Sabtu, Maret 6, 2021

Aktivis Pendidikan Sebagai Pahlawan Pembangunan Masyarakat

Mendulang Pundi dari Bisnis Fotografi

Manusia memiliki sejarah dan kenangan masing-masing. Lewat kenangan, mereka menceritakan pengalaman kepada anak dan cucu. Dalam membantu merekosntruksi bayangan dari cerita tersebut, fotografi menjadi...

Perlukah Undang-Undang Praktik Aborsi?

Negara Irlandia telah melegalkan sebuah undang-undang praktik aborsi sesuai dengan hasil referendum yang dilangungkan pemerintah Irlandia. Hal ini memang suatu perubahan yang radikal di...

Surat Sederhana untuk Para Tokoh-Tokoh Politik

Aku kira sehabis pasca pencoblosan pilpres dan pileg masa keributan akan selesai dengan damai. Baik diranah sosial media dan dunia nyata. Keributan yang selalu...

Merah Kuning Hijau di Langit yang Biru

Drama hukum yang bernuansa politis terjadi di negara Indonesia. Apakah ini drama yang sengaja diskenario atau memang peristiwa tersebut merupakan bola liar yang tanpa...
Oktavimega Yoga Guntaradewa
S1 Sosiologi, Fokus di Pendidikan, Gerakan Sosial Baru dan Pemberdayaan Masyarakat.

Konsep mengenai pembangunan selalu menjadi hal yang menarik dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan sendiri yang berarti perubahan menuju lebih baik menjadi pertanyaan besar tentang “lebih baik menurut siapa”. Apakah menurut pemerintah, ataukah menurut pemilik modal ataukah menurut masyarakat. Jawaban idealnya tentu menurut semua pihak. Tapi tentu akan menjadi rumit ketika semuah elemen berupaya saling berebut hak atas nama pembangunan.

Konsep pembangunan sendiri sudah menjadi masalah awal yang masih belum selesai. Lantas kemudian mengenai cara-cara pembangunan juga menjadi masalah yang serius. Pembangunan selalu digambarkan atau dibayangkan tentang pembangunan-pembangunan fisik seperti gedung, jalan, jembatan dan lain-lain. Sekarang ini juga pemerintah sedang menggencarkan pembangunan-pembangunan jalan tol dan pembangunan-pembangunan fisik di daerah Indonesia Timur.

Pembangunan fisik memang menjadi cara yang baik dalam mensejahterahkan masayarakat. Terbukti pembangunan-pembangunan infrastruktur berupa jalan di daerah Timur membuat perekonomian Papua sendiri pada triwulan I-2017 tumbuh 3,36%. Dan diharapkan pertumbuhan ekonomi Papua pada tahun 2018 sebesar 6,81%, sehingga mampu menyumbang 1,88% ekonomi Indonesia di tahun 2018. Namun meskipun demikian, pembangunan fisik atau infrastruktur hanyalah bersifat temporer dan cenderung rentan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi.

Dewasa ini pemerintah perlu mengubah cara pandang dalam pembangunan. Ada banyak permasalahan yang dapat diselesaikan dengan pembangunan kultural masyarakat yakni dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Christope Bahuet selaku Direktur UNDP (United Nations Development Programme)  Indonesia telah mengumumkan secara resmi Laporan Pembangunan Manusia Indonesia 2016. Dalam laporan tersebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia bercokol di peringkat 113 dari 188 negara. Beberapa pihak lantas membandingkannya dengan peringkat Indonesia di tahun 2015, di mana terjadi penurunan peringkat dari 110 menjadi 113.

Pembangunan sumber daya manusia di Indonesia dapat dilakukan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pemerataan fasilitas pendidikan tapi juga perbaikan kurikulum dan peningkatan kualitas guru dan pemerataannya. Perubahan secara kultural ditempuh secara jangka panjang dan harus direncanakan dengan konsep yang matang. Dan kemudian dilaksanakan dengan penuh kesiapan agar perubahan yang teradi menyeluruh dan mengakar. Akhirnya terciptalah sebuah revolusi dalam dunia pendidikan.

Ketika masyarakat memiliki pendidikan yang baik seperti misalnya pendidikan vokasional, akademik, non-akademik, kewirausahaan. Maka sumber daya manusia di Indonesia dapat bersaing secara global. Arah pendidikan juga harus menciptakan manusia yang mandiri tidak hanya menjadi buruh. artinya masyarakat juga harus dididik untuk berkarya dan berdaya sehingga persaingan bukan hanya bicara soal buruh tapi juga pasar ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi yang akan terjadi diharapkan mampu menekan angka kemiskinan, kesenjangan dan juga angka pengangguran. Bukan hanya bidang ekonomi yang diukur tapi juga sosio-kultural masyarakat. Karena sesunguhnya kesejahteraan itu bukan hanya diukur secara ekonomi tapi juga ada hal-hal yang lain.

Dalam implementasi pembangunan non fisik atau dari segi sosio-kultural masyarakat, diharapkan para pendidik atau bisa disebut aktivis pendidikan lah yang menjadi ujung tombak atau pahlawan dalam pembangunan. Karena para pekerja di bidang pendidikan lah yang ahli dalam perubahan kultural masyarakat melalui pendidikan.

Perubahan kultural masyarakat menjadi hal yang tidak mudah karena pelaksanaannya dalam jangka panjang namun hasil yang didapatkan akan sebanding. Pemerintah perlu memberikan kebijakan yang mengapresiasi dan membantu perjuangan para pahlawan pendidikan.  Persatuan dalam pembangunan akan menciptakan sebuah harmonisasi langkah yang mampu melakukan perubahan menjadi lebih baik bagi bersama.

Oktavimega Yoga Guntaradewa
S1 Sosiologi, Fokus di Pendidikan, Gerakan Sosial Baru dan Pemberdayaan Masyarakat.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Ranking Kampus Dunia: Jangan Salah Kaprah

Baru-baru ini dunia pendidikan tinggi kita mendapatkan gabar gembira. Lima perguruan tinggi (PT) asal Indonesia menempati 10 universitas Islam terbaik dunia. Bahkan salah satunya...

Rock and Roll, Budaya yang Terusir

Penyebaran virus Rock and roll tidak hanya datang dari radio luar negeri, tapi juga dari rekaman piringan hitam yang dibawa dari luar negeri dan...

Cantik Hemat dari Dapur

Cantik adalah impian bagi setiap perempuan. Sejak umat manusia tercipta, kecantikan menjadi sebuah patok keindahan. Terbukti dari kisah dua orang putra nabi Adam yang...

Apa Hubungannya Toleransi dan Kearifan Lokal?

“Hai seluruh manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya...

Lubang Hitam Narasi Teroris Selama Pandemi

Sudah lima hari sejak saya terkonfirmasi positif Covid-19. Rasanya begitu berat, alih-alih sekedar menyerang fisik, rupanya virus ini juga menyerang mental. Untuk itu, saya...

ARTIKEL TERPOPULER

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Serial Non-Muslim Bisa Masuk Surga. Siapa Mereka?

Apa pendapat para ulama dan cendekiawan dulu dan sekarang tentang keselamatan penganut agama-agama selain syariat Nabi Muhammad Saw? Apakah orang yang biasa disebut “non-Muslim”...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.