Sabtu, Maret 6, 2021

Sosialisme Itu Islami

Mulai dari Pemilu, Menghilangkan Stigma Negatif bagi ODGJ

“Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia (mungkin juga dunia) orang gila, eh, orang nonwaras ikut nyoblos. Prestasi luar biasa.” Begitulah salah satu cuitan warganet...

Susi Pudjiastuti vs Sandiaga Uno

Dulu, sebelum Jokowi memilih calon wakil presidennya, saya ditanya seorang kawan: Siapa kira-kira calon ideal untuk mendampingi Jokowi? Kawan saya itu bukan seorang politisi....

Gus Mus, Virus Corona, dan Talbiyah Cinta

Ada sedikit perbedaan dengan pulangnya anak perantauan. Terlihat kecemasan dan ketakutan dibalik ungkapan kerinduan yang hendak disampaikan pada kampung halaman. Mereka takut menebar petaka...

Mengapa Harga Buku Mahal?

Banyak yang bertanya-tanya, kenapa harga buku "mahal"? Ya, kalau dibandingkan dengan bajakan, memang jauh. Karena saya sendiri bukan orang bisnis, belakangan saya tanya-tanya kepada beberapa...
Avatar
Muhsin Labib
Pengajar filsafat Islam dan pemerhati isu-isu toleransi dan kemanusiaan.

Pelajari dulu pandangan Hegel, Marx, Engels, Trotsky, Giddens, Tan Malaka, Kianuri, Syariati, Habermas dan lainnya, baru pas teriak-teriak soal palu dan arit.

Kehendak melawan kezaliman yang direpresentasi oleh sekelompok orang rakus adalah bagian dari spirit kemanusiaan sepanjang sejarah jauh sebelum Marx mengajak kaum buruh bersatu.

Sebelum berdirinya Uni Sovyet dan disahkan sebagai ideologi negara oleh Lenin, Komunisme hanyalah mimpi siang bolong tentang kepemilikan bersama dan hilangnya hak individu yang menghapus jurang menganga antara juragan dan buruh.

Banyak orang yang merasa “terlalu puinter” menjadikan otaknya sebagai blender, sehingga menganggap Komunisme dan Marxisme sebagai dua terma dengan satu pengertian.

Komunisme, yang terinspirasi oleh gagssan Karl Marx, telah dijadikan sebagai ideologi yang telah dicoba untuk diterapkan di Uni Sovyet oleh Lenin setelah berhasil menumbangkan Pemerintah Rusa dalam Revolusi Bolshevik pada 25 Oktober 1917 atau dikenal juga dengan Revolusi Oktober.

Manifesto Komunis yang dicetuskan Karl Marx bersama Frederick Engels dan menjadi “mimpi mulia” Lenin dilanjutkan oleh Stalin dengan pemaksaan dan represi yang justru bertentangan dengan substansi dan tujuan Komunisme itu sendiri.

Marx memberikan preskripsi berdasarkan analisis histomat, Lenin menjadikannya imperatif tatanan politik berpijak pada sentralisme demokrasi sementara Stalin membangunnya melalui pemerintahan tangan besi dan sentralisme birokrasi.

Komunisme bukanlah Marxisme semata. Marx memang punya andil besar tapi banyak tokoh yang ikut mempengaruhi Komunisme, seperti Friedrich Engles, Leon Trotsky, V.I Lenin, Joseph Stalin dan lainnya.

Terinspirasi dari gagasan dialetika Hegel, Karl Marx bercita-cita mengubah kekacauan sistem ekonomi maupun sosial menjadi kesekjahteraan melalui penentangan dan perubahan secara keseluruhan dan radikal seperti revolusi, kudeta, dll. Pemikiran Marx inilah yang kelak sangat berperan melahirkan sosialisme dan komunisme.

Para tokoh yang terinspirasi oleh ajaran Marx mengembangkan Marxisme dengan penafsiran yang berbeda-beda. Lenin, misalnya, beranggapa bahwa elemen perlawanan kelas bukan hanya kaum buruh tapi seluruh kaum proletar, termasuk kaum petani. Lenin berpendapat bahwa komunisme hanya bisa mewujudkan revolusi melalui sistem poliltik yang dipimpin seorang revolusioner berupa partai politik. Inilah yang dikenal dengan Marxisme Leninisme.

Sepeninggal Lenin, kendali revolusi Bolshelvik dipegang oleh Stalin. Beberapa pandangan Lenin ditolaknya. Meskipun keduanya mendukung diktatorisme proletariat sebagai pengontrol para proletar, Stalin tidak hanya mendukung kontrol politik melalui partai tetapi menganggap represi sebagai sarana penting mengawal revolusi. Konon Stalin juga tidak mendukung ekspor revolusi ke seluruh dunia.

Selain Leninisme dan Stalinisme, salah satu submazhab Marxisme adalah Maoisme. Mao, seperti Stalin, menganut revolusi dengan represi demi menghapus kepemilikan tanah. Karena mayoritas rakyat China adalah petani, Mao memberikan peran penting kepada para petani sebagai elemen proletar untuk mengendalikan revolusi. Karena itulah, “dari desa (petani) mengepung kota” menjadi jargon Maoisme.

Karena Marx membangun gagasannya dengan dialektika, maka menyenggol Hegel menjadi “wajib”. Mungkin banyak orang bingung mencari hubungan Marxisme, yang merupakan cabang materialisme, dengan Hegel yang dikenal sebagai filsuf idealis dan metafisikawan penentang empirisisme.

Sosialisme takkan bisa dibredel dengan perampasan buku. Ia bukan kertas dan aksara-aksara tapi naluri perfeksi dan survivle serta struggle for life dalam diri manusia bahkan hewan.

Sosialisme takkan bisa dibredel dengan perampasan buku. Ia bukan kertas dan aksara-aksara tapi naluri perfeksi dan survivle serta struggle for life dalam diri manusia bahkan hewan.

Sebelum Marx, para nabi mulai dari Ibrahim hingga Muhammad juga Sidharta Gautama dan para bijakawan agung menentang hegemoni dan konsentrasi kekayaan. Ali bin Abi Talib berkata, “tak mungkin ada orang kaya raya kecuali ada hak orang lain yang diabaikan”. Ini bukan sosialisme sebagai sebuah konsep yang diadaptasi oleh Marx dan Angels tapi esensi kemanusiaan.

Komunisme jelaslah utopia. Indonesia tak memerlukannya karena sudah punya Pancasila, karya genial para founding fathers yang telah mempersembahkan sebuah bangsa majemuk yang besar.

Avatar
Muhsin Labib
Pengajar filsafat Islam dan pemerhati isu-isu toleransi dan kemanusiaan.
Facebook Comment

POLIKLITIK

ARTIKEL TERBARU

Ranking Kampus Dunia: Jangan Salah Kaprah

Baru-baru ini dunia pendidikan tinggi kita mendapatkan gabar gembira. Lima perguruan tinggi (PT) asal Indonesia menempati 10 universitas Islam terbaik dunia. Bahkan salah satunya...

Rock and Roll, Budaya yang Terusir

Penyebaran virus Rock and roll tidak hanya datang dari radio luar negeri, tapi juga dari rekaman piringan hitam yang dibawa dari luar negeri dan...

Cantik Hemat dari Dapur

Cantik adalah impian bagi setiap perempuan. Sejak umat manusia tercipta, kecantikan menjadi sebuah patok keindahan. Terbukti dari kisah dua orang putra nabi Adam yang...

Apa Hubungannya Toleransi dan Kearifan Lokal?

“Hai seluruh manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya...

Lubang Hitam Narasi Teroris Selama Pandemi

Sudah lima hari sejak saya terkonfirmasi positif Covid-19. Rasanya begitu berat, alih-alih sekedar menyerang fisik, rupanya virus ini juga menyerang mental. Untuk itu, saya...

ARTIKEL TERPOPULER

Pendidikan yang Berkebudayaan, Mencipatakan Manusia Kreatif dan Otonom

Review Buku: Yudi Latif, Pendidikan yang Berkebudayaan: Histori, Konsepsi dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif, (Jakarta: Gramedia Pustaka, 2020). Pendidikan nasional sudah seharusnya tidak meninggalkan akar-akar...

1000 Hari Teddy Rusdy Cucu Kiai Digulis

Teddy Rusdy—orang yang tepat di belakang Benny Moerdani, sosok yang disebut sejarawan militer David Jenkins salah satu orang paling berkuasa di Indonesia pada 1980-an—punya...

Serial Non-Muslim Bisa Masuk Surga. Siapa Mereka?

Apa pendapat para ulama dan cendekiawan dulu dan sekarang tentang keselamatan penganut agama-agama selain syariat Nabi Muhammad Saw? Apakah orang yang biasa disebut “non-Muslim”...

Apa Beda Habib, Sayyid, Dzuriyah, Alawiyin, dan Ahlulbait

Terjadi pencampuradukan makna dan fungsi sejumlah kata "Ahlulbait", "Dzuriyah", "Habib", "Sayyid", dan "Alawi", secara sengaja ataupun tidak sengaja, yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Hadis Tsaqalain (bahasa...

Perbedaan; Pendidikan Karakter, Moral dan Akhlak

Kita lihat bila Secara filosofis, terminologi pendidikan karakter, pendidikan moral, pendidikan etika, dan pendidikan akhlak memiliki perbedaan. Terminologi pendidikan moral (moral education) lebih cenderung...

Log In

Forgot password?

Don't have an account? Register

Forgot password?

Enter your account data and we will send you a link to reset your password.

Your password reset link appears to be invalid or expired.

Log in

Privacy Policy

Add to Collection

No Collections

Here you'll find all collections you've created before.