Sabtu, Februari 27, 2021

Terima Kasih, Pak JK “Sang Juru Damai”

Kiagus Wafat, Apa Kabar Jiwasraya dan Asabri?

Kabar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya positif virus corona membuat para menteri ikut "gemetar". Bahkan kabarnya Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto menjadi sorotan setelah...

Mengenal Tarrant, Si Penjagal Christchurch

Brenton Tarrant, 28 tahun, mengemudi mini van silver di jalanan Christchurch. Pria muda berkulit putih kelahiran Australia itu berkendara di atas batas maksimum kecepatan...

Neno Warisman, #2019GantiPresiden, dan Gerakan Liar Demokrasi Kita

Acara gerakan #2019GantiPresiden kembali mendapat penolakan di Pekanbaru. Banyak orang membela kelompok yang dimotori oleh Mardani Ali Sera dan Neno Warisman ini dengan alasan...

Politik Pembelot ala La Nyalla Mattalitti

La Nyalla Mattalitti pindah ke kubu Jokowi. Tak sulit untuk menduga bahwa motif pindah kubu itu adalah karena La Nyalla gagal menjadi Cagub Jawa...
Rustam Magun Pikahulan
Dosen IAIN Parepare/Pengurus LPBHNU Parepare, Magister Ilmu hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Pak Jusuf Kalla (JK) tidak lagi menduduki jabatan wakil presiden di negeri ini. Dalam sambutannya saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) di ICE BSD, Tangerang, sosok wapres yang mungil itu mengucapkan salam perpisahan.

Sosok wakil presiden kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan, tersebut merupakan satu-satunya wapres yang menjabat pada dua masa pemerintahan yang berbeda. Beliau sudah malang melintang dalam dunia perpolitikan dan telah telah mengisi beberapa jabatan pada beberapa periode pemerintahan yang berbeda.

Sebagai menteri pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada masa pemerintahan Megawati Soekarnoputri, sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono sampai dengan mendampingi Joko Widodo sebagai wakil presiden dari tahun 2014 sampai 20 Oktober 2019 mendatang.

Ucapan rasa terima kasih yang mendalam buat sosok yang telah melakukan banyak hal untuk negeri ini. Di luar dari pencapaiannya mengisi jabatan-jabatan penting di negeri ini, bagi saya beliau merupakan sosok yang berani menembus segala bentuk pembatas untuk meyelesaikan masalah-masalah sosial di negeri ini.

Beliau merupakan yang berani menembus kerasnya konflik SARA yang terjadi di Ambon dan Poso beberapa tahun silam, beliau merupakan orang yang paling berjasa dalam mengembalikan senyum anak-anak yang saat itu hidup dalam ketakutan dan trauma akibat konflik yang berkepanjagan.

Bukan saja mendamaikan konflik SARA yang terjadi di Ambon dan Poso, beliau merupakan sosok yang memiliki andil besar dalam perdamaian di Aceh. Beliau adalah sosok menjadi tokoh kunci untuk mendamaikan Aceh yang saat itu ingin melepas diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi Aceh Merdeka.

Jalan panjang untuk merangkul kembali Aceh ke dalam gengaman NKRI, Jusuf Kalla menjadi sosok yang bisa duduk bersama tokoh-tokoh Aceh pada saat itu dan berdamai kembali dengan Indonesia. Langkah yang dilakukan oleh beliau saat itu sangatlah berjasa dan sampai sekarang Aceh masih tetap menjadi bagian dari NKRI dan akan tetap menjadi NKRI sampai kapanpun.

Pak JK adalah sosok penebar kedamaian untuk bangsa ini, sosok yang mengembalikan senyum dan menyelamatkan generasi yang saat itu hanya berfikir tentang balas dendam atas nyawa yang hilang karena konflik SARA yang berkepanjangan.

Beliau adalah sosok yang sudah menunjukan kepada kita semua bahwa semua yang ada di nusantara ini merupakan satu bagian yang tidak boleh terpisahkan karena Negara ini merdeka atas dasar persatuan.

Semoga Pak JK selalu diberi kesehatan dan kekuatan untuk selalu menebar kedamaian dan masih tetap peduli terhadap persoalan-persoalan kemanusiaan di nusantara ini.

Beliau adalah sosok yang pantas dan patut dijadikan panutan oleh generasi milenial Indonesia untuk tetap menebar kepedulian terhadap persoalan kemanusiaani di negeri pada masa-masa yang akan datang.

Terima kasih sang Pak Jusuf Kalla “Sang Juru Damai”, untuk segala pengabdian dalam membangun bangsa ini.

Terima kasih atas segala kerja-kerja kemanusiaan yang telah dilakukan untuk mendamaikan orang-orang pernah berkonflik agar tetap menjalani hidup dengan penuh rasa tenang tanpa ketakutan dan dendam.

Sumber Foto: english.vov.vn

Rustam Magun Pikahulan
Dosen IAIN Parepare/Pengurus LPBHNU Parepare, Magister Ilmu hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Kenapa Saya Mengkritik Mas Anies?

Dua hari yang lalu saya mengkritik Gubernur DKI Jakarta Mas Anies Baswedan melalui unggahan akun Instagram. Soalnya Mas Anies melempar kesalahan pada curah hujan dan...

Berpegangan Tangan dengan Leluhur

Oleh: Arlita Dea Indrianty, SMAN 36 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Bicara tentang Indonesia tidak akan membawa seseorang pada titik...

Penguatan Kultur Demokrasi di Indonesia

Sebagian persoalan dalam praktik demokrasi di Indonesia muncul dari kalangan elite yang membajak sistem. Masyarakat sebagai pemilik sah kedaulatan tertinggi dalam demokrasi hanya dijadikan...

Buntara Kalis

Oleh: Queen Vega Latiefah, SMAN 76 Jakarta Esai favorit lomba: Mengenal Indonesia, Mengenal Diri Kita Seperti cahaya rembulan di malam hari, seperti itu bayangan orang orang...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

ARTIKEL TERPOPULER

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Menilik Pencekalan Panglima Gatot

Insiden diplomatik antara Amerika Serikat dan Indonesia terjadi hari Sabtu lalu, (21/10/2017) di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Kejadiannya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dicekal untuk...

Sejarah Palestina dan Hubungannya dengan Kita

Usai Kekalahan Ottoman pada perang dunia 1 yakni pada (1914 - 1918) wilayah Palestina - Israel sejak 1922 berada di bawah mandat Inggris. Peluang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.