Senin, April 12, 2021

Kaum Zionis dan Muslim Aswaja, Ada Apa?

Maaf Bong, Pret, Kami Tak Sudi Terperangkap Cintamu!

Pasca Pemilu 17 April lalu seluruh tokoh bangsa meminta Prabowo dan Jokowi untuk segera rekonsiliasi. Mengingat perseteruan politik cukup menyita perhatian seluruh komponen anak bangsa....

Arah Kabinet Jilid II Joko Widodo?

Di era perjuangan kemerdekaan hingga berakhirnya orde baru kita nyaris tak pernah mendengar adanya nama-nama bakal calon menteri yang beredar di koran, radio dan...

Asal-Usul Matrilinealisme di Minangkabau

Minangkabau, tak ada habisnya untuk dibahas. Baik etnis maupun daerahnya telah memberikan aksen warna tersendiri pada atmosfer keberagaman di negara Indonesia yang kita cintai...

Situasi Seperti Apa yang Membentuk Perangai Arteria Dahlan?

Sebenarnya bukan kali ini saja Arteria Dahlan mempermalukan dirinya sendiri dengan berkelakuan tidak terpuji. Sebelumnya dia pernah memancing kemarahan banyak orang saat menyebut kementrian...
Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

Hingga detik ini, musuh kaum Muslim terus bergelora di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara yang mayoritas berpenduduk Muslim. Di Indonesia sampai hari ini kelompok-kelompok intoleransi radikal berbasis agama semakin kencang bertebaran dalam kehidupan sosial dan sosial media dengan menebarkan wabah khilafah, wahabi dan salafi yang bermuara kepada HTI. Musuh-musuh Muslim bergerilya cepat melakukan berbagai tindakan batil dalam seluruh aspek kehidupan muslim Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja).

Tak akan pernah habis musuh kaum Muslim dalam bentuk gerakan Zionisme Internasional untuk membombardir muslim Aswaja dengan seluruh kekuatannya. Zionisme secara kejam dan sadis mengeksploitasi kekayaan sumber daya alam dan sumber daya sosial negara-negara berpenduduk muslim. Modus mereka ialah menyesatkan pemikiran ajaran Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin. Salah satu keberhasilan mereka adalah mengadu domba umat muslim.

Mata Uang Zionis

Untuk memperkuat jaringannya, Zionisme Internasional telah mengeluarkan mata uang Zionis yang dicetak dengan gambar menara Israel dan peta Israel Raya. Dalam peta itu terdapat negara Lebanon, Yordania, dua pertiga wilayah Suriah, tiga perempat wilayah Irak, dan seperempat wilayah Saudi Arabia, bahkan sampai ke Madinah dan Makkah. Daerah atau negara-negara yang ada dalam peta itu, hingga kini masih terus berusaha dikuasai dan direbut ISIS (kelompok teroris yang berkedok agamis dengan akidah Wahabi).

ISIS diduga kuat merupakan kaki tangan Zionis yang dibiayai kerajaan Saudi Arabia dan ini telah tercium oleh PBB, maka secara tegas PBB meminta kerajaan Saudi Arabia untuk segera menarik mundur 20.000 tentara bayarannya dari Suriah dan Irak.

Walaupun ISIS membabi-buta melakukan penyerangan terhadap kaum muslim di negara-negara Timur Tengah, muslim Aswaja terus melakukan perlawanan sengit. Hal ini sangat berbeda jauh dengan Indonesia. Pemerintah terkesan melakukan pembiaran terhadap kelompok intoleransi radikal berbasis Agama.

Seharusnya, Pemerintah secepatnya melakukan tindakan tegas terhadap kelompok intoleransi berbasis agama sesuai dengan hukum yang berlaku. Indonesia bukan negara agama, tetapi negara hukum dengan falsafahPancasila. Jangan biarkan kelompok intoleransi berbasis agama mengakar kuat dan mengembangkan diri di bumi pertiwi.

Dendam Zionisme

Di sejumlah negara-negara Eropa dan Timur Tengah, kaum Zionis menulis kalimat Lailaaha illallah di celana dalam, menuliskan lafdzul Jalalah di alas kaki, dan mencetak surat awal Maryam di kertas pembungkus barang-barang belanjaan. Hal ini dilakukan kaum Zionis sebagai pelampiasan dendam kesumat terhadap kaum muslim Aswaja.

Di Palestina kelompok Zionis diduga kuat menghancurkan bangunan-bangunan bersejarah warisan kebudayaan Islam. Kelompok ISIS juga melakukan tindakan yang sama dan lebih keji lagi yaitu menghancurkan kota-kota kuno, bangunan dan artefak bersejarah Islam. Mereka juga menghancurkan pusat-pusat informasi dan membakar kepustakaan Islam yang berisi dokumen-dokumen bersejarah Islam yang langka.

Bahkan, disinyalir pada tahun 1924, Kerajaan Saudi Arabia membakar perpustakaan Maktabah Arabiyah di Makkah al-Mukarramah yang berisi sekitar 60.000 kitab-kitab langka dan 40.000 manuskrip yang sebagiannya merupakan hasil diktean sahabat Nabi Muhammad SAW.

Dari sejumlah buku-buku yang dibakar masih ada yang berupa kulit kijang, tulang belulang, pelepah kurma, pahatan dan lempengan-lempengan tanah. Tidak puas sampai di situ mereka juga menyerang perpustakaan di Hadramaut Yaman dan membakar seluruh kitab di perpustakaan itu.

Kaum Zionis melakukan itu semua karena tingkat kebencian dan kedengkian mereka yang super dahsyat terhadap muslim Aswaja, Hingga saat ini kemurkaan mereka terhadap muslim Aswaja masih berlangsung. Mereka menghalalkan darah kaum muslim yang menentang mazhab Wahabi dan menolak khilafah. Mereka ingin menghapus keberadaan muslim Aswaja dari muka bumi.

Sumber Referensi: 

  1. http://mahkota77.hexat.com/beritaku/__xtblog_entry/11229669-arab-saudi-bukan-negara-islam-tapi-pedagang-dan-juragan-islam?__xtblog_block_id=12.
  2. https://web.telegram.org/#/im?p=@arrahmahnews.com

 

Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Bertahan Disegala Kondisi

Pandemi COVID-19 membawa beragam nilai positif. Bagi dunia pendidikan, selain orangtua mengetahui betapa susahnya Pendidik (guru/dosen) mengajar anak didik, pendidik juga bisa belajar secara...

Bagaimana Cara Mengatasi Limbah di Sekitar Lahan Pertanian?

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani. Pada bidang pertanian terutama pertanian konvensional terdapat banyak proses dari penanaman hingga pemanenan,...

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Umat Kristiani Bukan Nashara [Kaum Nasrani]

Dalam bahasa Arab, kata "nashara" merupakan bentuk jamak dari "nashrani". Sebutan "umat Nasrani" secara salah-kaprah digunakan untuk merujuk pada umat Kristiani, penganut agama Kristen....

Terorisme dan Paradoks Keyakinan

Jika Brian May, gitaris grup band Queen, menulis lagu berjudul "Too Much Love Will Kill You", dalam terorisme barangkali judul yang lebih tepat, "Too...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.