Sabtu, Januari 16, 2021

In Memoriam Beddu Amang, Deklarator Pembubaran PKI Oktober 1965

In Memoriam Dadang Hawari

Dunia psikiatri Islam menangis. Salah seorang "pendekar dan suhu"-nya Prof. Dr. Dadang Hawari, psikiater terkemuka di Indonesia meniggal, Kamis (4/12/2020) di Jakarta. Dadang Hawari, tak...

En Kowe, Daru Priyambodo

Sebagai rekdaktur halaman opini Berita Buana, Daru Priyambodo memuat tulisan pertama yang saya kirimkan ke koran itu, tentang terpilihnya Bill Clinton sebagai presiden Amerika...

Hasyim Wahid: Dari Metallica hingga Metalurgi

Sudah cukup lama saya tidak berkontak dengan Hasyim Wahid, karena ia sulit sekali dihubungi. Tiga nomor teleponnya seperti tak berfungsi. Maka ketika berbincang empat...

In Memoriam Dr. Hj Reni Marlinawati

Dunia pesantren bersorak! Pasalnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi mengesahkan RUU Pesantren, Selasa (24/9/2019) lalu. Bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), RUU ini amat sangat...
Syaefudin Simon
Syaefudin Simon
Freelance Columnist

Beddu Amang — panggilan akrab Abdurrahman untuk Suku Bugis — di tahun 1965-an mengukir kisah heroik. Sebagai aktivis HMI, yang juga pernah menjadi Ketua HMI Cabang Yogya sebelum dr. Sigiono, Beddu menjadi motor penggerak anti-PKI di Yogya.

Ingat! Melawan PKI tahun 1965-1967 di Yogya bukan perkara mudah. PKI saat itu menguasai hampir seluruh wilayah DIY.

Semua DPRD Yogya, dikuasai PKI. Di Yogya, hanya ada 8 kantong Islam, yaitu Kauman, Notoprajan, Suronatan, Karangkajen Kadipaten Kulon, Pakualaman, dan Nitikan — yang aman dari “kerumunan” PKI. Itu pun hampir tiap malam, 8 kantong Islam itu diteror kader partai palu arit. Kader-kader PKI yang menguasai Yogya sering melakukan razia dan meneror orang yang salat.

Orang tak berani keluar rumah. Karena di jalan utama, arak-arakan kader PKI dengan yel-yel “Bubarkan HMI, Bunuh Penghisap Darah Rakyat, dan Habisi Tuan Tanah” terus menggema. Yang dimaksud penghisap darah rakyat versi PKI adalah pengusaha muslim. Dan tuan tanah adalah kyai dan haji yang mengelola yayasan amal yang mempunyai tanah luas untuk sekolah Islam dan pesantren.

Mahasiswa UGM, terutama anggota HMI, yang tinggal di Bulaksumur, Terban, dan Pingit, jika malam mengungsi ke salah satu kampung Islam tadi. Pak Dochak Latief bercerita, ia kos di perumahan dosen UGM, Bulaksumur. Tapi kalau malam mengungsi ke Kauman. Orang CGMI, Pemuda Rakyat, Gerwani tiap malam — kata Dochak — melakukan razia di pinggir jalan. Kalau tahu mahasiswa itu aktivis HMI, bisa dibawa ke Posko Pemuda Rakyat. Jika sudah demikian, keselamatannya terancam.

Begitu berkuasanya PKI di Yogya sehingga orang militer tertinggi, Kol. Katamso dan Letak Sugiono — masing-masing Komandan Resort Militer Pamungkas dan wakilnya diculik dan dibunuh. Saat itu, awal awal Oktober, Yogya sudah dikuasai militer Dewan Revolusi bentukan Kol. Untung. RRI Yogya sudah mengumumkan pembentukan Dewan Revolusi dengan ketua Mayor Mulyono, kepala staf administrasi di Korem Pamungkas. Mulyono ini pula yang memerintahkan penculikan terhadap Katamso dan Sugiono, yang notabene atasannya sebelum Kol. Untung membentuk Dewan Revolusi.

Dalam kondisi itulah tokoh-tokoh HMI Yogya seperti Bedu Amang, Sugiyat, Tawang Alun, dan Amidhan mencari strategi untuk menyelamatkan umat. HMI Cabang Yogya, misalnya, mengutus Amidhan Shaberah menemui Sulastomo, ketua PB HMI di Jakarta untuk melaporkan kondisi keamanan Yogya yang gawat dan dikuasai Dewan Revolusi.

Sulastomo dikenal dekat dengan Jenderal Soeharto, Pangkostrad, yang mendapat mandat khusus dari Bung Karno untuk mengamankan Indonesia paska penculikan para jenderal. Dengan melaporkan peristiwa penculikan Katamso dan Sugiyono, harapannya Jenderal Soeharto segera mengamankan Yogya. Apalagi Sugiyono yang diculik PKI itu, pernah jadi asistennya Soeharto waktu peristiwa Serangan 1 Maret 1949 di Yogya.

Perkiraan aktivis HMI Yogya benar. Mendapat laporan suasana Yogya yang mencekam, Soeharto nengirimkan pasukan RPKAD ke Yogya. Begitu pasukan baret merah datang ke Yogya dengan peralatan militer lengkap, Bedu Amang ikut menyambutnya. HMI Yogya pun merapat ke pasukan pimpinan Sarwo Edhie Wibowo itu.

Bedu Amang, saat itu Sekjen Front Pancasila — organisasi bentukan Dahlan Ranuwihardjo, sesepuh HMI yang dekat Bung Karno — menginisiasi rapat akbar di alun-alun Utara Yogya, depan masjid Kauman, 21 Oktober 1965. Bersama Saibani sebagai ketua Front Pancasila, Bedu Amang membacakan deklarasi pembubaran PKI di Yogya saat itu.

Gempar! Karena Jakarta belum membubarkan PKI, tapi Front Pancasila Yogya sudah membubarkannya. Akibat deklarasi itu, kader-kader PKI marah kepada umat Islam. Delapan kantong Islam seperti disebutkan di atas, tiap malam dijaga pasukan RPKAD. Kedatangan pasukan baret merah tersebut, terutama kehadirannya di kantong-kantong Islam Yogya, menjadikan perlawanan umat terhadap CGMI, Pemuda Rakyat, dan Gerwani makin berani.

Baru setelah Jenderal Soeharto mendapat Supersemar dari Bung Karno, sehari kemudian, 12 Maret 1966 PKI resmi dibubarkan. Yogya pun berangsur pulih, sampai akhirnya benar-benar aman.

Itulah salah satu momen penting perjuangan Bedu Amang di Yogya untuk menyelamatkan bangsa Indonesia. Abdurrahman atau Bedu Amang — pejuang anti PKI, Menteri Negara Urusan Pangan/Kepala Bulog 1995-1998, alumnus Fakultas Pertanian UGM itu — wafat Sabtu sore dalam usia 85 tahun Sabtu, pukul 17.00 WIB, 9 Januari 2021 di RS Pondok Indah Jakarta.

Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan di sana mendapat tempat terbaik di SisiNYA. Aamiin. Al- Fatihah

Syaefudin Simon
Syaefudin Simon
Freelance Columnist
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Soe Hok Gie, Perihal PKI dan Humanity

Soe Hok Gie sendiri adalah salah satu tokoh kunci dalam gerakan anak muda yang kemudian berujung dengan kejatuhan Orde Lama. Ia memainkan peran yang...

Ihwal Teori Keadilan John Rawls

Keadilan merupakan salah satu diskursus dalam filsafat yang paling banyak dibahas, bahkan menjadi topik utama dalam dunia global saat ini. Para filsuf sejak zaman...

Fisika dan Kemajuan Teknologi Bidang Transportasi

Era globalisasi telah mengubah kehidupan manusia di muka bumi ini akibat dari Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan penemuan internet pada akhir–akhir Revolusi Industri...

Menilik Proses Pembentukan Hukum Adat

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dikaruniai Tuhan Yang Maha Kuasa kekayaan yang begitu melimpah di segala bidang. Segala jenis tumbuhan maupun binatang...

Milenial Menjawab Tantangan Wajah Baru Jatim

Tahun berganti arah berubah harapan baru muncul. Awal tahun masehi ke-2021 terlihat penuh tantangan berkelanjutan bagi Jawa Timur setelah setahun penuh berhadapan dengan Covid-19...

ARTIKEL TERPOPULER

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Bagaimana Menjadi Muslim Moderat

Pada tahun 2017 saya pernah mengikuti Halaqah Ulama ASEAN yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Kampanye yang digaungkan Kemenag masih seputar moderasi beragama. Dalam sebuah diskusi...

Narkoba Menghantui Generasi Muda

Narkoba telah merajalela di Indonesia .Hampir semua kalangan masyarakat positif menggunakan Narkoba. Bahkan lebih parahnya lagi adalah narkoba juga telah merasuki para penegak hukum...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda”

“HUTRI72 – Makna ‘Dari Sabang sampai Merauke’: Pesan untuk Pemimpin dan Generasi Muda” Oleh Ali Romdhoni   “…’Dari Sabang sampai Merauke’, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.