Minggu, Januari 24, 2021

Ajang Pencarian Caleg Indonesia

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Analisis Konteks dan Konten, Mengapa RUU PKS Harus Segera Disahkan?

Dalam sebuah seri diskusi, seorang akademisi pernah mengucapkan bahwa perempuan sebagai proletarnya proletariat. Lebih lanjut diterangkan, bila si buruh lelaki diartikan sebagai seorang yang...

Sisi Enigma Mahfud MD

Mahfud MD menjadi bagian fenomena politik nasional tersendiri yang cukup mengundang perhatian publik. Kegagalannya dua kali berturut-turut menjadi cawapres Jokowi membuatnya harus dua kali...

Komunitas Sosial untuk Indonesia

Secara Konstitusional, pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 Tidak hanya negara yang bertanggung jawab terhadap fakir miskin dan anak-anak, tetapi kita bersama. Berusaha melakukan apa yang...
Amin Achmad
Mahasiswa

Saat ini kalau kita perhatikan, dilayar kaca terdapat banyak sekali acara-acara yang bertajuk unjuk bakat mulai dari menyanyi, menari, melukis, memasak, sulap hingga melawak.

Siapapun dan dari manapun asalnya boleh dan bisa ikut dalam acara tersebut, selama mereka mampu lolos tahap seleksi yang begitu ketat dan berhak melanjutkan ke tahap selanjutnya.

Tahap demi tahap yang dilalui oleh peserta masing-masing memiliki peran penting untuk memilih peserta yang berhak dan pantas untuk tampil dalam unjuk kebolehan di panggung utama acara tersebut.

Mulai dari audisi yang dilakukan oleh panitia yang salah satu manfaatnya adalah untuk menyaring beberapa peserta dari ratusan bahkan ribuan peserta audisi. Selain itu di dengan adanya audisi yang diselenggarakan di beberapa kota besar bisa menjaring lebih banyak peserta dengan karakter dan bakat yang lebih beragam.

Salah satu ajang pencarian bakat yang sempat booming di Indonesia di antaranya adalah Indonesian idol, yakni suatu ajang pencarian bakat yang diadopsi dari ajang pencarian bakat serupa di inggris dengan judul pop idol. Acara ini merupakan ajang pencarian idola di bidang tarik suara. Dan telah sukses menjadi acara realitas terbesar di indonesia yang meluluskan penyanyi penyanyi berbakat seperti delon thamrin, mike mohede dan judika sihotang.

Dalam perkembangannya setelah kemunculan Indonesian idol, ajang pencarian bakat serupa mulai bermunculan bagai jamur di musim hujan. Seperti rising star Indonesia, the voice Indonesia dan x factor Indonesia. Master chef Indonesia dan master chef junior dibidang masakan. Stand up comedi Indonesia di bidang lawak. Sementara itu ada Indonesia got talent dan Indonesia mencari bakat merupakan acara yang menjaring bakat-bakat menarik yang tidak terbatas pada satu bakat.

Begitu banyaknya ajang pencarian bakat di Indonesia yang menjaring orang-orang berbakat dari seluruh penjuru negeri, mendorong penulis berpikir seandainya di tengah pesta demokrasi indonesia. pemerintah mengadakan acara semisal ajang pencarian bakat guna menjaring calon-calon legislatif yang memang layak dipilih oleh masyarakat secara sah dan mampu mengemban amanah dari rakyat, bukan sekedar memilih calon-calon legislatif yang merasa mampu.

Seperti dalam pepatah jawa yang mengatakan “ojo rumongso biso nanging kudu biso rumongso” yang artinya sebagai manusia kita dilarang merasa sudah bisa sehingga kita merasa hebat dan pada akhirnya merendahkan orang lain. Berangkat dari sini adanya acara pra pileg dan pemilu semisal ajang pencarian bakat di rasa sangat perlu. Selain untuk memilih calon-calon terbaik yang bisa di dapatkan, juga sebagai ajang untuk memperkenalkan calon-calon tersebut pada khalayak umum.

Disamping itu dengan adanya ajang pencarian calon legislatif, kemungkinan besar bisa menarik lebih banyak minat masyarakat untuk ikut terlibat langsung dalam pesta demokrasi Indonesia.

Terlebih bagi mereka yang muak dengan acara-acara seputar pemilu yang kebanyakan dipenuhi dengan aksi saling hujat dan menjatuhkan yang sebenarnya tidak diperlukan hanya untuk meningkatkan elektabilitas calon di mata masyarakat.

Selain itu, dengan adanya hal semacam ini sangat mungkin untuk memunculkan orang-orang baru yang belum terlihat dipermukaan untuk mengemban amanah rakyat. Negara ini tidak hanya membutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan namun juga mereka yang bisa memberi warna baru pada Negara kita.

Jangan sampai ada mantan narapidana korupsi yang menjadi caleg apalagi pejabat tinggi, apa di negara Indonesia yang begitu luas ini tidak memiliki seorang pun yang berkompeten untuk mengurus Negara sehingga mantan narapidana korupsi pun harus menjadi calon pejabat.

Sebelumnya mohon maaf bukan maksud untuk menyalahkan atau mengurui, ini hanyalah sekedar ide bodoh dari orang awam yang tinggal dikampung dan sangat mungkin tidak akan terlaksanakan di tengah pesta demokrasi yang sedang kita laksanakan saat ini.

Namun disamping benar atau salah apa yang telah saya utarakankan, jangan sampai pesta demokrasi yang kita agung-agungkan yang seharusnya menjadi ajang untuk menyatukan tujuan untuk menuju Indonesia yang lebih baik malah menjadi ajang yang memecah belah kita. Pilihan boleh beda tapi kita tetap Indonesia jua.

Amin Achmad
Mahasiswa
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Upaya Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan

Kasus KDRT khususnya terhadap perempuan masih banyak terdengar di wilayah Indonesia. Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (6/03/20) juga meluncurkan catatan tahunan (CATAHU) yang...

Capitol, Trump, dan Biden

Menjelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS, 20 Januari ini (Rabu malam waktu Indonesia), Washington kembali tegang. Penyerbuan gedung Capitol, Washington -- simbol demokrasi...

Pelantikan Joe Biden dan Pembangkangan Trump

Pelajaran Demokrasi untuk Dunia yang Terus Berubah Washington tegang menjelang pelantikan Presiden Joe Biden dan Kemala Harris, 20 Januari 2021. Kondisi ini terbentuk akibat pembangkangan...

Proyeksi OPEC, Konsumsi Migas Dunia akan Meningkat

Senin (18/1) penulis berkesempatan untuk memberikan kuliah umum secara daring dengan adik-adik di Politeknik Akamigas Cepu, Jawa Tengah. Maraknya pemberitaan mengenai kendaraan listrik dan...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

The Social Dilemma: Logika Eksploitatif Media Sosial

Seorang teman baru bebas dari dunia gelap. Mengkonsumsi narkoba menjadi gaya hidupnya. Padalah kehidupannya tak terlalu suram bagi ukuran kelas menengah. Tapi kehidupannya itu...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.