Jumat, Februari 26, 2021

Kaum Zionis dan Muslim Aswaja, Ada Apa?

Dilema Kabut Asap Riau

Musim kemarau kembali datang dan musibah yang tidak menjadi hal baru di Riau (khususnya) kembali terulang. Permasalahan ini sudah terjadi sejak tahun 1997 dan...

Mengenali Motif Pelaku Mutilasi

Masih tentang kabar mutilasi. Jari tangan kita yang terkena jarum suntik saja terasa perih, bagaimana dengan korban mutilasi? Seakan enggan memikirkan rasa perihnya, namun...

Negeri ini Terbebani Dua Semangka

Ilmu pemasaran, produk atau jasa yang ditawarkan harus keunggulan. Keunggulan ini ditekankan pada subjek produk atau jasa yang eye catching dan punya kelebihan. Kebetulan...

Ibu Kota Baru, Legacy Jokowi, dan PR Berat Presiden Selanjutnya

“Pada kesempatan yang bersejarah ini..., saya mohon izin untuk memindahkan Ibu Kota Negara kita ke Pulau Kalimantan.” Begitulah sepenggal kalimat bersejarah yang disambut oleh...
Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal

Hingga detik ini, musuh kaum Muslim terus bergelora di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara yang mayoritas berpenduduk Muslim. Di Indonesia sampai hari ini kelompok-kelompok intoleransi radikal berbasis agama semakin kencang bertebaran dalam kehidupan sosial dan sosial media dengan menebarkan wabah khilafah, wahabi dan salafi yang bermuara kepada HTI. Musuh-musuh Muslim bergerilya cepat melakukan berbagai tindakan batil dalam seluruh aspek kehidupan muslim Ahlusunnah Wal Jamaah (Aswaja).

Tak akan pernah habis musuh kaum Muslim dalam bentuk gerakan Zionisme Internasional untuk membombardir muslim Aswaja dengan seluruh kekuatannya. Zionisme secara kejam dan sadis mengeksploitasi kekayaan sumber daya alam dan sumber daya sosial negara-negara berpenduduk muslim. Modus mereka ialah menyesatkan pemikiran ajaran Islam yang Rahmatan Lil ‘Alamin. Salah satu keberhasilan mereka adalah mengadu domba umat muslim.

Mata Uang Zionis

Untuk memperkuat jaringannya, Zionisme Internasional telah mengeluarkan mata uang Zionis yang dicetak dengan gambar menara Israel dan peta Israel Raya. Dalam peta itu terdapat negara Lebanon, Yordania, dua pertiga wilayah Suriah, tiga perempat wilayah Irak, dan seperempat wilayah Saudi Arabia, bahkan sampai ke Madinah dan Makkah. Daerah atau negara-negara yang ada dalam peta itu, hingga kini masih terus berusaha dikuasai dan direbut ISIS (kelompok teroris yang berkedok agamis dengan akidah Wahabi).

ISIS diduga kuat merupakan kaki tangan Zionis yang dibiayai kerajaan Saudi Arabia dan ini telah tercium oleh PBB, maka secara tegas PBB meminta kerajaan Saudi Arabia untuk segera menarik mundur 20.000 tentara bayarannya dari Suriah dan Irak.

Walaupun ISIS membabi-buta melakukan penyerangan terhadap kaum muslim di negara-negara Timur Tengah, muslim Aswaja terus melakukan perlawanan sengit. Hal ini sangat berbeda jauh dengan Indonesia. Pemerintah terkesan melakukan pembiaran terhadap kelompok intoleransi radikal berbasis Agama.

Seharusnya, Pemerintah secepatnya melakukan tindakan tegas terhadap kelompok intoleransi berbasis agama sesuai dengan hukum yang berlaku. Indonesia bukan negara agama, tetapi negara hukum dengan falsafahPancasila. Jangan biarkan kelompok intoleransi berbasis agama mengakar kuat dan mengembangkan diri di bumi pertiwi.

Dendam Zionisme

Di sejumlah negara-negara Eropa dan Timur Tengah, kaum Zionis menulis kalimat Lailaaha illallah di celana dalam, menuliskan lafdzul Jalalah di alas kaki, dan mencetak surat awal Maryam di kertas pembungkus barang-barang belanjaan. Hal ini dilakukan kaum Zionis sebagai pelampiasan dendam kesumat terhadap kaum muslim Aswaja.

Di Palestina kelompok Zionis diduga kuat menghancurkan bangunan-bangunan bersejarah warisan kebudayaan Islam. Kelompok ISIS juga melakukan tindakan yang sama dan lebih keji lagi yaitu menghancurkan kota-kota kuno, bangunan dan artefak bersejarah Islam. Mereka juga menghancurkan pusat-pusat informasi dan membakar kepustakaan Islam yang berisi dokumen-dokumen bersejarah Islam yang langka.

Bahkan, disinyalir pada tahun 1924, Kerajaan Saudi Arabia membakar perpustakaan Maktabah Arabiyah di Makkah al-Mukarramah yang berisi sekitar 60.000 kitab-kitab langka dan 40.000 manuskrip yang sebagiannya merupakan hasil diktean sahabat Nabi Muhammad SAW.

Dari sejumlah buku-buku yang dibakar masih ada yang berupa kulit kijang, tulang belulang, pelepah kurma, pahatan dan lempengan-lempengan tanah. Tidak puas sampai di situ mereka juga menyerang perpustakaan di Hadramaut Yaman dan membakar seluruh kitab di perpustakaan itu.

Kaum Zionis melakukan itu semua karena tingkat kebencian dan kedengkian mereka yang super dahsyat terhadap muslim Aswaja, Hingga saat ini kemurkaan mereka terhadap muslim Aswaja masih berlangsung. Mereka menghalalkan darah kaum muslim yang menentang mazhab Wahabi dan menolak khilafah. Mereka ingin menghapus keberadaan muslim Aswaja dari muka bumi.

Sumber Referensi: 

  1. http://mahkota77.hexat.com/beritaku/__xtblog_entry/11229669-arab-saudi-bukan-negara-islam-tapi-pedagang-dan-juragan-islam?__xtblog_block_id=12.
  2. https://web.telegram.org/#/im?p=@arrahmahnews.com

 

Wawan Kuswandi
Pemerhati komunikasi massa, founder blog INDONESIAComment, mantan editor Newsnet Asia (NNA) Jepang dan penyuka sambal
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.