OUR NETWORK

Sebuah Obituari
Bro Aji, Kami Tertunduk Duka

Dia mencium bau tak sedap di Cipeucang, bukan hanya bau sampah, tapi sesuatu yang lebih busuk dibalik itu: Korupsi uang rakyat dan pencemaran lingkungan hidup.

Tubuhnya jangkung. Matanya selalu menatap tajam. Bicaranya tertata baik, ada aliran emosi pada setiap kalimat yang dia pilih. Dia bukan sosok yang suka pada kekuasaan, terpilih menjadi anggota legislatif baginya lebih didorong oleh jiwa pengabdian dan bekerja untuk rakyat.

Kehadirannya di gedung DRPD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) seakan memecahkan kebekuan dan kebisuan lembaga wakil rakyat itu. Bro Aji selalu gelisah dan tak bisa diam pada sesuatu yang tak beres dan tidak pada tempatnya. Berbagai persoalan dia ungkap, berbagai masalah diperjuangkannya dengan sepenuh hati.

Upaya sogokan dan ancaman tidak membuatnya mundur. Segala upaya jahat itu malah membuatnya makin muak pada keadaan disekitarnya. Pernah suatu ketika dia mendatangi Basecamp DPP PSI, melaporkan upaya sogokan terhadap dirinya dan rekannya di Fraksi PSI Tangsel, saat itu semua yang mendengarkan laporannya merasa bangga dan terharu, telah tumbuh generasi politik baru dari benih yang kita tanam bersama lima tahun yang lalu.

DPP PSI sempat menawarkan bantuan pengawalan khusus untuk menjamin keamanannya, apalagi terakhir dia mondar-mandir mengawal advokasi TPA Cipeucang, tanggul senilai 24 milliar rupiah yang roboh karena sarat korupsi, tidak memenuhi aspek teknis dan lingkungan. Tawaran itu ditolaknya, seakan dia yakin, ada Tuhan yang menjaganya.

Menjelang akhir hidupnya dia sangat fokus di Cipeucang, setiap hari dia menggali informasi dan melontarkan ketidakberesan itu ke publik yang memilihnya. Dia mencium bau tak sedap di Cipeucang, bukan hanya bau sampah, tapi sesuatu yang lebih busuk dibalik itu: Korupsi uang rakyat dan pencemaran lingkungan hidup.

Bro Aji sempat dilarikan ke rumah sakit, minggu lalu, karena tiba-tiba merasa sesuatu memukul bahu dan kepalanya pada saat Webinar online yang membahas tentang Cipeucang. Dia hilang kesadaran, namun dokter tidak menemukan gangguan kesehatan serius dalam diagnosanya, lalu akhirnya Bro Aji diizinkan pulang dalam keadaan sehat. Bro Aji juga masih mengirim kabar, dirinya sudah pulih dan kini dalam keadaan sehat.

Pagi ini benar-benar pagi yang mengejutkan, saya bangun membaca pesan Whatssapp, Bro Aji berpulang pada Sang Kuasa.

Bro Aji, ibarat sebuah perjalanan, maka perjalananmu harus berhenti di sini. Tuhan terlalu menyayangimu, Dia tak ingin kau jauh dari sisi-Nya. Seperti lagu Billy Joel, “only the good die young…” Kamu orang muda yang baik, kebaikanmu itu membuat Tuhan ingin memelukmu saat ini.

Kami cemburu dan berduka. Cemburu karena Tuhan lebih sayang kamu, berduka karena tanpamu perjuangan ini jadi kehilangan seorang inspirator.

Bro Aji, kamu sosok yang akan terus menginspirasi kami, menginspirasi perjuangan ini di hari dan tahun-tahun mendatang. Tenanglah di sana Bro. Doa kami dalam kepala yang tertunduk cinta, meski duka sangat dalam, hormat kami untukmu Kawan!

Andi Saiful Haq
Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies (INTRANS), Jakarta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.