Senin, Januari 18, 2021

Abu Nawas yang Ternyata Gay

Hoax, Jurnalisme Stadium 4

Dewasa ini, merupakan sesuatu hal yang tidak bisa dibantahkan jika berita hoax di negeri kita tambah hari malah semakin banyak. Jalur berita yang dilalui...

Redupnya Anak Muda karena Negara Orang Tua

Mengapa di dalam setiap wacana maupun perumusan kebijakan anak muda justru lebih dominan peran dan tafsiran “orang tua” ketimbang anak muda itu sendiri. “Orang...

Interlacing Adat and Islam in West Sumatera

Initially, doctrinal understanding in the plural tradition of Islam, especially its relation to adat in Malay-Indonesia community, especially in Minangkabau society, was held by...

Romeo dan Juliet dan Kerajaan Abal-Abal

Adalah Totok Santosa Hadiningrat dan Dyah Gitarja (Fanni Aminadia) yang mendeklarasikan kraton agung sejagat (KAS) tersebut yang beristana di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan,...
Avatar
Budi Setiawan
Pengamat Sosial dan Hubungan Internasional, tinggal di Jakarta
Doktor Mun’im Sirry , cendekiawan Islam asal Madura yang kini menjadi asisten profesor di Fakultas Theologi, Universitas Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat, pernah menulis di GEOTIMES soal ulama-ulama homoseksual.

Yang menjadi pusat perhatian saya adalah penggalan tulisannya soal Abu Nuwas atau yang kondang dengan sebutan Abu Nawas. Kita tahu Abu Nawas sangatlah populer lewat cerita sufi ala Mukidi dan hikayat 1001 malam serta dikaitkan dengan kejayaan Islam. Abu Nuwas adalah pencipta Al I’tiraf (Sebuah Pengakuan) yang syairnya berisikan pujian akan kebesaran Allah.

Hampir semua ulama kondang dan yang tidak kondang di Indonesia pernah melantunkan syair doa ini yang dinyanyikan juga oleh ratusan juta muslim, baik di masjid-masjid maupun di perayaan hari besar Islam. Bahkan banyak yang menangis sambil menyanyikan Al I’tiraf. Dan doa Abu Nawas itu memang sangat indah. Lihat video Hadad Alwy.

Tapi berapa banyak yang tahu bahwa Abu Nawas adalah seorang gay yang tetap sholat dan khatam Qur’an? Menurut Asisten Profesor mata kuliah “World Religion and World Church” ini, Abu Nuwas adalah seorang Gay. Ini bukan gosip karena menurut artikel lulusan Universitas Islamabad Pakistan dan UCLA California itu, Abu Nuwas mengaku dirinya gay yang diperkuat kesaksian orang-orang dekatnya.

Lebih lanjut Mun’im Sirry menulis:
“Hampir tanpa pengecualian, karya-karya sastra, puisi dan prosa, dari Abu Nuwas dan al-Jahiz hingga Alfu Lailah wa Lailah (Seribu Satu Malam), menyikapi kaum gay-lesbian dan seksualitas mereka dengan penuh penghormatan dan penerimaan. Tamsil cinta homoseksual dan erotisisme merupakan sesuatu yang sangat umum dalam karya-karya para sufi agung.”

Boleh jadi anda berasa sesak mendapati kenyataan bahwa Abu Nawas adalah gay, jika kita tidak berfikiran luas dan terbuka. Anda boleh mengatakan saya membuka aib sesama Muslim. Tapi jangan nasihati saya soal ini karena saya tidak bisa ber-tabayyun ke dia karena sudah ratusan tahun Abu Nawas berpulang. Jangan juga bilang saya harus berdiam diri pura-pura tidak tahu karena toh orang lain sudah membedah siapa Abu Nawas yang sebenarnya.

Selamat galau memikirkan apakah Abu Nuwas itu masuk surga atau neraka. Dan Muhammadiyah, silakan kaji apakah kalian mengharamkan senandung Al I’tiraf juga.

Avatar
Budi Setiawan
Pengamat Sosial dan Hubungan Internasional, tinggal di Jakarta
Berita sebelumnyaKebhinnekaan sebagai Simbol Persatuan
Berita berikutnyaKopi Lanang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Penguatan Kebijakan Pelaksanaan Akreditasi RS di Masa Covid-19

Kasus Pandemik Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) kian meningkat dan telah memengaruhi berbagai aspek kesehatan termasuk memengaruhi upaya dalam meningkatkan kualitas layanan fasilitas kesehatan....

Memaknai Syair Lagu Jika Surga dan Neraka Tak Pernah Ada

Lagu yang diciptakan oleh musisi terkenal di Indonesia yaitu Ahmad Dhani, melahirkan Sebuah mahakarya lagu yang begitu indah dan memiliki makna yang dalam. Lagu...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

penerapan etika bisnis dalam CSR dan lingkungan hidup

Di dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan kompetitif menuntut para pembisnis untuk meningkatkatkan daya saingnya. Namun kebanyakan dari mereka masih belum mengerti bagaimana...

China-Indonesia, Lahir dari Rahim Bulutangkis

Olahraga bukan sekedar cara untuk menjaga kesehatan, juga bukan sebagai hobi yang dinikmati dan sebuah kewajiban rutinitas untuk mencegah berbagai penyakit. Lebih dari itu,...

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.