Sabtu, Oktober 31, 2020

Abu Nawas yang Ternyata Gay

Sejarah Diplomasi dalam Bernegara

Politik adalah alat mengemudi untuk mencapai kekuasaan, untuk mencapai suatu arah yang akan ditempuh. Maka, seorang politisi harus memakan dan mempunyai cara tersendiri untuk...

Fahri Pernah Sebut Jokowi Sinting Karena Tetapkan Hari Santri

Bangga rasanya akhirnya santri diakui dan dibanggakan. Ya, dua tahun yang lalu, pada tanggal 22 Oktober 2015, Jokowi resmi mengeluarkan Keppres nomor 22 tahun...

Pers, Ditengah Tuntutan Moral dan Netralitas

Tahun 2019 digadang-gadang akan menjadi tahun yang penuh intrik dan persekutuan untuk merebut kekuasaan, maka tak heran tahun ini disebut sebagai tahun politik. Berbagai...

Upaya Pemberantasan Korupsi

Dengan berlakunya Revisi UU KPK pada 17 Oktober, menjadi babak baru  dalam pemberantasan pidana korupsi di Indonesia. Tercatat, setidaknya terdapat beberapa bentuk persoalan menurut...
Avatar
Budi Setiawan
Pengamat Sosial dan Hubungan Internasional, tinggal di Jakarta
Doktor Mun’im Sirry , cendekiawan Islam asal Madura yang kini menjadi asisten profesor di Fakultas Theologi, Universitas Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat, pernah menulis di GEOTIMES soal ulama-ulama homoseksual.

Yang menjadi pusat perhatian saya adalah penggalan tulisannya soal Abu Nuwas atau yang kondang dengan sebutan Abu Nawas. Kita tahu Abu Nawas sangatlah populer lewat cerita sufi ala Mukidi dan hikayat 1001 malam serta dikaitkan dengan kejayaan Islam. Abu Nuwas adalah pencipta Al I’tiraf (Sebuah Pengakuan) yang syairnya berisikan pujian akan kebesaran Allah.

Hampir semua ulama kondang dan yang tidak kondang di Indonesia pernah melantunkan syair doa ini yang dinyanyikan juga oleh ratusan juta muslim, baik di masjid-masjid maupun di perayaan hari besar Islam. Bahkan banyak yang menangis sambil menyanyikan Al I’tiraf. Dan doa Abu Nawas itu memang sangat indah. Lihat video Hadad Alwy.

Tapi berapa banyak yang tahu bahwa Abu Nawas adalah seorang gay yang tetap sholat dan khatam Qur’an? Menurut Asisten Profesor mata kuliah “World Religion and World Church” ini, Abu Nuwas adalah seorang Gay. Ini bukan gosip karena menurut artikel lulusan Universitas Islamabad Pakistan dan UCLA California itu, Abu Nuwas mengaku dirinya gay yang diperkuat kesaksian orang-orang dekatnya.

Lebih lanjut Mun’im Sirry menulis:
“Hampir tanpa pengecualian, karya-karya sastra, puisi dan prosa, dari Abu Nuwas dan al-Jahiz hingga Alfu Lailah wa Lailah (Seribu Satu Malam), menyikapi kaum gay-lesbian dan seksualitas mereka dengan penuh penghormatan dan penerimaan. Tamsil cinta homoseksual dan erotisisme merupakan sesuatu yang sangat umum dalam karya-karya para sufi agung.”

Boleh jadi anda berasa sesak mendapati kenyataan bahwa Abu Nawas adalah gay, jika kita tidak berfikiran luas dan terbuka. Anda boleh mengatakan saya membuka aib sesama Muslim. Tapi jangan nasihati saya soal ini karena saya tidak bisa ber-tabayyun ke dia karena sudah ratusan tahun Abu Nawas berpulang. Jangan juga bilang saya harus berdiam diri pura-pura tidak tahu karena toh orang lain sudah membedah siapa Abu Nawas yang sebenarnya.

Selamat galau memikirkan apakah Abu Nuwas itu masuk surga atau neraka. Dan Muhammadiyah, silakan kaji apakah kalian mengharamkan senandung Al I’tiraf juga.

Avatar
Budi Setiawan
Pengamat Sosial dan Hubungan Internasional, tinggal di Jakarta
Berita sebelumnyaKebhinnekaan sebagai Simbol Persatuan
Berita berikutnyaKopi Lanang
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menjaga Kesehatan Tubuh dari Covid-19

Menjaga kesehatan menjadi hal yang penting dilakukan semua kalangan. Apalagi dengan kondisi alam yang semakin merabahnya virus covid 19. Terkadang hal sederhana yang rutin...

Kesehatan Mental dan Buruh

Kerja adalah cerminan kesehatan jiwa. Semakin baik tempat kerja, semakin kecil kemungkinan kita mengalami masalah kejiwaan. Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nation secara...

Charlie Hebdo, Emmanuel Macron, dan Kartun Nabi Muhammad

Majalah satir Charlie Hebdo (CH) yang berkantor di Paris kembali membuat panas dunia. CH merilis kartun Nabi Muhammad untuk edisi awal September 2020. Padahal...

Imajinasi Homo Sapiens Modern dalam Menguasai Dunia

  Foto diatas ini mewakili spesies lainnya yang bernasib sama, tentu bukan hanya Komodo, masih ada dan masih banyak lagi hewan yang bernasib sama sebut...

TBC Mencari Perhatian di Tengah Pandemi

Pada awal Maret, Indonesia melaporkan kasus Coronavirus Disease-2019 yang dikenal sebagai COVID-19, terkonfirmasi muncul setelah kejadian luar biasa di Wuhan, Cina. Penyakit ini disebabkan...

ARTIKEL TERPOPULER

Sandiwara Dibalik Pernikahan Raja Majapahit Bali

Belakangan di Bali ramai pemberitaan mengenai acara pertunangan Raja Majapahit Bali bernama lengkap Abhiseka Ratu Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Pandangan 2 Mazhab Hukum Terhadap Putusan MA Soal Eks Napi Koruptor

Pertengahan tahun 2018 ini publik dikagetkan dengan hadirnya PKPU No. 20/2018 yang dalam Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa Pengajuan daftar bakal calon anggota...

KDRT Saat Pandemi

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.