Banner Uhamka
Sabtu, September 19, 2020
Banner Uhamka

Generasi Milenial untuk Indonesia Emas 2045?

Pizza Syar’i di ‘Planet’ Bekasi

Kita sudah tak asing lagi dengan tekstur roti pipih yang lembut dan berminyak, dengan taburan peperoni yang kandungan umaminya telah di elevasi oleh asam...

Seharusnya Tidak Ada Korban Jiwa

Romantis, kata itu setidaknya perlu dipahami berbagai pihak dalam menyikapi hubungan mahasiswa dan negara hari-hari ini. Kata tersebut tidak hanya direpresentasikan sebagai hubungan yang...

Esemka dan Jokowi

PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) telah resmi meluncurkan mobil pada Jumat 6 September 2019. Sebenarnya Esemka mulai booming dan dikenal publik pada tahun 2012. Jokowi...

Dari Joker ke Joker

Belakangan ini media sosial diramaikan oleh cuitan warganet tentang film Joker. Mulai dari peringatan bagi orang tua agar tidak membawa anak-anak untuk menontonnya, sampai...
Abdul Rasyid
Milenial Muhammadiyah | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University

Agustus 2018 yang lalu, pemuda dan pemudi dari 34 provinsi di Indonesia dan dari organisasi Diaspora Indonesia berkumpul dalam sebuah konferensi untuk merancang visi Indonesia 2045. Ketua Indonesian Diaspora Network Global (IDN Global), Dino Patti Djalal yang ikut membimbing anak-anak muda ini mengatakan visi, ini melanjutkan Sumpah Pemuda.

Sumpah Pemuda ada 3 aspirasi yang ingin dicapai yaitu satu bangsa, satu bahasa, dan satu tanah air, itu semua sudah tercapai. Nanti pada usia 100 tahun, apa yang harus diisi? Inilah yang harus dilakukan generasi muda, pemuda terbaik dari 34 provinsi dan komunitas Diaspora.

Pada 2045 mendatang, generasi milenial saat ini akan berada pada puncak usia produktif mereka. Mereka akan berumur 40-51 tahun. Artinya, nasib Indonesia mendatang ditentukan oleh generasi milenial hari ini.

Oleh karena itu, mereka harus disiapkan dan diasah kepekaannya dalam merespon isu-isu strategis hari ini dan yang akan datang. Mereka harus disiapkan sedini mungkin, karena peluang dan tantangan ke depan akan semakin kompleks. Maka dibutuhkan pemahaman yang kompleks dan multi-disiplin ilmu untuk menjawab permasalahan yang kompleks tersebut.

Ada 7 poin dari visi Indonesia Emas 2045, 1) demokrasi Indonesia, 2) supremasi hukum, 3) emansipasi pendidikan, 4) akses layanan kesehatan, 5) jadi bangsa entrepreneur, 6) jadi kekuatan maritim dunia, dan 7) pengentasan kemiskinan.

Ketujuh visi tersebut akan menjadi peluang dan tantangan bagi generasi milenial hari ini dan mendatang. Namun ketujuh visi tersebut seperti dua mata pisau yang bisa saja menjadi berbahaya bagi generasi milenial hari ini ketika mereka tidak bisa berkutik mengatasi segala prolematika kehidupan yang semakin kompleks.

Visi Indonesia 2045 mencatat harapan generasi muda atas terciptanya demokrasi Indonesia yang berkualitas, didukung dengan pemilihan umum yang adil dan berintegritas. Pemilu ini akan menghasilkan pemimpin yang bersih, akuntabel, dan berbobot. Tentunya sosok pemimpin yang diharapkan memiliki orientasi pada kepentingan rakyat. Perjalanan demokrasi Indonesia ke depan harus memperkokoh perlindungan dan pemenuhan hak manusia di lndonesia dan juga di kancah internasional.

Generasi muda milenial ingin pada tahun 2045 menikmati supremasi hukum yang murni, konsisten, dan absolut. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu dan bebas kepentingan politik. Untuk itu, reformasi hukum, guna memberikan hukum yang progresif dan berkeadilan bagi rakyat Indonesia harus terus ditempatkan sebagai agenda utama perjalanan bangsa dalam tiga dekade ke depan.

Di tahun 2045 harapan generasi muda yaitu terjadinya emansipasi pendidikan bagi seluruh masyarakat. Di mana pun, setiap warga negara harus punya akses mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Hal ini sejalan dengan keinginan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Sistem pendidikan Indonesia (kurikulum, sumber daya pengajar, infrastruktur) juga harus menghasilkan manusia Indonesia yang berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan berdaya saing global. Kalau hari ini program pendidikan di Indonesia wajib belajar 12 tahun, ke depan paling tidak program pendidikan Indonesia yaitu wajib belajar hingga bangku kuliah dengan biaya yang sangat terjangkau.

Akses terhadap layanan kesehatan menjadi kebutuhan yang utama bagi seluruh warga negara, oleh karena itu harapannya seluruh masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan berkualitas tanpa melihat kondisi ekonomi dan geografis. Indonesia 2045 tentunya memiliki wajah berupa majunya infrastruktur dan layanan kesehatan yang murah dan mudah dijangkau.

Semangat untuk menjadi entrepreneur harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda di masa yang akan datang sudah bisa mandiri secara finansial. Generasi muda menginginkan agar Indonesia jadi bangsa entrepreneur pada tahun 2045. Hal menjadi penting karena Indonesia di saat yang bersamaan dihadapkan pada bonus demografi.

Artinya, pangsa pasar di Indonesia semakin bagus, tentu kita tidak rela pangsa pasar tersebut direbut oleh warga negara asing. Selain itu generasi muda juga menggarisbawahi bahwa  entrepreneur yang menjadi pelopor anti-korupsi. Indonesia mendatang memiliki ekonomi yang unggul dalam Revolusi Industri 4.0 dan seterusnya serta menjadi bangsa pemenang globalisasi.

Sebagai negara dengan luasan lautan yang terhampar dari ujung Sabang hingga Merauke tentu sudah menjadi impian bahwa di masa yang akan datang Indonesia akan menjadi negara kekuatan maritim dunia. Untuk mencapai itu, Indonesia harus memiliki kekuatan militer yang memadai untuk melindungi kepentingan nasional. Terlebih dengan dibangunnya Blue Water Navy yang dapat membantu menjaga stabilitas keamanan kawasan. Industri pertahanan maritim Indonesia juga harus mampu menjadi yang terdepan di Asia.

Pengentasan kemiskinan menjadi pekerjaan yang tiada ujungnya. Generasi muda juga ingin kemiskinan hilang dari Indonesia pada 2045. Setidaknya, ada target untuk mengubah nasib 60 persen masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. Hal ini juga berkaitan dengan kasus stunting saat ini.

Mereka berharap tidak ada lagi kasus serupa pada 2045. Selain itu, masalah-masalah sosial yang erat kaitannya dengan kemiskinan. Tidak ada lagi kerja paksa anak dan perbudakan modern, tidak ada lagi perkawinan usia anak, tidak ada Iagi buta huruf, tidak ada lagi kelaparan dan kurang gizi, tidak ada lagi desa tertinggal.

Dengan segala keinginan Indonesia yang lebih baik tentu dibutuhkan persiapan yang sangat matang. Problematika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa kita hindari seiring dengan berjalannya waktu, mulai dari masalah sosial, ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan, dan arus globalisasi yang tiada terbendung. Status warga negara tidak hanya terhenti pada cakupan negara ini saja, kita juga sebagai warga negara dunia. Kompetisinya sangat ketat, tidak lagi kompetisi antar anak bangsa, melainkan antar warga dunia dimana pun mereka berada.

Meskipun masa depan Indonesia Emas 2045 berada di tangan generasi milenial atau pemuda hari ini, wajah mereka di masa mendatang sangat ditentukan oleh orang tua, guru, pejabat, dan semua orang yang menjadi contoh bagi anak muda hari ini.

Oleh karena itu pentingnya para orang tua untuk mendidik, mengarahkan putra-putrinya untuk memantaskan diri sebagai sosok yang membawa Indonesia lebih maju dan bermartabat. Tugas orang tua di hari ini adalah mengawal anak-anak milenial untuk terus berada pada cita-cita luhur bangsa negara ini.

Anak milenial juga jangan berpangku diri, diam dan bermalas-malasan. Jangan sampai Indonesia di tahun 2045 menjadi bangsa penonton atas keberhasilan dan prestasi negara lain. Pastikan Indonesia menjadi aktor dari perubahan dunia yang semakin maju, berkeadaban, dan menyejukkan kehidupan umat manusia. Tentu banyak sekali yang harus disiapkan, dibenahi, dan dipelajari. Masih cukup banyak waktu untuk menyiapkan semua itu.

Kalau dahulu Sumpah Pemuda itu menyatukan semua anak bangsa untuk tujuan yang suci yakni Indonesia merdeka dan bebas dari belenggu penjajahan. Kalau hari ini, siapkah generasi milenial Indonesia bersatu, bertekad kuat untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045?

Abdul Rasyid
Milenial Muhammadiyah | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Madilog Sekali Lagi

Gerakan modernisasi dan perkembangan teknologi terjadi begitu cepatnya saat ini, memunculkan berbagai dampak, baik positif maupun yang negatif, mulai dari dampak yang terlihat maupun...

Harmonisasi Agama, Negara dan Dakwah (I)

Agama (Islam) mengakui eksistensi ‘kabilah’, kaum, suku dan bangsa untuk saling mengenal dan bekerjasama demi kemanusiaan dan peradaban (surah al-Hujurat 9:13). Islam menekankan pentingnya semangat/cinta...

Solusi Bersama untuk PJJ

Gebrakan dari Mas Manteri Nadiem Makarim di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam memerdekan pendidikan di Indonesia patut diacungkan jempol. Berbagai konsep pendidikan seperti...

Kita Lengah Karena Syariatisasi Ternyata Masih Berjalan

Kebijakan Bupati Gowa yang akan memecat ASN (Aparatus Sipil Negara) yang bekerja di lingkungannya yang buta aksara al-Qur’an membuat kita sadar jika syariatisasi di...

Sepak Bola, Cara Gus Dur Menyederhanakan Politik

Tahun 1998 adalah masa pertama penulis mulai gemar menonton sepak bola. Kala itu, bersamaan dengan momentum Piala Dunia (World Cup) di Prancis. Ketika opening...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.