Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/geotimes/wordpress/wp-content/plugins/Plugin/plug.php on line 23
Titik Temu antara Islam dan Liberalisme? | GEOTIMES
Selasa, Maret 9, 2021

Titik Temu antara Islam dan Liberalisme?

RUU Pertanahan yang Kalah Pamor, tapi Turut Penting untuk Dikritisi

Seperti yang kita ketahui secara bersama, belakangan ini sedang terjadi kekacauan di dalam masyarakat kita atas berbagai peristiwa yang terjadi. Mulai dari peristiwa asrama...

Ada Apa Di Balik Pembangunan Jalan Tol Kita?

Dua catatan tentang jalan tol ini saya tulis lebaran tahun sebelumnya, saat terjadi tragedi di pintu keluar tol Brebes Timur (Brebes Exit/Brexit) yang menewaskan...

Mencari Djarum dalam Jerami

Setelah pencarian desa Penari yang tak kunjung terbukti, Indonesia berbicara lagi tentang Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Soal apa? Soal yang dipersoalkan, menjadi soal,...

Islam Berkemunduran?

Tahukah antum kenapa Muhammadiyah disebut organisasi modern kala itu? Sebab banyak pikiran dan gagasan Kyai Dahlan melawan jumud, melawan kebodohan, melawan kekolotan. Karenanya banyak...
Satrio Alif
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia

Islam sebagai agama yang rahmatan lil ‘alamin dan kompatibel dengan tantangan zaman, tentu selalu dihadapkan dengan permasalahan antara korelasi suatu pemikiran dengan ajaran islam. Seringkali, terjadi percampuran antara islam dengan pemikiran tersebut seperti pan islamisme. Salah satu isu kontemporer mengenai korelasi antara ajaran Islam dengan suatu pemikiran adalah korelasi ajaran Islam dengan Liberalisme.

Sebelum membahas korelasi antara Islam dan Liberalisme, penulis akan terlebih dahulu memaparkan pengertian mengenai keduanya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Islam diartikan sebagai agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. berpedoman pada kitab suci Alquran yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah Swt. Islam sendiri sebenarnya dalam bahasa arab berarti selamat. Maksud dari selamat di sini adalah islam merupakan agama yang membawa keselamatan dunia dan akhirat bagi para pemeluknya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Liberalisme dapat diartikan sebagai aliran ketatanegaraan dan ekonomi yang menghendaki demokrasi dan kebebasan pribadi untuk berusaha dan berniaga (pemerintah tidak boleh turut campur). Menurut The Encyclopedia of Philosophy, Liberalisme adalah paham yang berusaha memperbesar wilayah kebebasan individu dan mendorong kemajuan sosial.

Dalam pembahasan aliran dalam aqidah, terdapat salah satu aliran yang konteks ajarannya sesuai dengan liberalisme yaitu aliran murjiah. Menurut pembahasan Buku Ajar Matakuliah Pengembangan Kepribadian Agama Islam Universitas Indonesia, aliran murjiah ini mengajarkan bahwa setiap orang di dunia adalah seorang muslim meskipun mengerjakan dosa besar. Amal perbuatan, dosa dan kebaikan adalah urusan prbadinya dengan Tuhan. Aliran ini juga memiliki salah satu cabang yang ekstrem di mana mereka berpandangan bahwa seorang muslim yang menyatakan secara lisan tidaklah menjadi kafir, kekufurannya secara lisan tidaklah menjadi kafir karena keimanan atau kekafiran seseorang terletak di dalam hatinya.

Pada masa kontemporer seperti saat ini, terdapat suatu aliran yang memadukan antara Islam dan Liberalisme secara komperhensif yaitu Islam Liberal. Istilah Islam Liberal pertama kali digunakan para penulis Barat seperti Leonard Binder dan Charles Kurzman. Dalam pandangan Lutfie Assyaukanie, Islam Liberal sebagai gerakan pertama kali muncul pada tahun 1798 atau lebih dari 2 abad yang lalu. Tepatnya itu saat Napoleon Bonaparte datang pertama kali sampai di Mesir. Itulah pertama kali munculnya pertemuan antara islam dan pemikiran barat.

Menurut para penganut islam liberal, ajaran islam liberal adalah alat bantu dalam pengkajian ajaran Islam sehingga ajaran agama ini dapat terpelihara dan berdialog dalam konteks dan realita yang produktif dan progresif. Dalam pandangan ini, Islam ingin ditafsirkan dan dihadirkan secara liberal-progresif dengan metode hermeneutik, yakni metode penafsiran dan interpretasi terhadap teks, konteks dan realitas. Sehingga, dapat diartikan bahwa Islam Liberal adalah sekadar alat bantu analisis, bukan kategori yang mutlak.

Islam liberal merupakan hal yang sangat kontras daripada Islam revivalis atau islam tradisional. Islam liberal dalam ajarannya menghadirkan kembali masa lampau untuk kepentingan modernitas kehidupan di masa kini.  Di samping hal tersebut, kaum liberal berpendapat jika islam secara benar, maka ajaran islam sebenarnya sejalan dengan atau bahkan merupakan perintis bagi konsep liberalisme barat.

Satrio Alif
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

Ujian Kedewasaan Digital Kita

Teknologi digital diciptakan agar tercapai pemerataan informasi tanpa pandang bulu, namun sayangnya kini dampak negatif yang tak terelakkan adalah munculnya disinformasi, berita bohong, hingga...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Euforia Bahasa Arab

(Ilustrasi) Pameran busana tradisional Arab dalam Pekan Kebudayaan Saudi Arabia di Jakarta, Minggu (27/3). ANTARA FOTO/Rosa Panggabean. Entah apa yang ada di dalam pikiran sejumlah...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Madinah, Tinjauan Historis

Yatsrib atau yang sekarang dikenal dengan nama Madinah merupakan salah satu daerah yang subur di Jazirah Arab pada masa itu. Penduduk Madinah sebelum Islam...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.