Kamis, Oktober 22, 2020

Kalau Minum Starbucks Mendukung LGBT, Apakah Naik Haji Menyumbang Invasi Suriah dan Yaman?

Audisi Djarum Disetop, Bye Bye “Indonesia Raya”

Pada 1971, diadakan sebuah kejuaraan bulutangkis lokal di kota Kudus, Jawa Tengah. Pertandingan seru. Ada yang kalah. Ada yang menang. Biasa. Namanya juga kejuaraan...

Titik Temu antara Islam dan Liberalisme?

Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin dan kompatibel dengan tantangan zaman, tentu selalu dihadapkan dengan permasalahan antara korelasi suatu pemikiran dengan ajaran islam....

Skenario Tahun Ajaran Baru

Situasi Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak agenda besar Nasional terpaksa ditunda, digeser, atau dijadwalkan ulang. Salah satunya adalah agenda tahun ajaran sekolah. Sampai saat ini, pemerintah,...

Karena Mendukung Jokowi, Rhenald Kasali Dikambinghitamkan

Bangkrutnya Jiwasraya bak bola salju yang menggelinding dari puncak. Di sepanjang jalannya, ia menerjang apa saja dan menyeret segala sesuatu di sekitarnya. Jiwasraya jelas-jelas dibangkrutkan...
Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.

Kanda Guru Ustadz Abdul Somad yang bijak kembali memberikan ilmu kepada kita umat yang minus ini. Jika sebelumnya Ustadz Abdul Somad bercerita tentang keutamaan memiliki hidung mancung, kali ini beliau mengajari bahwa ada jenis kopi yang akan membuat kita masuk neraka, yakni kopi Starbucks. Luar biasa.

Sebagai umat yang ingin memperoleh kebijaksanaan dan juga masuk surga, tentu hal ini sangat penting. Bukan apa-apa, selama ini saya kira masuk surga atau tidak itu hak Allah semata, tapi ternyata Kanda Guru Ustadz Abdul Somad yang bijak juga bisa menyebutkan siapa-siapa saja yang bisa masuk surga atau neraka.

Ini tentu bukan ejekan apalagi sindiran, tapi lebih pada upaya untuk merefleksikan diri. Ustadz Abdul Somad menjelaskan, semua kegiatan punya konsekuensi di akhirat. Apa pun itu. Misalnya: jika kita mengonsumsi kopi Starbucks, yang secara terbuka mendukung gerakan LGBT, maka kita akan berdosa bahkan bukan tak mungkin masuk neraka.

Alur pikirnya begini: dengan kita mengonsumsi kopi atau produk apa pun di Starbucks, perusahaan itu akan memberikan sebagian dari keuntungannya untuk gerakan LGBT. Sebagai muslim, menurut Kanda Guru Abdul Somad, LGBT adalah sesuatu yang berdosa, jadi apa pun yang mendukung gerakan ini adalah dosa, termasuk membeli produk yang secara terbuka mendukung LGBT.

Apakah pikiran ini salah? Tentu saja tidak. Sebagai alur pikir ini sah, apalagi Kanda Guru Abdul Somad ini kan ulama, lulusan Mesir, beda dengan manusia yang bisa salah.

Lantas bagaimana dengan naik haji? Lho apa hubungannya minum kopi yang mendukung LGBT dengan naik haji?

Jadi begini, Kanda Guru. Yaman kan diinvasi oleh Arab Saudi, demikian juga pasukan koalisinya yang merangsek ke Suriah. Menurut laporan DW, Riyadh mengirimkan bantuan senjata dan alat-alat berat untuk kelompok oposisi. Kiriman kendaraan lapis baja dan senapan mesin secara resmi diterima oleh kelompok pemberontak Free Syrian Army, FSA.

Artinya, secara tidak langsung Saudi membuat rakyat Syiria dan Yaman menderita.

Kejauhan, Mas. Kok bawa-bawa naik haji? Memangnya orang yang naik haji mendoakan dan mendukung invasi Yaman? Tentu saja tidak. Tapi dengan naik haji kita ikut membayar kepada pemerintah Arab Saudi. Uang yang mereka terima selama proses haji, mulai dari pajak makanan, penginapan, dan transportasi, dan lain-lain, itu kan menjadi pendapatan negara mereka yang salah satunya dimanfaatkan untuk beli senjata atau membiayai perang?

Lho kan niat kita ibadah, Mas, bukan buat perang.

Kok pada nge-gas?

Sudahlah, kalau kalian tak punya ilmu tinggi seperti Kanda Guru Ustadz Somad mending diam. Karena intinya, beli kopi starbucks itu haram dan masuk neraka karena uang kita dipakai buat dukung LGBT. Sementara naik haji dan menyetor uang kepada pemerintah Arab Saudi itu halal.

Avatar
Arman Dhanihttp://www.kandhani.net
Penulis. Menggemari sepatu, buku, dan piringan hitam.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Vaksin Demi Kesehatan Rakyat

Pemerintah berjuang penuh demi kesehatan rakyat. Keseriusan untuk menemukan vaksin Covid-19 adalah langkah yang sangat tepat. Karena vaksin merupakan solusi yang menjadi harapan rakyat...

Wabah, Membela Eksistensi Tuhan di Hadapan Ateisme (Habis)

Covid-19 Sebagai Fakta Kehidupan  Terlepas dari apakah Covid-19 adalah akibat dari ulah manusia, dan karena itu sebagai bagian dari kehendak bebas manusia, penderitaan kita hari ini pada...

Membereskan Pembukuan Tanpa Menguras Kantong

Pernahkah Anda mengalami sulitnya membereskan pembukuan dengan cepat dan mendapatkan laporan keuangan berhari-hari? Seringkali pebisnis hanya fokus cara meningkatkan omset bisnisnya saja, namun tidak menyadari cara...

Mengenal Sosok Tjokroaminoto

Tjokroaminoto merupakan orang yang pertama kali meneriakkan Indonesia merdeka, hal ini membuatnya sosok yang ditakuti oleh pemerintah Hindia-Belanda. De Ongekroonde Van Java atau Raja...

Mengapa Banyak Abdi Negara Muda Pamer di Media Sosial?

Apakah kamu pengguna Twitter yang aktif? Jika iya, pasti kamu pernah melihat akun @txtdrberseragam berseliweran di timeline kamu. Sebagaimana tercantum di bio akun ini,...

ARTIKEL TERPOPULER

Tanggapan Orang Biasa terhadap Demo Mahasiswa dan Rakyat 2019

Sudah dua hari televisi dihiasi headline berita demonstrasi mahasiswa, hal yang seolah mengulang berita di TV-TV pada tahun 1998. Saya teringat kala itu hanya...

Cara Mahasiswa Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Teknologi selalu mengalami perubahan-perubahan seakan tidak pernah ada ujungnya. Seperti halnya saat ini teknologi sudah sangat berkembang dengan pesat terutama dalam bidang teknologi informasi...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hitam Putih Gemerlap Media Sosial

“Komunikasi adalah inti dari masyarakat kita. Itulah yang menjadikan kita manusia.” Setidaknya begitulah yang dikatakan Jan Koum, pendiri aplikasi Whatsapp yang kini telah mencapai...

Jangan Bully Ustazah Nani Handayani

Ya, jangan lagi mem-bully Ustazah Nani Handayani “hanya” karena dia salah menulis ayat Al-Qur’an dan tak fasih membacakannya (dalam pengajian “Syiar Kemuliaan” di MetroTV...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.