Minggu, April 11, 2021

Daniel Dhakidae, Intelektual Sejati dan Pemikir Kritis

Rahmat Jalaluddin Rakhmat

Jalaluddin Rakhmat yakin bahwa Gus Dur adalah seorang yang menguasai ilmu laduni -- pengetahuan yang didapat seseorang tanpa melalui proses belajar. Bagaimana ia bisa...

In Memoriam Dadang Hawari

Dunia psikiatri Islam menangis. Salah seorang "pendekar dan suhu"-nya Prof. Dr. Dadang Hawari, psikiater terkemuka di Indonesia meniggal, Kamis (4/12/2020) di Jakarta. Dadang Hawari, tak...

Artidjo Alkostar, Sebuah Kitab Keadilan

Gambaran apa yang muncul di benak Anda setiap mendengar profesi pengacara dan kepengacaraan? Apapun citra itu, Artidjo Alkostar menghancurkannya berkeping-keping. Sebagai pengacara hingga akhir 1990an,...

En Kowe, Daru Priyambodo

Sebagai rekdaktur halaman opini Berita Buana, Daru Priyambodo memuat tulisan pertama yang saya kirimkan ke koran itu, tentang terpilihnya Bill Clinton sebagai presiden Amerika...
Manuel Kaisiepo
Manuel Kaisiepo
Menteri Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia 2000–2004

Intelektual sejati dan pemikir kritis itu telah pergi meninggalkan duka mendalam bagi kita semua, para sahabat dan semua orang yang memahami posisi dan peran intelektualnya: Daniel Dhakidae, Ph. D, yang akrab disapa Bang DD.

Tapi setelah larut dalam duka, kita tersadar ada warisan berharga peninggalan DD yang perlu terus dirawat: tradisi pemikiran kritis khususnya dalam ilmu-ilmu sosial, juga tradisi memelihara akal sehat di tengah realitas saat ini.

Tradisi pemikiran kritis sudah melekat dalam diri DD sejak usia muda, saat dia mengawali pendidikan filsafat di Seminari Tinggi St. Petrus, Ritapiret dan di Seminari Tinggi St. Paulus, Ledalero, Flores, NTT.

Tradisi itu semakin mengental pada fase berikutnya saat dia melanjutkan studi ilmu politik di UGM. Skripsi S1-nya berjudul “Nonvoting dalam Pemilihan Umum 1972 di Indonesia: Studi tentang Tingkah Laku Politik Mahasiswa Indonesia dengan Kasus Universitas Gadjah Mada” (1975).

Saat mahasiswa di UGM, DD bergabung dalam kelompok terbatas grup diskusi bersama Ashadi Siregar, Peter Hagul, dan lainnya yang aktif menerbitkan Jurnal Mingguan SENDI (Peter Hagul kemudian menjadi Pemred pertama koran kampus ‘Gelora Mahasiswa’, koran tempat saya juga aktif menulis).

Tamat dari UGM Yogyakarta, DD bergabung dengan Jurnal Prisma (LP3ES) tahun 1976 (saya sendiri baru ikut bergabung ke Prisma akhir 1979). Kita semua tahu, di Prisma-lah, sosok DD sebagai intelektual pemikir kritis semakin terbentuk dan sekaligus semakin dikenal luas melalui tulisan-tulisannya di jurnal ini.

DD kemudian melanjutkan studinya dan meraih Ph. D dari Cornell University, Amerika, dengan disertasi berjudul “The State, The Rise of Capital, and The Fall of Political Journalism: Political Economy of Indonesian News Industry” (1991).
Disertasi ini mendapat penghargaan ‘The Lauriston Sharp Prize’ dari Southeast Asian Program Cornell University karena telah “memberikan sumbangan luar biasa bagi perkembangan ilmu”.

Kembali ke Indonesia, DD menjadi Kepala Litbang Harian Kompas (1994-2006); selain tetap sebagai pengelola dan Pemimpin Redaksi Prisma sampai akhir hayatnya. Dia juga salah satu pendiri dan pengurus Yayasan Tifa.

Selain tulisan-tulisannya di Prisma, DD telah menulis beberapa buku serius. Salah satunya yang merupakan ‘master piece’-nya adalah Cendekiawan dan Kekuasaan dalam Negara Orde Baru (2003). DD kemudian menulis satu lagi buku serius, Menerjang Badai Kekuasaan (2015). DD bersama Vedi R. Hadi juga penyunting buku Social Science and Power in Indonesia (2005).

Selain menulis, DD juga menerjemahkan beberapa buku serius, di antaranya karya Harry J. Benda, Bulan Sabit dan Matahari Terbit: Islam di Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang (1980); buku Maurice Duverger, Sosiologi Politik (1985); buku Wright Mills, The Sociological Imagination; dan buku Benedict R.O.G. Anderson, Imagined Communitites (2008).

Itu adalah sebagian dari warisan yang ditinggalkan DD buat kita. Selamat jalan Bang DD – Daniel Dhakidae (22 Agustus 1945 – 6 April 2021).

Manuel Kaisiepo
Manuel Kaisiepo
Menteri Negara Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia 2000–2004
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kebebasan Berpendapat Masih Rancu

Kebebasan berpendapat merupakan sebuah bentuk kebebasan yang mutlak bagi setiap manusia. Tapi belakangan ini kebebasan itu sering menjadi penyebab perpecahan. Bagaimana bisa kebebasan yang...

Laporan Keuangan? Basi?

Berbicara soal laporan keuangan, tentu sudah tidak asing lagi di telinga orang ekonomi, apalagi yang bergelut dalam dunia akuntansi. Secara singkat, laporan keuangan adalah...

Mengenang Hans Küng (1928-2021), Tokoh Dialog Antar Agama

Bagi para pegiat dialog antar agama, sosok dan pemikiran Hans Küng tak asing lagi. Namanya kerap disebut seiring dengan pemikirannya tentang upaya mewujudkan perdamaian...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Kudeta Militer Myanmar, Asumsi Media Tentang Posisi Indonesia

Pada awal tahun 2021 dunia internasional dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yakni Myanmar. Negara yang dulunya...

ARTIKEL TERPOPULER

Jihad Versi Kristen?

Kamus Besar Bahasa Indonesia menuliskan arti kata jihad sebagai usaha dengan segala upaya untuk mencapai kebaikan. Mengamati definisi ini paling tidak kita memiliki pengertian...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Remaja dan Zona Nyaman

Remaja pada umumnya selain terlihat fisiknya yang berubah, tetapi juga mengubah perlahan tentang pola pikirnya. Pola pikir ini berhubungan dengan sebuah tahanan sesorang remaja...

Presiden Joe Biden: Gesture pada Islam dan Dunia Muslim

Joe Biden telah empat bulan lalu dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke 46 pada 20 Januari 2021. Joe Biden bersama pasangan wakil presiden Kamala...

Stop Propaganda Anti Syiah, Bersatulah Sunni dan Syiah

Apabila kita search dengan kata kunci Syiah, entah itu di youtube, google, instagram, dan lain sebagainya. Kita pasti akan menemui berbagai gambar atau video...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.