Senin, April 12, 2021

“2(A+C+H+R)” Penghasil Fisikawan Muda Indonesia yang Berkarakter

Membangun Kebudayaan Melalui Dongeng Anak

Di tengah derasnya arus informasi digital penerbitan buku dongeng anak juga terus berkembang. Pada umumnya anak-anak gemar membaca dongeng. Tidak ada batasan kapan anak...

Perang “Bintang”

Ribuan purnawirawan jenderal dari unsur TNI dan Polri mendeklarasikan dukungan kepada pasangan nomer urut 01 Jokowi-Amin. Deklarasi ini dilakukan di JI Expo Kemayoran pada...

People Power atau Politik Kemarahan Ala Elite?

Hajatan elektoral kita dalam hitungan hari akan final. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu hampir menyelesaikan proses penghitungan riil secara keseluruhan di 34...

Keluar dari Simuklarum: Sinergi Masyarakat dan Parlemen Menghapus Kekerasan Seksual

Berita tentang pemerkosaan gadis belia oleh kakaknya dapat kita baca sambil menikmati secangkir teh hangat pada sebuah petang. Jika kita membacanya tepat pada jam...
zakiyatul badriyah
Nama : Zakiyatul Badriyah Status : Mahasiswa Prodi : S-1 Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret

Seorang tokoh sufi bernama Asy Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani Rahimahullah pernah berkata, “Aku lebih menghargai orang yang beradap daripada orang yang berilmu. Kalau hanya berilmu, iblispun lebih tinggi ilmunya daripada manusia.” Dari sini kita mengetahui bahwa ilmu tidak dapat menjadi patokan apakah kita menjadi orang yang berguna.

Oleh karena itu,  jika kita tidak beradab, tetapi kita berilmu maka berarti ilmu yang kita miliki tidak berupaya mendidik diri kita. Seseorang yang beradab padahal dia sedikit berilmu maka itu lebih baik dibandingkan seseorang yang berilmu, tetapi tidak beradab.

Salah satu contoh kegiatan yang dapat meningkatkan karakter kita adalah melakukan praktikum fisika. Hah? Praktikum fisika? Mungkin di pikiran kita jika mendengar kata “Fisika” adalah pelajaran yang sulit ,banyak berhitung, banyak sekali rumus-nya ,dan mungkin beberapa orang juga berpikir bahwa orang yang pandai fisika adalah orang yang pintar. Fisika merupakan salah satu ilmu yang berhubungan dengan hal-hal di sekitar kita.

Rumus-rumus fisika yang banyak berasal dari fisikawan yang melakukan penelitian. Dalam melakukan penelitian fisikawan tersebut tidak hanya mengandalkan ilmu pengetahuannya saja, namun juga karakternya.

Nilai-nilai pendidikan karakter dapat diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran fisika. Fisika menjelaskan berbagai gejala fisis fenomena yang terjadi di alam, baik secara teori maupun perhitungan. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat ruang-ruang dalam mata pelajaran fisika yang dapat dijadikan sebagai sarana dalam mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter pada diri siswa, asalkan pembelajaran fisika di dilaksanakan dengan sebagaimana mestinya (Rahma Diani,2015).

Praktikum fisika tidak hanya sekedar praktikum, di saat kita melakukan praktikum kita juga akan mendapatkan pendidikan karakter. Beberapa sifat yang dapat kita kembangkan saat melakukan praktikum fisika adalah jujur, menghargai, mencintai, peduli, kreativitas, kemanusiaan, bertanggung jawab ,dan keagamaan (Paul Suparno,2012). Atau bisa kita buat menjadi rumus “2(A+C+H+R)”.

Dalam perhitungan matematika jika terdapat persamaan 2(A+C+H+R) maka bisa kita jabarkan menjadi 2A+2C+2H+2R. Lalu apa yang dimaksud rumus 2(A+C+H+R) itu dalam pengembangan karakter saat praktikum? Ya, 2A+2C+2H+2R bisa kita jabarkan menjadi berikut ini:

  • 2A merupakan dua sifat yang dapat kita kembangkan saat praktikum yaitu

Appreciate (menghargai) : pada saat kita melakukan praktikum bisa jadi hasil yang kita dapatkan dari praktikum berbeda dengan hasil teman kita.

Amor (cinta) : maksud dari cinta disini adalah setelah kita melakukan praktikum kita akan mengetahui seberapa pentingnya alam ini bagi kita , sehingga kita akan tumbuh rasa cinta kepada alam di sekitar kita.

  • 2C merupakan dua sifat yang dapat kita kembangkan saat praktikum yaitu

Creative ( kretif) : saat kita melakukan praktikum fisika kita akan diberikan alat-alat dan bahan praktikum, di situ lah kita dituntut untuk kreatif.

Care (peduli) : setelah melakukan praktikum fisika kita akan mengetahui kejadian-kejadian di sekitar kita . Contoh nya bagaimana bisa terjadi gempa, setelah itu kita juga akan mengetahui akibat dari gempa tersebut baik akibat untuk lingkungan maupun akibatnya untuk manusia. Sehingga akan tumbuhlah rasa peduli pada lingkungan dan pada sesama manusia.

  • 2H merupakan dua sifat yang dapat kita kembangkan saat praktikum yaitu

Honest (jujur) : saat kita melakukan praktikum bisa terdapat kemungkinan hasil yang kita peroleh dari praktikum berbeda dengan hasil praktikum yang fisikawan dahulu temukan. Dari situlah kita dituntut untuk berbuat jujur.

Humanity (kemanusiaan) : setelah melakukan praktikum fisika kita akan menggetahui kejadian-kejadian di sekitar kita. Misal kita melihat orang tertabrak mobil yang kecepatannya tinggi, maka kita akan terdorong rasa kemanusiaan kita untuk menolong korban kecelakaan.

  • 2R merupakan dua sifat yang dapat kita kembangkan saat praktikum yaitu

Religius (keagamaan) : setelah praktikum kita akan menyadari tanda-tanda kekuasaan tuhan.

Responsible (bertanggung jawab) : dalam melakukan praktikum fisika kita tidak hanya diajari ilmu-ilmu fisika saja, tetapi kita juga diajari cara bertanggung jawab. Contohnya setelah melakukan praktikum kita akan membuat laporan praktikum sebagai bukti saat kita melakukan presentasi nanti, apakah yang kita presentasikan bisa teruji pertanggung jawabannya.

Dari uraian di atas apa yang dapat kita simpulkan? Ya, benar saat kita melakukan praktikum fisika kita tidak hanya mempelajari ilmu-ilmu fisika saja, namun kita juga akan mendapatkan pelajaran tentang beradab. Penjelasan di atas juga memberikan contoh alasan mengapa adab lebih penting dari pada kepintaran.

Sepandai apapun seseorang tetapi jika dia tidak beradab maka percuma saja ilmunya, bisa jadi ilmu yang dia dapatkan akan dimanfaatkan untuk hal yang tidak baik. Namun seseorang yang beradab dia akan menggunakan ilmunya untuk kebaikan, karena dia mengetahui apa akibat buruk jika dia salah menggunakan ilmunya.

DAFTAR PUSTAKA

Paul, S. (2012).Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Fisika. Diakses pada 27 Desember 2020 , dari https://repository.usd.ac.id/4842/1/138_Pendidikan+karakter+dalam+pengajaran+fisika.pdf

Diani, R. (2015). Pengembangan perangkat pembelajaran fisika berbasis pendidikan karakter dengan model problem basedinstruction. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 4(2), 243-255.

zakiyatul badriyah
Nama : Zakiyatul Badriyah Status : Mahasiswa Prodi : S-1 Pendidikan Fisika Universitas Sebelas Maret
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.