Banner Uhamka
Jumat, September 25, 2020
Banner Uhamka

Teman Saya dapat Bintang Jasa, Saur Hutabarat

Prabowo dan Relasinya dengan Kelompok Islam

Mungkinkah kelompok Islam-politik di kalangan elite dan akar rumput memilih Prabowo karena merasa bisa "mengendalikan" Prabowo? Apa benar, ya, para elite politik kelompok Islam...

Kenapa Kadal Gurun Senang Papua Rusuh?

Rusuhnya Papua kemarin membuat beberapa pihak mendadak melonjak senang. Pihak ini, sebut saja kadal gurun. Mereka adalah kelompok agamis yang sudah mengkavling surga bahkan sejak...

Mimpi Adalah Kunci, Bro Giring!

Lagu yang Bro Giring Ganesha nyanyikan bersama mantan bandnya Nidji, melengkapi nuansa inspiratif dari cerita Laskar Pelangi. Salah satu OST yang paling pas dengan...

Gagasan Literasi Kita yang Terbentur oleh Original dan Bajakan

Saya ingin mengajak Anda untuk menyelami satu isu yang menarik saat ini. Bukan. Bukan tentang RUU KUHP dan PKS, pemilihan pimpinan KPK yang kontroversial,...
Avatar
Gantyo Koespradono
Mantan Jurnalis, Pemerhati Sosial dan Politik.

Kemarin saya sudah mengucapkan selamat kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon — keduanya tokoh kontroversial — yang hari ini di Istana Merdeka mendapat bintang tanda jasa Mahaputera Nararya.

Saya tidak mengenal secara pribadi keduanya. Kemarin saudara sepupu saya (perempuan) — seperti juga yang lain, mungkin juga Anda — masih berkomentar nyinyir: “Mereka mau dikasih penghargaan apaan tuh? Ih… sebel banget.”

Setop! Saya tidak balas pertanyaannya. Yang jelas bintang Mahaputera Nararya diberikan kepada mereka yang telah mengabdi dan berjasa di bidangnya untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.

Kali ini saya lebih baik mengucapkan selamat kepada Saur Hutabarat, wartawan senior, teman baik saya. Hari ini di Istana Merdeka, dia juga menerima tanda jasa Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Joko Widodo.

Saur Hutabarat dinilai berjasa karena telah mengabdikan dirinya di dunia kewartawanan bagi masyarakat, bangsa dan negara. Lewat pikiran dan gagasan yang dituangkan dalam tulisan, Saur banyak memberikan kontribusi bagi negeri ini.

Sebelum berkiprah di Media Indonesia, Saur pernah meniti karier sebagai jurnalis di Majalah TEMPO. Setelah itu mendirikan Majalah Editor yang akhirnya dibredel.

Saat Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, kami pernah bersama-sama di Media Center Jokowi-Jusuf Kalla. Saya ingat betul, Saur-lah yang menggagas pembukaan rekening buat Jokowi-JK guna memudahkan bagi para pendukung Jokowi berdonasi untuk biaya kampanye.

Setelah Jokowi terpilih menjadi presiden, apakah Saur tidak pernah mengkritisi pemerintahan Joko Widodo?

Sebagai jurnalis, Saur tetap “galak” kepada pemerintahan Jokowi jika dia melihat ada kebijakan-kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tepat dan merugikan rakyat.

Namun, ia mengungkapkan kekritisannya tidak dengan nyinyiran, seperti yang dilakukan itu tuh yang hari ini di Istana Merdeka juga menerima tanda jasa Nararya.

Saur mengungkapkan suara kerasnya setiap hari Rabu dalam acara Forum Diskusi Denpasar 12 yang diselenggarakan Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, di rumah dinasnya di Jl Denpasar 12 Jakarta.

Saat Forum Diskusi Denpasar mengangkat topik fenomena kekerasan seksual hari Rabu pekan lalu (5 Agustus) misalnya, Saur terang-terangan mengkritik pemerintah (negara) yang takut kepada mereka yang tidak setuju RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dibahas DPR dan disahkan menjadi undang-undang.

Rabu kemarin (12 Agustus) saat Forum Diskusi Denpasar 12 membahas fenomena gangguan kejiwaan yang dialami masyarakat dalam masa pandemi Covid-19, Saur Hutabarat juga mengritik pemerintah yang selama ini salah pendekatan dalam menangani kasus Covid-19.

Dalam kasus pandemi virus tersebut, pemerintah, menurut Saur, selalu mengeluarkan solusi atau kebijakan dengan indikator “apa yang dipikirkan rakyat”, bukan “apa yang dirasakan rakyat”.

Konkretnya, kalau pendekatan “apa yang dipikirkan rakyat”, boleh jadi yang dipikirkan bisa keliru, tapi kalau “apa yang dirasakan rakyat” pastinya tidak pernah keliru, karena dampak pandemi ini benar-benar dirasakan rakyat, amat menyakitkan!

Sekali lagi, selamat buat “Opung” Saur. Tetaplah mengabdi kepada bangsa dan negara lewat pemikiran-pemikiran yang cemerlang. Kami bangga.

Avatar
Gantyo Koespradono
Mantan Jurnalis, Pemerhati Sosial dan Politik.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Opsi Menunda atau Melanjutkan Pilkada

Perhelatan akbar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 akan bergulir. Pilkada yang sejak era reformasi pasca amandemen UUD 1945 telah memberi ruang...

Peran Civil Society dalam Perang Melawan Wabah

Perkembangan wabah korona semakin mengkhawatirkan. Epidemiologi Pandu Riono menyebut puncak kasus Covid-19 di Indonesia baru mencapai puncak pada awal semester pertama hingga pertengahan tahun...

Erick Ingin Kerja, Mereka Malah Menganggu!

Akhir-akhir ini, ada gerombolan oknum-oknum yang ingin memaksakan kehendak untuk mengisi kursi-kursi komisaris. Ketika keinginan itu tak tercapai, mereka secara sistematis dan masif melakukan...

Menjarah Mahkota Kemuliaan MK

Revisi Undang-Undang Mahkamah Konstitusi yang disahkan pada 1 September lalu menjadi hadiah sekaligus menjadi dilema bagi kesembilan hakim konstitusi di usianya yang ketujuh belas...

Memahami Kembali Pandemi Covid-19

Wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona jenis baru telah memasuki bulan ke-6 sejak ditetapkan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Per tulisan ini...

ARTIKEL TERPOPULER

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.