Banner Uhamka
Rabu, September 30, 2020
Banner Uhamka

Surat Penting untuk Jokowi Soal Calon Menteri

Politik Dukungan Milenial. Milenial yang Mana?

Menjelang Pilpres 2019 ini, baik Kubu Joko Widodo maupun Prabowo Subianto sama-sama giat mengadakan acara dengan jargon milenial. Itu dilakukan untuk menunjukkan bahwa mereka...

Meneliti Livi Zheng (Bagian 1)

Berita-berita tentang Livi Zheng di banyak media massa membuat saya melongo takjub pada detik pertama dan menunduk hormat pada detik berikutnya kepada gadis 30...

Indonesia Maju Terbit dari Istana, Pak Jokowi Selamat Bekerja

Sungguh tahun politik yang begitu menguras energi. Pelantikan Presiden  Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada 20 Oktober kemarin menjadi semangat politik baru bagi...

Beberapa Catatan untuk Martin Suryajaya dan Pendukung Jokowi

Pada 6 September lalu Martin Suryajaya, penulis buku dan salah satu kolumnis Indoprogres, datang ke acara Klub Buku Jambu. Saat itu ia bersama Airlangga...
Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta

Bapak Presiden Joko Widodo yang saya hormati.

Perkenalkan saya Si Anak Kampung yang sedang merantau di Jakarta, yang katanya bakal tak lagi menjadi ibu kota negara.

Bapak Jokowi, di periode kedua pemerintahan Bapak ini sangat menentukan masa depan Indonesia akan dibawa ke mana. Alhamdulillah, sebelumnya pada periode pertama, Bapak Jokowi telah meletakkan pondasi pembangunan bangsa dan melakukan kerja-kerja untuk mempercepat kemajuan Indonesia.

Kini, supaya memastikan program kerja benar-benar berjalan dan sesuai keinginan, usul saya sebagai anak kampung, Bapak harus dibantu oleh menteri-menteri yang ahli dan mengerti apa yang Bapak kehendaki. Mereka harus bekerja sesuai visi Bapak, para pembantu preseiden yang memiliki keberanian, pekerja keras dan praktis dan cepat menangkap peluang.

Bapak Presiden Joko Widodo yang saya hormati.

Wacana penyusunan kabinet zaken yang terdiri dari kalangan profesional sempat mengemuka. Bapak Jokowi sendiri sudah memastikan bahwa kabinet mendatang akan lebih didominasi orang-orang berlatar belakang profesional, dengan perbandingan 55 persen non-partai politik dan sisanya 45 persen dari parpol.

Begitu pula dengan akomodasi terhadap generasi muda, di mana Bapak Jokowi menjanjikan sejumlah nama calon menteri yang berusia di bawah 30 dan 35 tahun. Tentunya dengan tetap memprioritaskan kemampuan manajerial supaya mampu memimpin birokrasi sebesar kementerian.

Namun Bapak Jokowi, pada periode pertama kemarin dominasi kekuatan elite parpol tampak sangat kentara dalam penentuan nama-nama dalam kabinet Bapak. Posisi yang paling menyorot perhatian adalah Jaksa Agung, membuat derasnya tuntutan supaya kelak diisi oleh tokoh profesional non-parpol.

Bapak Presiden Joko Widodo yang saya kagumi.

Adalah realita yang tak terhindarkan bahwa para pengusung presiden terpilih turut berkepentingan dalam penyusunan kabinet. Tetapi ketika orang-orang tersebut sudah masuk dalam kabinet, mereka harus bekerja atas arahan Bapak sebagai presiden alih-alih mengutamakan kepentingan kelompok atau partai asalnya.

Definisi menteri profesional pun sebaiknya tidak dikotak-kotakkan berdasarkan latar belakang parpol atau non-parpol. Harus diakui bahwa banyak tokoh parpol yang juga memiliki kemampuan profesional, bukan semata-mata karena menjabat sebagai pengurus parpol.

Bapak Presiden Joko Widodo.

Publik berhak untuk terlibat dalam mengusulkan nama-nama bakal punggawa Bapak Jokowi pada periode kedua nanti. Bahkan seharusnya wacana ini diramaikan usai gelaran Pilpres lalu, supaya muncul nama-nama terbaik yang layak Bapak pilih.

Dengan demikian, tidak melulu usulan berasal dari lingkaran elite. Partisipasi publik dalam ruang demokrasi menjamin hak warganegara untuk terlibat aktif dalam proses-proses politik yang bakal menentukan arah kebijakan negara.

Amanat konstitusi tegas bahwa hak prerogatif presiden untuk mengangkat menteri-menteri sebagai pembantu Bapak dalam kabinet. Memang, siapa saja berhak mengusulkan nama-nama untuk mendampingi Bapak, tapi penentu akhir tetap berada di tangan Bapak Presiden Jokowi.

Demikianlah Bapak Jokowi, surat penting dari saya Si Anak Kampuang yang sudah lama merantau di Jakarta yang kabar bakal sudah tak lagi menjadi ibu kota ini.
Mari kita mulai menjaring nama-nama calon menteri dan biarkan publik turut menelisik rekam jejak mereka. Bismillah.

Endang Tirtana
Endang Tirtana
Si Anak Kampung yang merantau di Jakarta
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Pengkhianatan Cinta

''Pernahkah Anda melihat orang yang berbuat jahat terhadap orang yang amat dicintainya?'' seseorang bertanya pada Abu Dzar al-Ghiffari, sahabat Rasulullah SAW. ''Pernah, bahkan sering,''...

Minang, Tan Malaka dan Dialektikanya

Minang kembali diperbincangkan di panggung politik nasional. Kali ini bukan karena tokoh dan pemikirannya, melainkan karena ucapan “Semoga Sumatera Barat mendukung Pancasila.” Tulisan ini tidak...

Optimasi Peran Wakil Rakyat di Tengah Pandemi

Mengutip pendapat Cicero dalam Phoebe E. Arde-Acquah (2015), terdapat sebuah adagium hukum yang menyatakan bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi. Secara konstitusional, adagium hukum...

Miskonsepsi Seks dengan Persetujuan

Pada 13 September 2020 lalu, terunggah sebuah kiriman di Instagram yang berjudul “Kupas Tuntas Pakta Integritas UI dan Pendidikan Sex dengan Persetujuan” yang di...

Jika Cantik Hanya Mengikuti Standar Industri

Belakangan ini perbincangan mengenai bagaimana diri kita maupun bagaimana industri mendefinisikan standart kecantikan kembali ramai diperdebatkan. Mulai dari gerakan perempuan dukung perempuan yang dianggap...

ARTIKEL TERPOPULER

Pengakuan Pak Harto: Malam Jahanam itu Bernama Kudeta

RAUT wajah Presiden Sukarno tampak menahan kesal teramat sangat. Sambil duduk, ia dihadapkan pada selembar kertas yang harus ditandatangani. Di sisi kanan Bung Besar,...

Pengantar Ilmu Komunikasi

Selain menjadi makhluk individual, manusia pun sebagai makhluk sosial yang senatiasa ingin berinteraksi dengan manusia lainnya. Disisi lain, manusia yang berinteraksi tidak hanya ingin...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Hyper Grace : Kejahatan Intelektualitas Manusia Yang Menggunakan

Hyper Grace adalah anugerah yang dilebih-lebihkan (keluar dari porsi) anugerah yang melebihi yang Firman Allah katakan (menambahkan Firman-Nya).Itu adalah anugerah di mana kamu harus...

Menyerupai Suatu Kaum: Hadits, Konteks Budaya, dan Tahun Baru 2018

Hanya dengan satu hadits ini, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR Abu Daud dan Ahmad), banyak ustaz yang lantang...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.