Banner Uhamka
Sabtu, September 19, 2020
Banner Uhamka

3 Tahun JKW-JK, ekonomi pariwisata menjadi catatan

Politikus Predator

Film The Predator karya Shane Black mengisahkan bagaimana sang Predator menjadi pemangsa paling mematikan di alam semesta. Makhluk rekaan itu kini menjadi lebih kuat,...

Putusan MK dan Perlindungan Hak Pemilih

Pada 28 Maret 2019 yang lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) memutus perkara Nomor 20/PUU-XVII/2019 tentang uji materiil terhadap Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan...

Duka Ditengah Pesta

Sudah sepekan lebih hari pemungutan dan penghitungan suara terlaksana, pesta yang dinanti oleh setiap jiwa bangsa selama berbulan-bulan akhirnya berjalan dengan meriah dan penuh...

Omnibus Law dan Ancaman Korupsi Legislasi

Dalam pidato pelantikannya tanggal 20 oktober 2019 di MPR, presiden Jokowi menyampaikan 5 (lima) program utama pemerintahannya, mulai dari pembangunan sumber daya manusia (SDM),...
Ghilman Hanif
Ghilman seorang Mahasiswa UIN JAKARTA Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dia Aktif di Himpunan Mahasiswa Islam dan organisasi kepemudaan lainnya, dia lahir di bogor sejak 21 tahun yang lalu.

Pariwisata sudah menjadi trend Industri di setiap provinsi untuk menumbuhkan perekonomian, karena lemahnya perdagangan dunia dan berdampak kepada ekspor Indonesia yang terus menurun, dari mulai ekspor batu bara, mineral, minyak bumi, dll. Maka kebutuhan alternatif akan pendapatan negara sangat penting, salah satunya pariwisata yang sangat strategis bagi Indonesia yang memiliki tempat wisata diseluruh daaerah.

Awal tahun 2017 pemerintah memiliki target devisi negara dari sektor pariwisata yaitu 186 Triliun. Dengan perhitungan 12 juta wisata mancanegara yang ditargetkan untuk bisa di datangkan di Indonesia. Dan itu masih perhitungan wisatawan mancanegara, belum wisatawan nusantara yang juga menyumbangkan pendapatan negara.

Agar target pendapatan dari sektor pariwisata terealisasi, Kemenpar sudah menyiapkan langkah strategis. Misalnya optimalisasi 10 destinasi wisata bahari yang tersebar di berbagai wilayah seperti Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Pulau Seribu Jakarta, Mandalika Lombok, Pulau Komodo, Wakatobi, Maluku Utara, dan Morotai.

Adapun realitas yang terjadi hari ini apakah bisa mencapai target yang sudah direncakan. Jika kita melihat kembali  data wisatawan mancanegara dari tahun 2016 – 2017 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, jika wisatawan mancanegara terus istiqomah berwisata ke Indonesia, maka akan tercapai target pendapatan devisa negara dari sektor pariwisata.

Namun ada beberapa data yang secara detail dilansir oleh BPS (Badan Pusat Statistik)dari wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Data ini didapatkan pada tahun 2014. Dengan total pendatang dari amerika 385.707 Wisatawan, Asean Total 3.751.074 Wisatawan, Asia Pasifik 3.741.016 Wisatawan, Eropa 1.332.593 Wisatawan , dan total keseluruhan 9.435.411 Wisatawan Mancanegara yang datang ke Indonesia.        

Menjadi catatan juga, bahwa, target Wisatawan mancanegara di tahun 2017 tercapai, dengan naiknya wisatawan mancanegara dari tahun 2014-2017.

Namun ada beberapa hal yang harus diselesaikan dari pihak pemerintahan. Yaitu pariwisata berkelanjutan. Karena Indonesia yang kaya akan keindahan alamnya ini juga butuh keseimbangan akan kelestarian alam, agar anak cucu kita bisa menikmati keindahan ini. Apalagi target pemerintah yang ingin mendatangkan pengunjung yang besar juga akan berdampak pada masalah ekosistem di tempat pariwisata alam. Kita tahu setiap manusia pasti memiliki sifat perusak, maka pemerintah harus membuat sistem yang ketat untuk menjaga kelestarian alam dari para wisatawan

Bukan hanya masalah kelestarian alam pariwisata Indonesia, tetapi juga harus coba mencari ekonomi alternative lain selain pariwisata, karena memang jika kita hanya fokus dalam pariwisata, maka kita akan belajar dari negara yunani yang pendapatan negaranya hanya di fokuskan pada sektor pariwisata.

Kita ketahui bersama, negara Yunanni terkenal dengan peninggalan sejarah filsuf, yang sampai saat ini masih terjaga perawatan bangunannya, namun Yunani menjadi negara bangkrut karena dampak besar dari ekonomi dunia yang semakin melemah. Jika kita tidak belajar dari Yunani maka Indonesia pun akan dapat melemah ekonominya, karena alam harus dilestarikan dan perekonomian harus di cari alternative lain selain sektor pariwisata.

Bisa dengan kampung wisata Nganggelaran, yang melibatkan masyarakat desa membangun kampungnya menjadi desa pariwisata, dengan memperlihatkan mata pencaharian dari masyarakat desa tersebut, dan menkjual hasil produksi masyarakat tani maupun yang lainnya kepada para wisatawan, agar wisatawan tahu, di desa nganggelaran memiliki Produksi kakao, kambing, susu dan lain lain.

Semoga pemerintah bisa lebih memfokuskan ekonomi desa dari sektor pariwisata, agar dari setiap sektor bisa di jadikan potensi ekonomi.

*Penulis adalah mahasiswa UIN Jakarta jurusan Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Semester 7, dan aktif di organisasi mahasiswa Intra kampus maupun ekstra kampus.  

Ghilman Hanif
Ghilman seorang Mahasiswa UIN JAKARTA Jurusan Pendidikan IPS Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, dia Aktif di Himpunan Mahasiswa Islam dan organisasi kepemudaan lainnya, dia lahir di bogor sejak 21 tahun yang lalu.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Madilog Sekali Lagi

Gerakan modernisasi dan perkembangan teknologi terjadi begitu cepatnya saat ini, memunculkan berbagai dampak, baik positif maupun yang negatif, mulai dari dampak yang terlihat maupun...

Harmonisasi Agama, Negara dan Dakwah (I)

Agama (Islam) mengakui eksistensi ‘kabilah’, kaum, suku dan bangsa untuk saling mengenal dan bekerjasama demi kemanusiaan dan peradaban (surah al-Hujurat 9:13). Islam menekankan pentingnya semangat/cinta...

Solusi Bersama untuk PJJ

Gebrakan dari Mas Manteri Nadiem Makarim di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam memerdekan pendidikan di Indonesia patut diacungkan jempol. Berbagai konsep pendidikan seperti...

Kita Lengah Karena Syariatisasi Ternyata Masih Berjalan

Kebijakan Bupati Gowa yang akan memecat ASN (Aparatus Sipil Negara) yang bekerja di lingkungannya yang buta aksara al-Qur’an membuat kita sadar jika syariatisasi di...

Sepak Bola, Cara Gus Dur Menyederhanakan Politik

Tahun 1998 adalah masa pertama penulis mulai gemar menonton sepak bola. Kala itu, bersamaan dengan momentum Piala Dunia (World Cup) di Prancis. Ketika opening...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.