in

Akhlak al-karimah bermula dari Hati


Hati atau dalam bahasa arab disebut dengan قلب diambil dari fi’il kolaba-yaklubu yang beraarti tebolak-balik.Yang dimaksud dengan terbolak-balik disini bukanlah posisi dari hati tersebut bukan posisi dari hati tersebut,bukan.Akan tetapi yang  dimaksud dengan terbolak-balik adalah perasaan seperti contoh : senang,sedih,gembira,marah, dll.Tidak ada perasaan yang selamanya menetap di dala diri kita ibaratkan roda peraasaan pasti akan berubah-ubah.Di samping itu hati merupakan hal yang berperan penting dalam tubuh kita,selain sebagai pembuat empedu yang menetralisirkan racun dalam diri kita hati mempengaruhi kondisi batiniah dan juga spiritualitas kita.Satu tahun yang lalu saya menghadiri acara Cak Nun atau juga dikenal sebagai Kyai Kanjeng yang berjudul “SInau Bareng”Diwaktu itu Cak Nun berkata bahwa “Hidup ini hanya masalah menata hati”Jadi hati merupakan organ penting yang sangat berpengaruh disamping otak kita.Rasulullah saw. bersabda


**عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ ».

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan amalan kalian.” (HR. Muslim no. 2564)

Hati adalah sumber dari segala amalan,niat dan juga perbuatan kita semuanya berasal dari hati.Jika hati kita bersih Insyallah semua yang kita lakukan akan mengalir dengan lancar dan akan bersih,akan tetapi jika misalkan hati kita kotor ibaratkan segelas air yang tercampur oleh tinta air itu akan berubah menjadi hitam dan tinta pun akan menyebar.Perbuatan kita juga akan otomatis mengikuti suci tidaknya hati kita.

Baca Juga :   Film Jagal dan Senyap Sebagai Media Pembelajaran Siswa, Berani?

Rasulullah saw. pernah bersabda

إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاقِ

“Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak.” (HR. Al-Bayhaqi dalam al-Sunan al-Kubrâ

Akhlak itu adalah perbuatan kita yang berasal dari hati dan dilakukan dengan spontan atau “tanpa perlu pikir panjang” istilahnya jadi akhlak itu adalahsuatu kebiasaan perbuatan yang kita lakukan secara berulang-ulang.

Dari sinilah kita mengetahui bahwa hati itu bukanlah hanya organ pencipta empedu tetapi juga sumber dari semua akhlak/tabiat kita dalam keseharian.


Written by Amartya

Born in Jogja Occupation : Student