Selasa, Maret 9, 2021

Clifford Geertz dan Manusia-Manusia Panggung

Tidak Ada Singasari dalam Babad Tanah Jawi

Penulisan (tafsir) sejarah selalu debatable terlebih bila berhubungan dengan kekuasaan. Kita sering mendengar ungkapan, sejarah ditulis para pemenang, tetapi kita pun juga mendengar bahwa...

Bahtiar Effendy dan Cita-Cita Demokrasi

Bahtiar Effendy dalam bukunya Islam dan Negara; Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia (2009) menyumbangkan rumusan strategis tentang hubungan Islam dan negara dalam formula...

Kekuasaan (Bukan) Hak Istimewa

Budaya feodal adalah budaya yang tertanam lama dibumi Nusantara. Sistem kerajaan yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat, membentuk sikap feodal. Sejarah panjang itu yang...

Beranikah Puan Maharani Jadi Oposisi?

Sebanyak 575 anggota DPR RI resmi dilantik pada selasa (1/10). Selanjutnya pada rapat paripurna DPR, terpilih lima pimpinan DPR RI 2019-2024. Dengan mengacu Undang-Undang Nomor...
Avatar
Nu'man Iskandar
Direktur Statistika Indonesia Riset, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah 2018-2022

Clifford Geertz pernah menulis “The Theatre State” yang barangkali banyak orang abai pada pandangannya itu. Mengapa abai? Ya, karena banyak orang sering hanya fokus pada karya kontroversialnya saja saat membuat diskursus trikhotomi dalam “The Religion of Java”. Karena itu, “The Theatre State” tak banyak dibahas orang.

Banyak juga orang yang salah melihat Geertz. Sering melihat hanya sebagai peneliti, akademisi, atau seorang antropolog. Pandangan ini tidak sepenuhnya salah, tapi sangat tidaklah lengkap.

Tak banyak pula yang tahu bahwa Geertz seorang ahli dalam dunia intelijen. Ia memiliki kemampuan itu. Soal ini, banyak orang gagal faham melihat sosok Geertz. Melihat Geertz yang hanya dari satu sisi sehingga sisi lain tak terungkap. Geertz memang sering dan sengaja mengaburkan sesuatu pada laporan-laporan atau tulisannya, tapi hal itu tidak mengurangi kejelian dan kecermatannya dalam melihat fenomena.

Apa pasal? Lihatlah, hasil riset Geertz dan kawan-kawannya dalam “Proyek Modjokuto” kemudian menjadi pijakan kebijakan AS terhadap Indonesia. Kemana arah politik Indonesia, bisa dilihat dari karya-karya yang lahir dari proyek tersebut seperti riset village, market, Cina, family hingga religion. Di Indonesia, tidak banyak yang membaca secara utuh proyek tersebut. Saat ini dunia memang telah berubah, tapi Geertz juga telah membekali kita dengan konsep perubahan sosial.

Kesalahan lainnya, adalah ketika menyebut Modjokuto, yang selalu terlintas hanya Geertz. Padahal yang melakukan penelitian di Modjokuto bukan hanya Clifford Geertz. Sedangkan pada karya, yang selalu diingat tentang Geertz selalu hanya “The Religion of Java”. Padahal banyak karya-karya Geertz lain yang sangat bernas. Karya yang menunjukan intelijensianya.

Misal, kecermatannya dalam melihat dunia pertanian, yang kemudian melahirkan karya “Involusi Pertanian” adalah bukti ketajamannya. Kalau kita mau jujur, kemajuan yang dicapai dalam dunia pertanian kita adalah kemajuan yang jalan di tempat. Membumbung tinggi tapi tak kemana-mana. Mirip seperti gelembung balon udara.

Bagaimana dengan karya The Theatre State? Sama saja, banyak yang tidak memperhatikannya dengan baik. Padahal apa yang menjadi proyeksinya kini tampak di depan mata kita. Menunjukkan kelasnya sebagai futurolog juga.

Lihatlah media sosial kita yang lebih banyak mempertontonkan kepura-puraan. Karena itu, media sosial kita lebih disebut dengan dunia maya, sesuatu yang sangat kontras dengan dunia nyata. Manusia sering tertipu hanya dengan apa yang terlihat. Terutama dari apa yang dilihat dalam dunia maya, yang dikira dunia nyata.

Banyak orang yang tertipu dengan sosok tampilan seseorang dalam dunia maya media sosial. Dikiranya, semua terjadi secara alami. Padahal nyata, bahwa yang tampak pada dunia media sosial seringkali merupakan sebuah desain. Geertz menyederhanakannya dengan kata “sandiwara”.

Ini artinya, peran-peran manusia dalam dunia sosial tidak terlepas dari sebuah skenario lakon, yaitu seseorang berperan melakukan apa yang pada gilirannya akan sampai pada target tertentu. Ada wayang, ada dalang, dan ada cerita lakon.

Lihat saja, ketika hoax begitu marak dan tak terkendali, hal itu bukan tanpa sebuah skenario. Hal ini menunjukkan terjadinya perang dalam memenangkan opini publik. Siapapun yang mampu memenangkan opini publik, ia adalah sumber kekuasaan. Kekuasaan adalah mata air kekayaan.

Oleh karenanya, Geertz sudah membukakan pintu dan membekali kita pisau untuk melihat fenomena, harusnya kita tidak mudah terkecoh. Keahliaan Geertz dalam dunia intelijen ini jangan hanya diketahui, tetapi juga harus dipelajari dan diperkuat secara metodologi.

Orang-orang yang tampak besar dan hebat dipanggung belum tentu sama dalam kesehariannya. Ini mirip dengan cerita banyak laki-laki, tampak begitu gagah kalau bicara poligami. Jika cerita, tampak seperti macan atau singa. Tapi giliran pulang ke rumah, tiba-tiba berubah menjadi meong. Lucu.

Apalagi kalau kegagahannya hanya dilihat dari berfoto dengan orang besar, biasanya hal itu lebih banyak berfungsi untuk numpang tenar. Ingin menjadi besar dengan menjadi penumpang gelap dan gak bayar. Besar dengan cara instan.

Karena itu, mulai saat ini kita tak perlu terpesona dengan sosok-sosok panggung. Yakinlah, itu tidak ada yang alami. Untuk bisa membedakannya, lihatlah mereka dari jarak yang lebih dekat. Lihatlah kesehariannya, termasuk perilakunya keseharian. Lihatlah juga apa saja karya-karyanya untuk ummat. Sebab tanpa sebuah karya, sebenarnya dia sedang berpura-pura dalam kebesarannya, seperti gelembung tadi. Besar tapi hanya berisi angin.

Di luar sana, banyak mereka yang berkarya di ruang-ruang sepi. Mereka berkarya tanpa panggung. Dan merekalah yang sebenarnya orang-orang besar itu.

Avatar
Nu'man Iskandar
Direktur Statistika Indonesia Riset, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah 2018-2022
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Harap-Harap Cemas Putusan MK pengujian Perubahan UU KPK

Sudah setahun lebih setelah UU No. 19 Tahun 2019 (perubahan UU KPK) disahkan dan bentuk penolakan pun masih senantiasa digulirkan. Salah satu bentuk penolakan...

Mereformulasi Pengaturan Hukum Mitigasi Bencana

Bencana alam seringkali tidak dapat diprediksikan. Dimana jenis bencana alam yang terjadi tersebut turut menimbulkan korban jiwa, kerugian materil ataupun kerugian imateril kepada masyarakat...

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Euforia Bahasa Arab

(Ilustrasi) Pameran busana tradisional Arab dalam Pekan Kebudayaan Saudi Arabia di Jakarta, Minggu (27/3). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean. Entah apa yang ada di dalam pikiran sejumlah...

Injil Muslim: Kontroversi Barnabas Revisited

Minggu ini saya mengajar topik "A Muslim Gospel" (Injil Muslim) dalam mata kuliah "Islam and Christian Theology". Saya menugaskan mahasiswa untuk membaca The Gospel...

Madinah, Tinjauan Historis

Yatsrib atau yang sekarang dikenal dengan nama Madinah merupakan salah satu daerah yang subur di Jazirah Arab pada masa itu. Penduduk Madinah sebelum Islam...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.