dengan sebutan negara dunia ketiga dan negara-negara komunis. Pertumbuhan Amerika Latin yang cenderung lambat membuat negara ini sedang mengalami proses modernisasi.

Kawasan ini mendapatkan pengaruh dari banyak negara yang pernah menjajahnya, seperti Perancis, Portugis, dan Spanyol. Pengaruh dari negara-negara tersebut berdampak pada sistem politik dan kehidupan sosial di negara-negara Amerika Latin.

Dengan tuntutan dari kemajuan era, proses globalisasi dan modernisasi menjadi salah satu proses yang harus dihadapi oleh seluruh negara. Kegagalan dalam pencapaian hal tersebut akan berdampak pada semakin tertinggalnya negara-negara tersebut dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia yang sudah mengalami proses modernisasi.

Sebagai negara adikuasa dan memiliki pengaruh yang sangat besar di dunia, Amerika Serikat memiliki peran yang sangat signifikan dalam ssstem sosial, politik, dan ekonomi di Amerika Latin.

Hal tersebutlah yang seringkali menjadi bahan penelitian beberapa pengamat politik, namun seringkali terjadi ketidaksesuaian pendekatan yang digunakan untuk menganalisis proses modernisasi yang terjadi di Amerika Latin dan Amerika Serikat. Dalam tulisan ini, penulis akan mencoba untuk menganalisis dua pendekatan yang digunakan oleh beberapa ilmuwan untuk menganalisis proses perkembangan yang terjadi di Amerika Latin, yaitu teori modernisasi yang dikemukakan oleh Rostow dan pendekatan budaya yang dikemukakan oleh Wiarda.

Teoris modernisasi menganggap bahwa penyebab dari adanya kemiskinan dan keterbelakangan adalah nilai sosial yang menurut mereka transisi yang terjadi di Eropa dari sistem feodal menjadi sistem kapitalisme merupakan sebuah model yang harus ditiru. Kemajuan sebuah negara hanya dapat ditentukan oleh perubahan system tersebut yang dapat melepaskan negara-negara tersebut dari kemiskinan dan keterbelakangan. Berdasarkan teori ini, nilai sosial budaya merupakan salah satu hambatan terbesar dalam proses modernisasi suatu negara.

Tradisi budaya merupakan sesuatu yang kuno dan tidak seharusnya dipergunakan lagi, dengan begitu Amerika Latin akan perlahan menuju sistem kapitalisme dan mengalami perkembangan ekonomi untuk menyelesaikan permasalahan kemiskinan yang terus terjadi.

Menurut Rostow, terdapat lima tahap proses modernisasi suatu negara, yaitu masyarakat tradisional, persiapan untuk lepas landas, lepas landas, pendewasaan, dan masyarakat dengan tingkat konsumsi yang tinggi.

Kondisi yang ada pada masyarakat Amerika Latin saat ini masih mengalami hambatan dalam menjalankan proses modernisasi. Berdasarkan teori modernisasi, negara-negara Amerika Latin dan negara dunia ketiga lainnya harus mengadopsi nilai-nilai yang diterapkan pada negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, karena dianggap sebagai negara yang sudah mencapai fase modern dan dapat dijadikan sebagai model.

Teori ini dianggap bias, Eurosentris, dan hanya berfokus pada pengalaman yang dimiliki oleh Amerika Serikat serta negara-negara Barat lainnya saja, sehingga mengabaikan pengaruh-pengaurh lain seperti tekanan internasional dan insititusi tradisional yang ada pada negara tersebut.

Teori tersebut dianggap kurang tepat apabila diaplikasikan pada negara-negara berkembang seperti Amerika Latin yang memiliki sejarah dan karakteristik budaya yang berbeda. Banyak pertentangan yang muncul akibat penggunaan teori ini seolah-olah menjadi teori universal untuk menentukan proses modernisasi sebuah negara.

Berkaitan dengan hubungan Amerika Serikat dan Amerika Latin, Amerika Serikat melihat bahwa secara geografis, Amerika Latin merupakan sebuah tempat yang sangat vital untuk kepentingan Amerika Serikat dan harus bebas dari pengaruh serta keterlibatan pihak luar, ditambah lagi Amerika Latin dianggap sebagai tempat sebagai laboratorium untuk mengimplementasikan kebijakan dan proyek Amerika Serikat, seperti proyek modernisasi. Modernisasi akan membawa dampak terhadap perkembangan sosial, politik, dan ekonomi di suatu negara.

Teori modernisasi yang dikembangkan oleh Rostow sendiri mengacu pada perkembangan ekonomi dan pasar yang dianggap akan mendorong kemajuan di berbagai bidang lainnya, termasuk implementasi demokrasi. Untuk mencapai kepentingannya, Amerika Serikat harus bersedia untuk memasok modal yang dibutuhkan oleh negara-negara berkembang untuk mengatasi hambatan yang menimpa perkembangan mereka dan juga untuk menghasilkan sebuah atmosfer pertumbuhan serta perdagangan internasional.

Berbeda dengan teori perkembangan modernisme yang dianggap terlalu eurosentris, pendekatan tradisi korporatis dianggap memiliki dampak dan pola yang lebih mendalam pada organisasi sosial-politik di negara Amerika Latin. Pengaruh sejarah dan pengalaman yang dimiliki oleh negara-negara di Amerika Latin berbeda dengan pengalaman yang dialami oleh negara-negara Barat.

Perkembangan di Amerika Latin banyak dipengaruhi oleh abad pertengahan dalam bidang politik sosiologi dan pandangannya, sehingga pendekatan budaya Amerika Latin mendorong para ilmuwan untuk lebih memerhatikan pengaruh dari “budaya politik” untuk membantu menyelesaikan aspek-aspek kegagalan Amerika Latin untuk menyesuaikan dengan system global.

Amerika Latin memiliki sejarah yang Panjang mengenai statis-organis, korporatisme, keagamaan, elitisme, patrimonialisme, dan otoritarianisme, sehingga keduanya memiliki titik mula yang berbeda untuk mengalami proses modernisasi. Kritik terhadap teori modernisasi adalah karena ketidaksesuaian teori tersebut untuk diaplikasikan kepada negara-negara dunia ketiga lainnya yang memiliki tradisi, budaya, sejarah, dan masyarakat yag berbeda.

Di Amerika Latin dan negara berkembang lainnya, fenomena pra-industrial dan birokrasi akan membutuhkan analisis yang berbeda karena negara dunia ketiga harus menghadapi fase permasalahan yang berbeda dibandingkan dengan negara yang sudah maju, sehingga akan berdampak pada respon perkembangannya. Dalam hal tersebut, jika membandingkan negara dunia ketiga dengan negara maju jelas akan memiliki dampak dan usaha yang berbeda dalam mencapai modernisasi.

Salma Syakira Widodo
Mahasiswi Ilmu Politik FISIP Universitas Indonesia 2016
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.