Jumat, Maret 5, 2021

Pengumuman Pemenang Lomba Esai Teman Rakyat Bertema RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Keluar dari Simuklarum: Sinergi Masyarakat dan Parlemen Menghapus Kekerasan Seksual

Berita tentang pemerkosaan gadis belia oleh kakaknya dapat kita baca sambil menikmati secangkir teh hangat pada sebuah petang. Jika kita membacanya tepat pada jam...

Buka Hati Nurani Dan Peduli Akan Kekerasan Seksual

Dalam buku Encylopedia of Psychology Pelecehan Seksual adalah aktivitas seksual yang tidak diinginkan, dengan pelaku menggunakan kekerasan, membuat ancaman atau mengambil keuntungan dari korban...

Kekerasan Seksual dan Moralitas Patriarkal

“Jangan menyebut dia (Agni) korban dulu. Ibarat kucing kalau diberi gereh (ikan asin dalam bahasa Jawa) pasti kan setidak-tidaknya akan dicium-cium atau dimakan,” demikian...

Pasal 285 Saja Tidak Cukup

Menurut Catatan Tahunan (Catatan Tahunan) Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), angka kekerasan terhadap perempuan sejak 2010 terus meningkat dari tahun ke...
Redaksi
Redaksi

Setelah melakukan kurasi dan membaca naskah yang masuk, redaksi Geotimes memutuskan memilih tiga orang pemenang. Redaksi dan panitia memutuskan untuk mengganti pemenang view terbanyak dengan kategori naskah terpuji dan memilih 4 orang yang masuk kategori ini. Pertimbangan ini diambil untuk memberikan apresiasi pada naskah-naskah yang ada. Pemenang kompetisi Esai dengan tema “RUU Penghapusan Kekerasan Seksual” adalah sebagai berikut.

Juara 1

Negara Yang Memelihara KuntilanakNadya Karima Melati 

Juara 2

Kekerasan Terhadap Perempuan: Dari Budaya Patriarki Sampai Penegakan HukumAminuddin Aminuddin 

Juara 3

Sains, Pendidikan, Dan Kekerasan Seksual Rahadian Rundjan 

Naskah-naskah Terpuji:

Kekerasan Seksual Dan Soal Paradigma Sosial Kita – Hendra Sinurat

RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Pentingkah Bagi Laki-Laki? – Sony Wasono 

Kekerasan Seksual Dan Moralitas Patriarkal – Nabalah Al Batul Mursyid

Perempuan, Tak Ada Surga Dibawah Kakiku Lagi – Ulfia Ulfiasafitri

Demikian pengumuman ini dibuat. Keputusan panitia tak dapat diganggu gugat, terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi ini.

Redaksi
Redaksi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apa Hubungannya Toleransi dan Kearifan Lokal?

“Hai seluruh manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya...

Lubang Hitam Narasi Teroris Selama Pandemi

Sudah lima hari sejak saya terkonfirmasi positif Covid-19. Rasanya begitu berat, alih-alih sekedar menyerang fisik, rupanya virus ini juga menyerang mental. Untuk itu, saya...

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

Tanah dan Transmigrasi

Peliknya urusan pertanahan dipadukan dengan samarnya transmigrasi di Indonesia menjadikan perpaduan masalah yang sulit diurai. Pasalnya permasalahan terkait tanah bukan sekedar konflik kepemilikan dan...

Idealisme Mati Sejak Mahasiswa, Apa Jadinya Bangsa?

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia! Tampaknya sudah sangat sering mahasiswa mendengar slogan perjuangan tersebut. Apalagi mahasiswa dengan cap "organisatoris" dan "aktivis". Organisatoris dan aktivis adalah...

ARTIKEL TERPOPULER

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Ziarah Ke Media Sosial

Meminjam istilah masyarakat industrial Kuntowijoyo dalam masyarakat tanpa masjid (2001), merupakan kondisi masyarakat yang terkungkung oleh rasionalisasi, komersialisasi dan monetisasi. Mengutip pendapat Robert Bala,...

Common Sense dalam Filsafat Ilmu

Ilmu filsafat selalu merumuskan tentang pertanyaan – pertanyaan kritis atas kemapanan jawaban yang sudah dipecahkan oleh ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ilmu pendidikan tidak...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.