Rabu, April 14, 2021

Ade Fitrie Kirana: Wanita Perlu Berdaya Saing Untuk Terus Maju

Benih Romantisme AS-Korut dan Sang Pencemburu

Hubungan Amerika Serikat dengan Korea Utara akhir-akhir ini dinilai mulai membaik oleh masyarakat internasional. Kondisi ini dilatarbelakangi oleh komitmen Korea Utara dan Korea Selatan...

Melawan Otoritas Penafsiran

Penafsiran Alquran sangat berkaitan erat dengan unsur-unsur subjektifitas penafsir. Peran penafsiran tidaklah serta merta berada dalam wahana medan teks semata, akan tetapi berkutat pula...

Negara yang Memelihara Kuntilanak

Ada hubungannya antara hantu-hantu perempuan dan rancangan Undang-undang penghapusan kekerasan seksual yang diinisiasi oleh LBH Apik. Indonesia adalah sebuah negara yang menyimpan sebuah rahasia...

Tuti dan Keroposnya Humanisme Arab Saudi

Tuti Tursilawati, menjadi korban hukuman mati TKI ketiga tahun ini di Arab Saudi. Sebelum Tuti, seorang TKI asal madura Zaini Musrin pun dihukum mati...
Mulyono Sri Hutomo
Content Writer

Lama tak muncul di layar televisi, pemain sinetron Ade Fitrie Kirana ternyata aktif berbisnis sekaligus memperjuangankan kesetaraan gender.  Ade Fitrie Kirana ingin kaum wanita Indonesia punya kesempatan sekaligus mendapat peluang yang sama untuk maju di dunia usaha tanah air.

“Saya berharap agar wanita-wanita Indonesia terdorong untuk maju. Khususnya pada sektor usaha kecil dan menengah agar melek teknologi informasi digital,” kata Ade Fitrie Kirana saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) ke-27 di Grand Clarion Hotel & Convention Makassar, Sulawesi Selatan, melalui press relase.

AFK, sapaan akrabnya, mengimbau kepada para pengusaha wanita untuk terus meningkatkan kemampuan dan performa bisnis dalam segala aspek. Terutama, menyangkut pengembangan usaha melalui platform digital.

Di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) ke-27 yang dibuka oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise, Ketua Umum IWAPI Nita Yudi, Dewi Motik dan sejumlah ikon perempuan inspiratif, AFK menilai pentingnya pengusaha perempuan untuk memahami peran teknologi dalam berbisnis.

“Perkembangan teknologi saat ini bergerak sangat cepat. Tantangan yang dihadapi pengusaha wanita Indonesia akan semakin berat. Saat ini kita sudah berada di era digitalisasi sehingga kita perlu berdaya saing untuk terus maju dan produktif,” lanjutnya.

Artis yang tenar lewat sinetron Islam KTP SCTV ini berharap kaum perempuan di Indonesia bisa menjawab tantangan era globalisasi yang semakin kompetitif.

“Kaum perempuan harus menjadi garda terdepan dalam percaturan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan mampu meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM sehingga dapat menciptakan produk-produk berkualitas tinggi yang diperhitungkan eksistensinya di negara-negara ASEAN,” kata Ade Fitrie Kirana memungkasi.

Mulyono Sri Hutomo
Content Writer
Berita sebelumnyaBelajarlah dari PDI-P dan PNI, Golkar
Berita berikutnyaEnvironmental
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menolak lupa: Seputar Perjalanan Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa kasus pandemi Covid-19 di Indonesia hampir berusia 1 tahun. Apabila kita ibaratkan sebagai manusia, tentu pada usia tersebut belum bisa berbuat banyak,...

Eren Yeager, Kesadaran dan Kebebasan

Pemberitahuan: esai ini terdapat cuplikan cerita Attack on Titan (AoT) episode 73. Pada musim akhir seri AoT, Eren Yeager tampil dengan kondisi mental yang jauh lebih...

Dibalik Kunjungan Paus Fransiskus ke Timur Tengah

  Tak dapat disangkal kekristenan bertumbuh dan berkembang dari Timur Tengah. Sebut saja, antara abad 1-3 masehi, kekristenan praktisnya berkembang pesat di sekitar wilayah Asia...

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

ARTIKEL TERPOPULER

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Peranan Terbesar Manajemen Dalam Bisnis Perhotelan

Melihat fenomena sekarang ini mengenai bisnis pariwisata di Indonesia yang terus tumbuh sesuai dengan anggapan positif dunia atas stabilnya keamanan di Indonesia mendorong tumbuhnya...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.