Kamis, Januari 28, 2021

Jakob Oetama

Hasyim Wahid: Dari Metallica hingga Metalurgi

Sudah cukup lama saya tidak berkontak dengan Hasyim Wahid, karena ia sulit sekali dihubungi. Tiga nomor teleponnya seperti tak berfungsi. Maka ketika berbincang empat...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

In Memoriam Dadang Hawari

Dunia psikiatri Islam menangis. Salah seorang "pendekar dan suhu"-nya Prof. Dr. Dadang Hawari, psikiater terkemuka di Indonesia meniggal, Kamis (4/12/2020) di Jakarta. Dadang Hawari, tak...

En Kowe, Daru Priyambodo

Sebagai rekdaktur halaman opini Berita Buana, Daru Priyambodo memuat tulisan pertama yang saya kirimkan ke koran itu, tentang terpilihnya Bill Clinton sebagai presiden Amerika...
Ahmad Erani Yustika
Guru Besar FEB Universitas Brawijaya, penikmat kopi dan film.

“Kompas kehilangan kompas,” barangkali itu frasa yang tepat untuk mendeskripsikan wafatnya Jakob Oetama. Bersama P.K. Ojong, Pak Jakob telah menjadi sumber arah bagi perjalanan Kompas (juga kelompok usaha Gramedia dan lainnya). Kompas menjadi ladang subur bagi persemaian pemikiran kebangsaan, kemanusiaan, dan pengetahuan. Bahasa yang dipakai jauh dari diksi meledak tanpa nyawa, namun santun, damai, dan bermakna. Kompas selalu memilih kedalaman, bukan kontroversi murahan.

Itu sebabnya Kompas selalu menjadi rujukan bagi para cendekia sebagai bacaan harian. Saya sendiri beruntung sejak kecil (nyaris 40 tahun silam) punya kesempatan ini karena (alm) Bapak melanggan Kompas (juga koran dan majalah lain). Meski kami tinggal di desa di kabupaten kecil (Ponorogo, Jatim), tapi Bapak punya prinsip: pengetahuan (informasi) wajib menjadi panglima kehidupan. Kerangka itu lantas memandu kebijakan alokasi anggaran keluarga: koran lebih utama dari perhiasan.

Bagi kaum intelektual, Kompas tak hanya menjadi bahan bacaan, namun juga tujuan tulisan. Secara bawah sadar terdapat “konsensus”: belum absah menjadi akademisi atau kolumnis bila tak mampu menembus Kompas. Itu pula yang menjadi obsesi saya sejak masa SMA.

Akhirnya, pada masa kuliah artikel/resensi bisa dipublikasikan. Setelah itu, rasanya hidup saya menjadi tak terpisah dari Kompas: lebih dari 100 artikel sudah mengisi ruang opini Kompas. Bahkan, pernah 3 tahun diminta menjadi kolumnis ekonomi tetap. Utang budi yang tak terkira.

Sejak lulus kuliah itu pula saya berinteraksi dengan para awak Kompas: wartawan, staf redaksi, redaktur, pemimpin redaksi. Wawancara intensif kerap kami lakukan. Saya beberapa kali diundang sebagai penyaji Diskusi Ahli Kompas (bisa berlangsung 5 jam nonstop, dengan peserta awak Kompas). Bukan cuma diskusinya yang asik, tapi juga makananannya yang legit. Keluarga besar Kompas punya lelaku yang sama: sahaja, ramah, dan pintar. Rasanya, itu semua terbentuk karena karakter Jakob Oetama.

John Maxwell punya ungkapan bagus soal pemimpin: “The pessimist complains about the wind. The optimist expects it to change. The leader adjusts the sails.” Itulah yang dikerjakan Pak Jakob sepanjang hayatnya. Dia mengarahkan layar tidak dengan teriak atau bentak, tapi lewat visi dan kerja suci.

Arah angin diamati dengan cermat, perubahan-perubahan diproyeksikan dengan terukur, dari situlah layar dikembangkan dan diarahkan. Selamat jalan, Pak Jakob Oetama. Manusia utama yang telah menjelma menjadi suluh bangsa.

Ahmad Erani Yustika
Guru Besar FEB Universitas Brawijaya, penikmat kopi dan film.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Roman Abramovich, Alexei Navalny, dan Premier League

Industri olahraga, khususnya sepakbola, telah mengalami perkembangan pesat. Mulai dari segi teknis maupun non-teknis. Mulai dari aktor dalam lapangan hingga pemain-pemain di belakang layar....

Perempuan dan Politik

Politik selalu identik dengan dunia laki-laki, dengan dunia kotor, tidak pantas untuk perempuan masuk kedalam ranah tersebut. Politik selalu identik dengan sesuatu yang aneh...

Karakteristik Milenial di Era Disrupsi

Dewasa ini, pemakaian istilah Disrupsi masih terdengar asing oleh kaum muda atau generasi milenial sekarang. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan disrupsi?. Jika kita...

Hak Cipta dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) merupakan terjemahan dari Intellectual Property Right (IPR), sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 7 Tahun 1994 tentang pengesahan Agreement Establishing...

Pengalaman Mantan Pasien Wisma Atlet

Ibu Mawar ingin memberi cerita pengalamannya yang dialami ia dan keluarga dalam menghadapi karena mengidap Covid 19 yang sempat dirawat di Wisma Atlet serta...

ARTIKEL TERPOPULER

Revolusi Azyumardi Azra

Ketika masih sekolah di Pendidikan Guru Agama (PGA), setingkat SMA, di Pariaman, Sumatera Barat, Azyumardi Azra mengirim puisi berbahasa Inggris ke Harian The Indonesian...

Larry King, Wawancara dengan Sejarah

Oriana Fallaci beruntung. Ia seakan mendapat wangsit mendadak untuk menjuduli bukunya dengan cemerlang, "Intervista con la storia", himpunan interviunya dengan para pemimpin dunia yang...

Pandji yang Sedikit Tahu, tapi Sudah Sok Tahu

Siniar (podcast) komedian Pandji Pragiwaksono kian menegaskan bahwa budaya kita adalah sedikit tahu, tapi sudah merasa sok tahu. Sedikit saja tahu tentang gambaran FPI...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Towards Success: Re-evaluating Indonesia Ecological Development

Indonesia has long been an active participant of the environmental policy formation and promotion. Ever since 1970, as Dr Emil Salim appointed as the...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.