OUR NETWORK

Yang Tidak Suka Melihat Dara Akrab dengan Para Pendeta, Memang Sebaiknya Tidak Usah Pilih Dara

Saya tidak akan pernah mengingkari keyakinan saya bahwa semua umat manusia ciptaan Tuhan bersaudara. Itu keyakinan saya yang tidak bisa dipaksa untuk diubah.

Gara-gara saya memposting pertemuan saya dengan pendeta-pendeta saat saya bertemu masyarakat di dapil saya, di Sumatera Utara maupun di daerah-daerah lain, saya beberapa kali ditanyai teman atau mereka yang peduli dengan pencalegan saya: “Dara tidak takut terlihat bersama-sama para pendeta? Nanti Dara disangka dekat dengan orang-orang Kristen. Nanti pendukung muslim Dara batal memilih Dara.”

Saya maklumi saja keprihatinan itu. Mungkin mereka memang takut sekali saya tidak terpilih.

Tapi terus terang, saya tidak akan mengurangi kedekatan saya dengan non-muslim walaupun itu berakibat saya tidak terpilih untuk jadi wakil rakyat di DPR RI.
Saya dekat dengan para pendeta, seperti saya juga dekat dengan para ustadz dan ibu pengajian, bukan karena saya sedang cari muka agar bisa terpilih.

Menurut saya, mereka yang tidak suka melihat saya dekat dengan umat non-muslim, sebaiknya memang tidak usah memilih saya. Mereka pilih saja caleg yang lain.

Begitu juga mereka yang tidak suka melihat saya dekat dengan umat Islam, sebaiknya memang tidak usah pilih saya. Pilih saja caleg yang lain.

Saya dibesarkan di keluarga, di sekolah, di kota, di universitas yang mengajarkan saya untuk memandang manusia atas dasar kebaikan perilakunya, bukan karena alasan agama, ras, etnis, kelas ekonomi atau jenis kelamin.

Saya tidak akan pernah mengingkari keyakinan saya bahwa semua umat manusia ciptaan Tuhan bersaudara. Itu keyakinan saya yang tidak bisa dipaksa untuk diubah.

Saya bertemu dengan para pendeta atau ustadz dan ibu pengajian atau siapa pun di dapil karena mereka adalah manusia-manusia yang akan saya wakili kalau saya masuk ke DPR nanti.

Saya akan memperjuangkan kepentingan semua warga di Sumatera Utara. Wajib. Harus. Bukan hanya memperjuangkan warga muslim, hanya warga Kristen, hanya Nasution, hanya Siantar. Bukan begitu.
Saya harus memperjuangkan masyarakat Sumatera Utara. Saya harus memperjuangkan rakyat Indonesia.

Bagaimana mungkin saya memerangi korupsi, melawan kesenjangan kaya-miskin, memperjuangkan pembangunan daerah yang selama ini tertinggal, memperjuangkan kesetaraan pendidikan, memperjuangkan hak-hak perempuan, atau memperjuangkan toleransi, kalau pikiran saya masih mengotak-ngotakkan manusia atas dasar agama, ras, etnis, kelas ekonomi, dan jenis kelamin.

Wakil rakyat yang hanya mau mewakili rakyat yang seagama dengannya adalah pengkhianat.
Saya tidak mau menjadi pengkhianat.
Itu saja. Happy Monday.

#PSInomor11
#SayaDaraNasution

Dara Nasution
Caleg PSI

TINGGALKAN KOMENTAR

Loading...

Hey there!

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot your password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Close
of

Processing files…