Notice: Undefined index: HTTP_REFERER in /home/geotimes/wordpress/wp-content/plugins/Plugin/plug.php on line 23
Tanda Hitam di Dahi, Rendahkan Hati Tinggikan Budi | GEOTIMES
Selasa, Maret 9, 2021

Tanda Hitam di Dahi, Rendahkan Hati Tinggikan Budi

Rakyatnya Panik Corona, Parpol Bisa Apa?

Masih ingat kan saat musim kampanye, ada yang gratis tapi bukan bantuan. Begitu hebatnya mesin politik memainkan suasana, seketika orang-orang di kampung dibuat heboh...

Eksisme dan Sebuah Jalan Nyeleneh Demonstrasi

Ada sebuah fenomena baru di tengah arus demonstrasi yang sedang bergejolak hampir di seluruh kota-kota Indonesia akhir-akhir ini. Bentuk dari fenomena itu adalah bermunculannya...

Menjadikan Science sebagai Common Denominator Spiritualitas

Ketika mendengar atau membaca nama Jalaluddin Rumi, saya langsung teringat pada jalan cinta menuju Tuhan yang diusungnya. Jalan cinta menuju Tuhan adalah jalan utama yang...

Corona, Manusia, dan Semesta

KH Aqil Siraj, Ketua PBNU dalam acara Jendela Ramadan-nya Dedi Corbuzier di NetTV Jumat dini hari lalu menyatakan: pandemi corona adalah peristiwa alam. Bukan...
Avatar
Nurbani Yusuf
Aktivis Persyarikatan Muhammadiyah di Ranting Gunungsari Kota Batu

Orang yang sombong, jangankan ketika benar, ketika salah saja enggan minta maaf. Sedangkan orang yang tawadhu, jangankan ketika salah, ketika benar saja tak gengsi minta maaf.

Diriwayatkan dari Rabi’ah bin Ka’b, bahwa ia berkata, “Aku menginap bersama Nabi saw dan membantu beliau untuk menyiapkan air wudhunya dan kebutuhan lainnya. Kemudian, Rasulullah bersabda, ‘Mintalah sesuatu kepadaku.’ Aku menjawab, ‘Aku mohon agar bisa menemanimu di surga.’ Beliau menjawab, ‘Bukan lainnya?’ Aku berkata, ‘Hanya itu saja.”

Lalu, Nabi saw bersabda, ‘Bantulah aku untuk dirimu dengan memperbanyak sujud’ (HR Ahmad, Muslim, An Nasai, dan Abu Daud). Hadis ini menganjurkan kita untuk memperbanyak sujud, ruku, dan mendirikan shalat wajib ditambah dengan tathawwu’ (shalat sunat) bila kita ingin masuk surga.

Sujud merupakan ibadah istimewa dalam Islam karena merupakan salah satu rukun shalat. Sujud dilakukan dengan cara meletakkan tujuh anggota badan di atas tanah, yakni muka, dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki.

Posisi demikian mencerminkan sikap merendah di hadapan keagungan Ilahi. Allah menegaskan, “Sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)” (QS Al-‘Alaq: 19).
Sujud akan menanamkan ketawadhuan dalam diri kepada sesama manusia dan memancarkan sinar keimanan dan kelembutan melalui wajahnya. Inilah bekas sujud yang diharapkan sebagai amalan penolong masuk surga.

Mi’dan bin Abi Thalhah berkata, “Aku bertemu Tsauban, budak Rasulullah saw .” Lalu, dia bertanya, “Beritahukan kepadaku amalan yang bila aku lakukan maka Allah akan memasukkanku dengannya ke dalam surga.” Tsauban diam. Lalu, aku tanya lagi, tapi dia masih diam.

Aku tanyakan yang ketiga kalinya, maka ia menjawab, “Aku telah menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw, beliau bersabda, ‘Kamu harus memperbanyak sujud karena sesungguhnya tidaklah kamu sujud sekali kecuali Allah akan mengangkatmu satu derajat dan menghapuskan dengannya satu dosa.'” (HR Muslim, Turmudzi, dan an-Nasa’i).

Kita dianjurkan untuk memperpanjang sujud bila shalat munfaridah (sendiri) karena Rasulullah SAW menyindir orang-orang yang sujudnya cepat dengan ungkapan, bahwa mereka seperti ayam jago mematuk butiran makanan.

Sujud yang serius akan meninggalkan bekas di wajah orang Mukmin. “Kamu lihat mereka ruku dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (QS Al-Fath 29).

Bekas sujud inilah yang akan ditampakkan setiap Muslim pada wajahnya. Di antara tanda bekas sujud yang terpancar di setiap muka Muslim ialah ketundukan kepada keagungan Allah.

Tanda bekas sujud itu juga dapat berupa rendah hati terhadap sesama insan, kelembutan, senyuman, dan menundukkan pandangan mata. Selain itu, membasahi bibir dengan zikrullah, sikap kasih sayang kepada anak yatim, fakir, dan miskin.

Sejalan dengan ini, dalam hadis Qudsi disebutkan bahwa: “Aku (Allah) hanyalah menerima shalat dari orang yang tawadhu terhadap keagungan-Ku, tidak sombong terhadap makhluk-Ku, tidak terus-menerus mendurhakai-Ku, selalu menggunakan siangnya untuk zikir kepada-Ku, mengasihi anak yatim, janda-janda, fakir, dan menyayangi orang yang tertimpa musibah” (HR Al-Bazzar).

Tanda hitam di dahi Muslim adalah salah satu ciri bahwa dia sering melakukan shalat. Namun, yang esensial adalah bekas sujud yang dikehendaki Allah yakni sikap tawadhu, rendah hati, kelembutan, kepedulian, dan kasih sayang yang dipancarkan setiap Muslim melalui pemikiran dan perilaku. Wallahu a’lam

Avatar
Nurbani Yusuf
Aktivis Persyarikatan Muhammadiyah di Ranting Gunungsari Kota Batu
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Apresiasi dan Masalah Tersisa Pencabutan Perpres Miras

Kita patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas tindakan berani dan jujur Presiden Jokowi untuk mencabut lampiran Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2021 tentang Investasi...

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

Dialektika Hukum Kepemiluan

Dalam penyelenggaraan suatu pemerintahan, hukum dan politik merupakan dua hal yang memiliki keterikatan secara timbal balik. Hubungan timbal balik antara hukum dan politik tersebut...

Ujian Kedewasaan Digital Kita

Teknologi digital diciptakan agar tercapai pemerataan informasi tanpa pandang bulu, namun sayangnya kini dampak negatif yang tak terelakkan adalah munculnya disinformasi, berita bohong, hingga...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

ARTIKEL TERPOPULER

Amuk Leviathan Hobbesian dalam Konflik Partai Demokrat

Tahun 1651, Thomas Hobbes menerbitkan buku berjudul “Leviathan”. Nama leviathan merujuk kepada monster sangat ganas dalam mitologi Yunani. Makhluk yang hidup di lautan ini...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Toxic Masculinity dalam Patriarki

Sebelumnya, saya ingin menghimbau bahwa topik ini merupakan pembahasan yang sensitif dan masih dipandang tabu dari beberapa kalangan. Tulisan ini berupa opini saya mengenai...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Landasan dan Prinsip Politik Luar Negeri Kita

Indonesia dalam sejarahnya mempunyai sejarah yang panjang dalam menghadapi situasi politik, baik dalam dan luar negeri. Sejarah dan proses panjang yang dimiliki bangsa kita...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.