Rabu, Januari 20, 2021

Aksi Corbuzier: Dari Agresivitas Daring hingga Luring

Belajar Birokrasi Ideal Dari Taylor

 Frederick Winslow Taylor, merupakan tokoh yang sangat berpengaruh dalam dunia manajemen, ia dilahirkan dari keluarga yang cukup berada di kawasan Philadephia Amerika Serikat. Diriwayatkan...

Menilik Konsepsi Kematian dalam Era Teknologi

Kematian menjadi tahapan penting dalam siklus kehidupan manusia. Fenomena dan ritus terhadapnya banyak kita lihat dalam berbagai kehidupan sosial budaya masyarakat di dunia. Membahas...

Natal, Tahun Baru, Puji-pujian, dan Kembang Api

Umat Kristiani merayakan Hari Natal dan Tahun Baru. Sudah menjadi kebiasaan umum perayaan umat Kristiani ini sering diisi berbagai habitus. Salah satu yang hemat...

Mengapa Banyak Orang Tidak Suka dengan Filsafat?

Sebelum berangkat ke Mesir saya pernah ditawari oleh salah seorang ustad di pondok untuk sekolah filsafat di salah satu kampus ternama di Jakarta dengan...
Abdul Hadi
Abdul Hadi, bernama lengkap Muhammad Abdul Hadi, Jurnalis Kampus LPM Ekspresi UNY dan bergiat di komunitas baca Yogyakarta. Di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), ia juga menulis cerpen dan esai.

Menilik perkembangan ranah maya akhir-akhir ini, tidak berlebihan rasanya ketika saya mengibaratkan internet sebagai kandang yang tepat untuk menternak-biakkan ujaran kebencian. Beragam drama miris, amoral, hingga yang memalukan dipertontonkan di ranah maya, dan aneka polah dan ucapan tak senonoh bertebaran di Internet tanpa bisa dibendung lagi.

Tak usah jauh-jauh melihat, dengan sekali ketukan layar gawai, media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, Telegram, dan lain sebagainya banyak memuat konten dan komentar negatif dari warganet. Namun di sini, saya hanya akan mengulik aksi Deddy Corbuzier yang kerap menjadi sorotan karena memburu haters yang menyerangnya di media sosial.

Terhitung sudah beberapa kali mantan pesulap itu mempidanakan haters yang menyudutkannya dengan ujaran kebencian. Misalnya Aril Elda (2015), Anton Nugroho (2016), dan banyak lagi orang-orang yang tak disebutkan namanya telah ditangkap karena melancarkan agresi verbal kepada Corbuzier.

Aksi Corbuzier memburu haters-nya yang mengeluarkan ujaran kebencian memang tak salah, kendati menuai pro-kontra. Apalagi terdapat payung hukum UU ITE yang menaungi tindakannya sehingga Corbuzier bisa dikatakan –nyaris– selalu berhasil menangkap orang-orang yang menantang atau menyerukan ujaran kebencian kepadanya.

Sebut saja Anton Nugroho yang melancarkan agresi verbal kepada Deddy Corbuzier sekaligus Chika Jessica, yang saat itu berstatus sebagai pacar Corbuzier. Ujaran kebenciannya yang menyinggung SARA menjadikan Corbuzier berang. Adapun verbatim ucapan Anton: “Ngapain pergi umroh kalau kamu masih ngent*t dengan si Kristen Deddy Corbuzier, dasar per*k,” ujarnya yang ditulis di salah satu kolom komentar postingan foto Instagram Chika.

Menilik pada faktor-faktor dan alasan ujaran kebencian dilontarkan, Walters and Brown (2006) menyebutkan bahwa salah satunya disebabkan kekecewaan terhadap tindakan tertentu yang dilakukan objek yang menjadikan si pembuat ujaran kebencian menyatakan hal-hal negatif tentangnya.

Dalam hal ini, sebagaimana yang diakui Anton, ucapan kasar (agresi verbal) yang dia tujukan kepada Chika merupakan kekecewaannya karena Chika berpacaran dengan Corbuzier. Apalagi selama ini, Anton merupakan fans Chika. Dan Sialnya, ucapan yang dia lontarkan di Instagram juga menyinggung Corbuzier sehingga ditindak-lanjuti oleh lelaki plontos ini hingga sampai di ranah hukum.

Aksi Corbuzier menyeret haters-nya merupakan agresi tak langsung yang ditujukan sebagai pembelaan diri. Teori etologis dari agresi (Lorenz, 1966) menyatakan bahwa agresi dilakukan sebagai bentuk bela diri dari gangguan dan ancaman dari orang lain. Tak heran, jika Corbuzier membalas ujaran kebencian dari hatersnya dengan agresi tak langsung dengan jalur hukum.

Sejujurnya, kita pun jika dimaki-maki oleh orang lain atau menjadi objek ujaran kebencian, secara naluriah (tentu akan) merasa tersinggung. Dan tindakan agresi pun dilakukan sebagai upaya penyesuaian diri sehingga memiliki nilai survival bagi manusia, sekecil apapun itu.

Referensi

Lorenz, K. 1966. On Aggression. Methuen: London

Walters, M.A. & Brown, R. 2006. Causes dan Motivations of Hate Crime. Equality and Human Rights Commission Research Report, 102, July 2016

Abdul Hadi
Abdul Hadi, bernama lengkap Muhammad Abdul Hadi, Jurnalis Kampus LPM Ekspresi UNY dan bergiat di komunitas baca Yogyakarta. Di sela-sela kesibukannya sebagai mahasiswa psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), ia juga menulis cerpen dan esai.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Revolusi Mental Saat Pandemi

Vaksin Sinovac memang belum banyak terbukti secara klinis efektifitas dan efek sampingnya. Tercatat baru dua negara yang telah melakukan uji klinis vaksin ini, yakni...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Tanpa Fatwa Halal, Pak Jokowi Tetap Harus Menjalankan Vaksinasi

Akhirnya MUI mengatakan jika vaksin Sinovac suci dan tayyib pada tanggal 8 Januari 2021. Pak Jokowi sendiri sudah divaksin sejak Rabu, 13 Januari 2021,...

Dilema Vaksinasi dalam Menghadapi Masa Transisi

Pandemi covid-19 telah membawa perubahan kebiasaan yang fundamental dalam kehidupan bermasyarakat. Selama masa pandemi, kebiasaan-kebiasaan di luar normal dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari...

Wacana sebagai Represifitas Tersembunyi

Dewasa ini, lumrah dipahami bahwa represifitas diartikan sebagai tindakan kekerasan yang berorientasi pada tindakan fisik. Represifitas juga acap kali dikaitkan sebagai konflik antara aparatus...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendidikan di Indonesia

Sudah 8 bulan lalu kasus virus Covid-19 menyerang dunia. Begitu cepatnya perubahan wabah Covid-19 dari Endemi hingga memenuhi syarat menjadi Pandemi, wabah yang mendunia....

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

Bencana Alam: Paradigma Ekologi dan Aktivisme

Ekologi sebagai kajian ilmiah tentang hubungan antara makhluk hidup dengan makhluk tidak hidup telah memberikan perspektif baru tentang sistem keterkaitan. Namun, sebagian besar pemerhati...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.