Sabtu, Januari 16, 2021

Menanti Komitmen Negara Ramah HAM

Generasi Milenial untuk Indonesia Emas 2045?

Agustus 2018 yang lalu, pemuda dan pemudi dari 34 provinsi di Indonesia dan dari organisasi Diaspora Indonesia berkumpul dalam sebuah konferensi untuk merancang visi...

Merdeka dari Rasisme Elite Politik Indonesia

Tayangnya film Bumi Manusia menjadi pengobat rindu bagi para penggemar karya legendaris sastrawan nasional Pramoedya Ananta Toer. Jadwal tayang di bioskop bertepatan menjelang perayaan...

Sisi Lain dari Kontroversi Disertasi Milk Al-Yamin

Baru-baru ini geger tentang sebuah disertasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang ditulis oleh Abdul Aziz, yang memaparkan konsep milk al-yamin (atau...

Nasib Buku di Kandang Intelektual

Kita bisa membayangkan pada medio 1980-1990an di Indonesia, sekumpulan mahasiswa berada di tempat fotokopian memperbanyak sejumlah buku dan menggandakan tiap babnya jadi beberapa jilid....
Made Bryan Pasek Mahararta
Indonesia Controlling Community

Komitmen pemerintah dalam menjamin serta memberikan perlindungan hak asasi manusia (HAM) terhadap warga negaranya masih belum tampak meyakinkan. Bisa dikatakan Visi Indonesia yang menjadi pondasi arah pembangunan pemerintah mendatang dinilai belum terwujudnya negara ramah HAM.

Titik fokus pembangunan sumber daya manusia dapat diartikan Negara perlu menunjukkan jati diri sebagai negara ramah HAM. Secara tidak langsung, kejadian intoleransi dan rasisme yang belakangan marak terjadi sebagai akibat dari minimnya kesadaran masyarakat kita berperilaku sebagai warga negara yang majemuk.

Dalam pidato Visi Indonesia yang disampaikan oleh Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dihadapan ribuan relawan pada 14 juli 2019 silam, setidaknya terdapat lima poin konsentrasi pemerintahan di periode kedua kepemimpinannya.

Adapun kelima visi yang menjadi perhatian besar dalam pemerintahan Jokowi mendatang tersebut antara lain: pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya manusia, mempermudah investasi, reformasi birokrasi dan APBN tepat sasaran.

Banyak hal yang akan dihadapi tantangan periode kedua Jokowi, yakni komitmen Nawa Cita yang tertulis dalam kebijakan pemerintah pusat. Pelaksanaan HAM menjadi standar dalam pembangunan 5 tahun mendatang.

Sebut saja akses ketenagakerjaan, kesehatan, pemilikan tanah, dan lain sebagainya. Juga isu lingkungan, sehingga keberpihakan pemerintah terhadap investor ke depan akan banyak disorot bagaimana kontrol masyarakat terhadap jalannya pembangunan sesuai apa yang dikehendaki oleh Presiden Jokowi.

Di sisi yang lain, ada hal yang menjadi kelemahan pemerintahan periode kedua Jokowi dalam menangani persoalan pembangunan manusia dalam konteks negara ramah HAM. Kelima visi yang telah disampaikan tersebut sama sekali tidak mencerminkan keseriusan pemerintah terhadap pemberian jaminan HAM, penegakkan hukum serta lingkungan hidup yang berkelanjutan.

Sekilas memang tampak gaya kepemimpinan Jokowi di periode kedua condong mengutamakan keberpihakan iklim pertumbuhan ekonomi yang menguat dalam menghadapi tantangan perubahan pembangunan negara secara global.

Tuntutan keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi, mengundang investasi seluas-luasnya, serta pengelolaan anggaran negara yang mendorong terciptanya pertumbuhan investasi menjadi modal utama pemajuan negara dalam konteks ekonomi.

Lalu bagaimana dengan penangan perlindungan hak masyarakat? Sementara kita mengetahui bahwa ada peran dan fungsi oleh pemerintah yang bertanggungjawab terhadap pemenuhan, perlindungan dan penghormatan hak asasi manusia (HAM) yang dapat melibatkan pemerintah daerah sebagai upaya menguatkan penyelesaian persoalan pelanggaran HAM terhadap warga negaranya.

Pemerintah pusat seolah terobsesi mendorong tumbuhnya perekonomian nasional dalam persaingan kompetisi global dengan memberikan ruang yang begitu besar terhadap laju investasi di tanah air. Sementara, perhatian terhadap perlindungan HAM di daerah masih menjadi persoalan besar.

Indonesia masih memiliki berbagai tantangan mengenai perlindungan HAM dan penegakkan hukum, antara lain: penuntasan kasus korupsi, perusakan lingkungan, radikalisme dan ekstrimisme juga terkait kekerasan seksual bagi masyarakat.

Pancasila sebagai falsafah bangsa sudah seharusnya diimplementasikan sejak dini, bukan saja dalam aspek pendidikan karakter seperti kurikulum melainkan juga segala aspek kehidupan sehari-hari seperti ekonomi, politik dan kebudayaan.

Selain itu, komitmen Indonesia dalam mewujudkan dirinya sebagai negara ramah HAM maka dibutuhkan keseriusan bukan saja dari pemerintah pusat melainkan juga dari pemerintah daerah. Konsep Human Right Cities perlu didukung secara masif agar segala bentuk penyelesaian HAM di masyarakat tidak lagi menjadi beban pemerintah pusat.

Mengacu pada prinsip utama dari pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) disebutkan bahwa prinsip non-diskriminasi serta tidak akan meninggalkan siapapun termasuk didalamnya kelompok rentan, antara lain: korban pelanggaran HAM masa lalu, masyarakat adat, dan kelompok minoritas agama, yang menjadi implementasi turunan dari SDGs poin 16 yakni “Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh”.

Maka, sangat dibutuhkan adanya kesadaran serta keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan SDGs yang sesuai dengan prinsip pembangunan inklusif, yaitu turut serta dan terlibat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi.

Made Bryan Pasek Mahararta
Indonesia Controlling Community
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

Menghidupkan Kembali Pak AR Fachruddin

Buku Pak AR dan jejak-jejak bijaknya merupakan buku biografi yang ditulis oleh Haidar Musyafa. Buku ini dicetak pertama kali pada bulan April 2020 dengan...

Menata Kinerja Buzzer yang Produktif

  Buzzer selalu hadir membingkai perdebatan carut-marut di ruang media sosial atau paltform digital lainnya. Seperti di twitter, facebook, instagram, dan media lainnya. Buzzer memiliki...

Lika-Liku Ganja Medis di Indonesia

Setiap manusia berhak sehat dan setiap yang tidak sehat berhak dapat pengobatan. Alam semesta telah menyediakan segala jenis obat untuk banyaknya penyakit di dunia...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

PKI, Jokowi, dan Tertusuknya Syekh Jaber

Syekh Ali Jaber ditusuk AA, Ahad malam (13/9/2000) di Lampung. Siapa AA? Narasi di medsos pun gonjang-ganjing. Konon, AA adalah kader PKI. Partai yang berusaha...

Our World After The Pandemic: The Threat of Violent Ekstremism and Terrorism, The Political Context

Pandemic C-19: Disruptions Personal and public health with rapid spread of the pandemic globally, more than 90 millions infected and almost two million death...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.