Rabu, Oktober 28, 2020

Kerjasama UHAMKA dan UNDP

Memperkuat Kembali Moderatisme Muhammadiyah

MAARIF Institute (03 Maret 2020), menyelenggarakan diskusi dan peluncuran Jurnal MAARIF edisi ke-34 No.2 Desember 2019 dengan tema “Memperkuat Kembali Moderatisme Muhammadiyah: Konsepsi, Interpretasi,...
Redaksi
Redaksi

Situasi Covid 19 telah membawa dampak yang cukup besar terkait dengan jumlah anak dan perempuan yang menjadi korban tindak kekerasan. Berbagai kebijakan yang diterbitkan dalam upaya menghentikan penyebaran virus tersebut melahirkan berbagai bentuk kebiasaan baru dan membutuhkan ketrampilan beradaptasi yang cukup tinggi.

Pada keluarga yang memiliki tingkat ketahanan yang baik, maka kondisi ini tidak menjadi problem begitu besar.  Namun sebaliknya, bagi keluarga yang rentan terhadap situasi ini, maka kerentanan terhadap ketahanan keluarga cukup mengkhawatirkan.

Pada keluarga yang rentan, perempuan dan anak seringkali menjadi korban yang pertama karena berbagai sebab. Maka untuk itu Universitas Muhammadiyah Prof. DR.Hamka bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) untuk melaksanakan program Strengthening GBV Referral Pathway in the Context of COVID 19 Pandemic. Hal ini dilakukan untuk memperkuat mekanisme rujukan kasus kekerasan Terhadap Perempuan Dan Anak Dalam Konteks Covid 19 Pandemi.

Disampaikan oleh Ketua Tim Prof. Dr. Suswandari penelitian ini menjangkau sembilan wilayah sasaran, yakni DKI Jakarta, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang Selatan, Kota palu dan Kota Surabaya.

Lebih lanjut, tim penelitian ini pada tanggal 15 Oktober 2020 ketua tim  Prof. Dr. Suswandari, M. Pd bersam Riset koordinator Dr. Margaretha Hanita, SH, M. Si melakukan rapat koordinasi pelaksanaan kegiatan di tiga wilayah sasaran, yaitu Renakta Polda  Papua, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota  Jayapura, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Jayapura beserta RSUD dan Polres setempat.

Dalam rapat koordinasi tersebut dipaparkan tentang aktivitas kegiatan yang dilakukan yaitu penyusunan SOP penanganan perempuan dan anak dengan menggunakan standar Covid-19 yang belum tersedia di tiga lokasi sasaran tersebut.

Di samping itu juga dibahas tentang rencana Bimtek untuk petugas layanan yang dilakukan secara daring. Dalam pendampingan penyusunan SOP yang dimaksud Lemlitbang UHAMKA bergandengan tangan dengan Project Officer setempat Ibu Anna Manyakori salah satu pemerhati masalah perempuan dan anak yang telah berpengalaman tinggi di Provinsi Papua. Kegiatan ini memiliki target legalized dari seluruh SOP yang disusun untuk dapat digunakan secara sah di masing-masing wilayah sasaran.

Redaksi
Redaksi
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

KDRT Saat Pandemi

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan nama COVID-19 adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini...

Politik dan Monopoli Media Sosial

Saat ini, kita hidup di era cyberspace (dunia maya). Era yang pertama kali diperkenalkan oleh William Gibson dalam buku Neuromancer itu, dimaknai sebagai suatu...

Candu Media Sosial, Kajian Filosofis dan Psikologis

Bermain ria di “alam medsos” terkadang meng-asyikkan. Tapi akhirnya menganggap dunia nyata jadi tak menarik untuk bersosialisasi dan mengemban hidup secara hakiki. Untuk melihat...

Membendung Hegemoni China di Asia Tenggara

Lima hari sudah Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi berkunjung ke empat negara di Asia Tenggara (15-18 Oktober 2020). Dalam kunjungan ke Kamboja,...

Reformasi Kewenangan Legislasi DPD

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sebagai anak kandung reformasi telah berusia 16 tahun. Lembaga negara buah amandemen ketiga UUD 1945 mengalami banyak goncangan. Isu pembubaran...

ARTIKEL TERPOPULER

Pemuda Pancasila Selalu Ada Karena Banyak yang Memeliharanya

Mengapa organisasi ini masih boleh terus memakai nama Pancasila? Inikah tingkah laku yang dicerminkan oleh nama yang diusungnya itu? Itulah pertanyaan saya ketika membaca...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Tamansiswa, Ki Hadjar Dewantara, dan Sistem Pendidikan Kolonial

Setiap 2 Mei kita dihadapkan pada kesibukan rutin memperingati Hari Pendidikan Nasional. 2 Mei itu merupakan tanggal kelahiran tokoh pendidikan nasional, Ki Hadjar Dewantara,...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Mengenal Dua Tokoh Ateisme: Feuerbach dan Marx

Ludwid Feuerbach (1804-1872) dan Karl Marx (1818-1883) menjadi dua tokoh besar ateisme dalam sejarah peradaban manusia. Keduanya digolongkan filsuf materialistis karena bagi mereka pemikiran...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.