Banner Uhamka
Kamis, September 24, 2020
Banner Uhamka

107 Tahun Muhammadiyah, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa

Karakter Anak dan Permainan Tradisional

Dalam menjelang libur panjang akhir tahun, sangat banyak kegiatan bermanfaat yang dapat dilakukan oleh anak-anak. Ada berbagai macam permainan yang dapat meningkatkan kreativitas, salah...

Kenapa Sih, Penolakan Pabrik Semen Harus Ricuh

Sampai dengan hari ini, saya masih belum paham. Apa sebenarnya yang membuat, aksi penolakan terhadap rencana pembangunan pabrik semen, di Kawasan bentang Karst Sangkulirang...

Formalisasi Hukum Agama

Proses panjang Pilkada DKI yang menyita perhatian publik  telah selesai dilaksanakan, dan kini DKI telah mempunyai Gubernur baru. Namun  demikian ekses dari pilkada DKI...

Paradoks “Kebebasan Berpendapat”

Era disrupsi seperti saat ini membawa dampak masif terhadap melimpahnya informasi baik di media masa maupun media daring. Di saat ruang publik dijejali melimpahnya...
Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu

Indonesia memiliki cita-cita dan impian yang sangat besar. Salah satu cita-cita Indonesia adalah mencerdaskan rakyat Indonesia. Mencerdaskan ini menjadi lebih mudah karena peran Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman Yogyakarta pada 18 November 1912. Muhammadiyah akan merayakan Milad ke-107 tahun. Sampai saat ini Muhammadiyah fokus dan istiqomah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Muhammadiyah mulai mencerdaskan rakyat Indonesia dari kelompok bermain, taman pengasuhan anak, taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan pendidikan tinggi. Muhammadiyah juga memiliki rumah sakit, rumah bersalin, badan kesehatan ibu dan anak, balai pengobatan dan posyandu. Muhammadiyah juga mengelola rumah singgah anak jalanan, panti asuhan, lembaga dana santunan sosial dan tim panrukti jenazah.

Kader-kader Muhammadiyah juga mempunyai ciri pembaharuan dan berkemajuan. Pembaharuan ini akan menghasilkan generasi-genarasi penerus Indonesia yang dapat memajukan Indonesia. Generasi ini yang akan menjadikan Indonesia unggul dan mampu bersaing dengan negara-negara lain. Masa depan yang sangat cepat perubahannya, harus diikuti dengan kemampuan generasi penerus untuk mengikuti perubahan dunia.

Kini Indonesia juga merespon perkembangan dunia yang semakin cepat dan tantangan era revolusi industri 4.0 yang sangat kompetitif. Presiden Joko Widodo pada 23 Oktober 2019 menunjuk Nadiem Makariem menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi (Mendikbud Dikti). Nadiem merupakan mantan CEO Gojek. Nadiem diharapkan mampu memanfaatkan teknologi demi kemajuan pendidikan Indonesia.

Pendidikan merupakan wahana untuk mempersiapkan manusia dalam memecahkan atau mencari solusi setiap masalah kehidupan pada masa kini maupun masa depan. Pendidikan harus disusun atas dasar kondisi lingkungan masyarakat masa kini ataupun untuk antisipasi masa depan. Perubahan-perubahan kondisi lingkungan merupakan tantangan dan harus direspon secara tepat dan harus memberikan nilai positif.

Digitalisasi pendidikan dan integrasi teknologi dalam pendidikan semakin akan terwujud. Muhammadiyah pun merespon ini dengan akan diluncurkannya Muhammadiyah Online University pada 18 November 2019 di Resepsi Milad 107 Tahun Muhammadiyah di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Acara resepsi Milad 107 Tahun Muhammadiyah akan diisi dengan agenda pidato Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Tari Kolosal TK Aisyiyah Bustanul Athfal, Muhammadiyah Award, Launching Aplikasi Iuran Anggota Muhammadiyah, Launching Batik Muktamar dan Launching Lagu Muktamar Muhammadiyah ke-48.

Akhirnya output dari pendidikan yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah menghasilan orang-orang yang memiliki karakter, kepribadian, mental yang tangguh dan berakhlak mulia. Semoga efek positif ini menular ke dunia pendidikan Indonesia. Sehingga Indonesia akan menjadi adil, makmur dan sejahtera yang selalu mendapat ridha dari Allah SWT.

Bayu Susena
Staf Badan Penjaminan Mutu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

Pandemi Dapat Membunuh Populis, Tidak Populisme

Demokrasi atau otoriter? Masa awal pandemi diwarnai dengan perdebatan mengenai tipe rezim mana yang paling efektif dalam menghadapi wabah Covid-19. Namun memasuki kuartal ketiga...

Potret Seorang Feodal Tua sebagai Seniman Serba Bisa

Pada zaman dahulu kala, ketika revolusi tidak ada lagi, Goenawan Mohamad pernah mengibaratkan dirinya, dengan heroisme penyair muda, sebagai Malin Kundang. Tapi kini, Malin...

Menilik Komunikasi Publik Tokoh Politik

Komunikasi merupakan sarana yang memiliki signifikansi tinggi dalam mengkonstruksikan sebuah interaksi sosial. Hal ini dikarenakan melalui jalinan komunikasi, seseorang akan mengaktualisasikan suatu konsepsi diri...

Seharusnya Marx Menjadi PNS!

Duduk dan berbincang dengan teman-teman di warung kopi, tak lepas dengan sebatang rokok, saya bersama teman-teman lain kerap kali membicarakan dan mengolok-olok pelamar Calon...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.